METRO PADANG

Banyak Sampah dan Tebalnya Sedimen, Pemprov Nilai Kondisi Muaro Memprihatinkan

0
×

Banyak Sampah dan Tebalnya Sedimen, Pemprov Nilai Kondisi Muaro Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

SUDIRMAN, METRO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar keluhkan kesadaran masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan di kawasan daerah aliran sungai. Tidak hanya terjadi di bagian muara, tapi turut terjadi di bagian hulu, sehingga banyak terdapat tumpukan sampah.
Kepala DLH Sumbar, Siti Aisyah mengatakan, di Sumbar memiliki banyak sungai yang tersebar di sejumlah daerah. Namun, masih banyak yang ternyata dirusaki oleh masyarakat, terutama yang melewati pemukiman penduduk. Dia melihat, kondisi di Muaro Padang, terbilang cukup memprihatinkan. Karena, banyaknya sampah yang terhempas ke tepi pantai, serta tebalnya sendimen yang mengendap.
“Imbauan sudah sering disampaikan melalui Dinas Lingkungan Hidup kabupaten dan Kota Padang, nyatanya belum ada dampaknya. Soal pengawasan memang belum bisa dilakukan patroli di sepanjang DAS. Jadi memang diminta kesadaran masyarakatnya,” kata Siti, kemarin.
Menurut Siti, jika kebiasaan tidak segera dihilangkan, maka dampaknya akan membuat masyarakat yang masih menggunakan air sungai sebagai aktifitas seperti mencuci dan mandi, dapat terganggu kesehatan. Di sisi lain, juga dapat menyebabkan banjir.
“Hampir setiap hari terjadi penumpukan sampah di sungai-sungai dan selokan. Sekarang dibersihkan besok numpuk lagi. Perilaku buruk ini tentunya mengakibatkan banjir akibat tumpukan sampah menganggu laju air, terlebih saat musim hujan,” tukas Siti.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan persoalan kebersihan terutama pengelolaan sampah mesti menjadi fokus kabupaten dan kota. Apalagi saat ini pemerintah pusat memprogramkan Indonesia bersih.
“Indonesia bersih tengah menjadi program pemerintah, ini dikemukan dalam pertemuan dengan Menkomaritim beberapa waktu lalu. Maka, di Sumbar juga akan dilakukan pembenahan di beberapa sektor terutama dalam pengelolaan sampah,” ujar Nasrul.
Nasrul mengatakan, pengelolaan ini dengan memanfaatkan TPA regional yang ada di beberapa daerah. Sebab, volume sampah di beberapa daerah terus mengalami peningkatan yang signifikan. Kemudian, pembersihan sungai itu mesti sampai ke hulunya, karena jika menumpuk akan berdampak kepada pencemaran air dan mengakibatkan aliran tersumbat.
“Untuk itu jika perlu ada perluasan di beberapa TPA yang ada di Sumbar untuk menampung sampah ini. Maka pembersihan ini mesti rutin dilakukan. Semua pihak mesti terlibat dalam menjaganya,” katanya lagi. (mil)

Baca Juga  Aktif Bertemu Warga, Reses III Musni Zen Nyaris Tanpa Aspirasi