METRO SUMBAR

Khafilah Koto XI Tarusan Resmi Dilepas, Siap Harumkan Nama Daerah di MTQ ke-41

0
×

Khafilah Koto XI Tarusan Resmi Dilepas, Siap Harumkan Nama Daerah di MTQ ke-41

Sebarkan artikel ini

PESSEL, METRO–Sebanyak 45 orang khafilah dari Kecamatan Koto XI Tarusan resmi diberangkatkan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-41 Tahun 2024, yang akan dilaksanakan di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.

Pelepasan khafilah ini dilakukan pada Minggu (20/10/2024), dengan harapan besar agar peserta bisa memberikan penampilan terbaik.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Koto XI Tarusan, Fauzi Dharma, menyampaikan harapannya agar khafilah yang dikirim dapat menunjukkan potensi terbaik mereka.

“Kami yakin dengan persiapan dan latihan yang maksimal, hasil yang diperoleh akan optimal,” ujar Fauzi Dharma dalam sambutannya.

Baca Juga  Hindari Kecelakaan, Perlintasan KA Dijaga Anggota Pramuka

Ketua Panitia MTQ, H. Nasra Tasar, S.Sos, MM, yang juga bergelar adat DT. Bandaro Itam Nan Kayo, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pendamping yang telah setia mendampingi khafilah selama proses persiapan hingga keberangkatan.

Ia juga berharap agar Kecamatan Koto XI Tarusan bisa mengharumkan nama daerah dan meraih prestasi terbaik di ajang MTQ kali ini.

“Panitia dan pendamping telah memberikan pelayanan yang maksimal untuk memastikan semua kebutuhan khafilah terpenuhi, dan kami berharap hasil yang diperoleh sejalan dengan usaha yang telah dilakukan,” ujar Nasra.

Baca Juga  15 Orang Warga Binaan Lapas Pariaman Selesai Jalani Masa Hukuman

Sementara itu, Camat Koto XI Tarusan, Nurlaini, SE, M.Si, dalam sambutannya mengingatkan para peserta untuk tetap menjaga adab selama mengikuti perlombaan.

“Tampilkan yang terbaik, namun tetap utamakan akhlak yang baik selama berkompetisi. Kami berharap latihan yang sudah dilakukan dapat ditampilkan secara optimal,” tegasnya.

MTQ ke-41 ini diharapkan menjadi ajang pembuktian kemampuan para khafilah Kecamatan Koto XI Tarusan dalam seni baca Al-Qur’an sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan semangat religius di kalangan masyarakat. (rio)