AGAM/BUKITTINGGI

Dorong Perekonomian Bukittinggi, Marfendi Janjikan Revitalisasi Tata Kelola Pasar Atas

0
×

Dorong Perekonomian Bukittinggi, Marfendi Janjikan Revitalisasi Tata Kelola Pasar Atas

Sebarkan artikel ini
DISKUSI PUBLIK— Calon Wako-Wawako Bukittinggi, Marfendi-Fauzan saat menggelar diskusi publik bersama para pedagang Pasar Atas yang diadakan baru-baru ini.

AGAM, METRO–Calon Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian pasar dengan fokus pada perbaikan tata kelola Pasar Atas. Hal ini disampaikannya dalam diskusi publik bersama para pedagang Pasar Atas yang diadakan baru-baru ini.

Dalam acara bertajuk ‘Desak 01 Buya Menjawab, Fauzan Menegaskan,’ puluhan pedagang menyampaikan keluhan serta pertanyaan mengenai visi dan program pasangan calon (Paslon) Marfendi-Fauzan terkait pengelolaan Pasar Atas, yang merupakan ikon Kota Bukittinggi.

“Tata kelola Pasar Atas harus dilakukan dengan mendengar aspirasi para pedagang sebagai pelaku utama, bukan hanya berdasarkan program peme­rin­tah,”ujar Marfendi.

Ia optimis bahwa peningkatan kenyamanan akan berdampak langsung pada peningkatan kunjungan ke Pasar Atas. Dengan demikian, kegiatan eko­nomi pasar pun akan semakin berkembang.

Baca Juga  Pawai Alegoris di Agam Berlangsung Meriah

Marfendi menegaskan, jika terpilih, ia akan memprioritaskan kenyamanan kota, termasuk penanganan masalah banjir, penyediaan air bersih, pengaturan lalu lintas, serta perbaikan sistem parkir di sekitar pasar.

“Fokus pertama kami adalah memastikan Bukittinggi menjadi kota yang nyaman. Dengan demikian, pasar akan ramai dan ekonomi bergerak. Kita akan dorong Bukittinggi bebas banjir, menyediakan air bersih, mengatasi ke­macetan, dan mengelola parkir dengan lebih baik,”lanjutnya.

Paslon nomor urut satu ini juga melakukan dialog langsung dengan para pe­dagang untuk mendengarkan aspirasi mereka, termasuk masalah retribusi dan kuota kios.

Baca Juga  PPS Kirimkan Semua Kotak Suara ke PPK

Marfendi berjanji akan mengkaji ulang kebijakan retribusi agar tidak memberatkan pedagang, serta memastikan semua pedagang mendapatkan tempat berjualan yang layak.

Selain itu, ia juga mengusulkan penguatan regulasi terkait kartu kuning atau surat izin menempati toko, agar bisa dijadikan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman di bank.

Hal ini diharapkan dapat membantu pedagang dalam mengembangkan usaha mereka. “Kami juga akan mendorong pedagang untuk naik kelas dengan memanfaatkan tekno­logi digital. Pelatihan mengenai pemasaran online serta peningkatan fasilitas internet akan menjadi fo­kus ka­mi untuk menunjang pen­ jualan,”pungkasnya. (pry)