METRO SUMBAR

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Suliki Sediakan Lahan 850 Meter

0
×

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Suliki Sediakan Lahan 850 Meter

Sebarkan artikel ini

LIMPULUHKOTA, METRO–Lembaga Pemasya­ra­katan Kelas III Suliki, Lima­puluh Kota, menyiapkan lahan dengan luas sekitar 850 meter guna mendukung ketahan pangan nasional lewat sektor pertanian dan perkebunan.

Kepala Lapas Suliki Kamesworo di Sarilamak, me­ngatakan lahan tersebut merupakan milik salah seorang pegawai Lapas yang selanjutnya akan digarap sebagai lahan pro­duktif.

”Dengan adanya lahan ini maka kegiatan pembinaan warga binaan pemasyarakatan akan diarahkan ke sektor perkebunan serta pertanian,” kata Kamesworo.

Dikatakan Kamesworo, dalam tahap awal pihaknya telah menjalin komunikasi dengan dinas pertanian milik Kabupa­ten Lima­puluh kota untuk mengakses bantuan pembibitan.

”Komunikasi sudah di­mulai dengan pihak dinas untuk memberikan bantuan bibit, rencananya lahan akan ditanami komoditas jagung serta cabai,” jelasnya.

Baca Juga  Bangun Limapuluh Kota, Bupati Ajak SeluruhMasyarakat kembali Bersatu

Disebutkan, nanti pe­ngerjaan lahan akan dilakukan oleh Lapas bersama narapidana yang sudah memperoleh Pembebasan Bersyarat (PB) atau cuti bersyarat (CB).

Sehingga narapidana yang sudah memperoleh PB atau CB itu bisa bekerja di kebun yang tersedia, sambil menyesuaikan diri kembali ke lingkungan ma­syarakat.

”Jadi yang akan me­ngikuti program ini hanya narapidana yang memperoleh PB atau CB, sebab lahan berada di luar lingku­ngan Lapas sehingga tidak semua warga binaan bisa ikut,” jelasnya.

Kames menilai program pertanian maupun perkebunan dirasa cocok bagi Lapas Suliki, mengingat potensi serta latar belakang para warga binaan yang banyak bertani atau berladang.

Baca Juga  BUMNag jadi Wadah Membangun Nagari

Lebih lanjut ia menjelaskan program penanaman yang melibatkan warga binaan sebagai tenaga utama itu juga akan di­dampingi oleh dinas terkait.

Kames berharap hasil panen itu nantinya dapat memenuhi kebutuhan internal di dalam Lapas Suliki, dan jika jumlah panen berlebih bisa dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Menurutnya program ketahanan pangan ikut digalakkan oleh Lapas Suliki demi mewujudkan program 100 hari kerja Men­teri Pemasyarakatan untuk ketahanan pangan nasio­nal.

Hal itu merupakan pe­laksanaan dari target Pre­siden RI Prabowo Su­bianto dalam tiga tahun mendatang untuk mem­per­kuat swasembada pa­ngan di seluruh Indo­nesia. (uus)