METRO PADANG

Kasus Korban Diseret Arus Banda Bakali, Keluarga Korban Mensinyalir ada Kejangalan

0
×

Kasus Korban Diseret Arus Banda Bakali, Keluarga Korban Mensinyalir ada Kejangalan

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Wida Yenti Muas,  orang tua dari Hilda yang merupakan korban mobil diseret arus di Banda Bakali Padang, Minggu (20/1) lalu, menangis di hadapan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea (HPH) yang datang ke Kota Padang saat melakukan seminar. Secara langsung, Wida menyampaikan unek-uneknya terkait adanya kejanggalan yang ditemuinya dalam kasus hilangnya anaknya.
“Mudah-mudahan kejanggalan-kejanggalan yang ditemui ini dapat terungkap setelah saya secara langsung menyampaikan kepada pengacara kondang sekelas Hotman Paris ini,”ujar Wida saat di hubungi via telpon.
Dikatakan Wida, salah satu kejanggalan yang ditemukan dan disampaikan kepada HPH yaitu ponsel Hilda yang masih bisa dihubungi setelah beberapa pascahanyut terbawa arus.
“Apakah mungkin itu terjadi, orang awam pun tahu jika ponsel yang sudah masuk air, tidak akan aktif lagi nomor ponselnya karena sudah rusak. Tetapi, beberapa waktu setelah kejadian, nomornya masih aktif dan bisa dilakukan pemanggilan,” ujar Wida.
Dikatakan Wida, HPH menanggapi serius kejanggalan tersebut dan mengimbau Polda Sumbar, untuk meningkatkan level pemeriksaan kasus hilangnya ke level Polda Sumbar.
“HPH juga meminta saya untuk membuat kembali ringkasan kasus itu dan mengatakan, akan membuat surat ke Kapolda Sumbar dan ditembuskan ke Propam Mabes Polri dan Kapolri.” ucap Wida.
Menangapi kasus itu, Kapolsek Padang Barat AKP Firdaus mengatakan, kasus hilangnya hilda masih dilakukan penyelidikan akan kasusnya. Dan juga mengenai apa-apa yang sudah didapat dari penyelidikan  sudah disampaikan langsung ke pihak keluarga korban yaitu ibu korban.
“Mengenai ponsel Hilda yang masih bisa dihubungi setelah beberapa hari hilang dan hanyut terbawa arus, begini kejadian dan penyedikan yang dilakukan oleh unit Reskrim Polsek Padang Barat. Ada sekitar 11 saksi yang sudah kita periksa termasuk pemulung yang menemukan tas milik hilda di Pantai Muaro lasak,” ujar Kapolsek.
Waktu itu pihaknya mendapatkan laporan, bahwa sekitar tanggal 23 & 24 Januari 2019 terjadi transaksi komunikasi HP korban (081270191656) dengan  nomor HP (0895600004770 & 089623134915).
Berdasarkan informasi tersebut  pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak Telkomsel dan Tri (3) kemudian didapat registrasi no HP  089623134915 atas nama  Suci Veronita beralamat di Komplek Parupuk Raya Blok C 31 Tabing Kota Padang, Polisi pun langsung mengarah ke alamat tersebut.
Di sana  Suci Veronita menerangkan, benar pada 24 Januari 2019 menerima telp dari Syarif (pacar Suci) dari no 081270191656 dan suci mempertanyakan no siapa kemudian dijawab Syarif bahwa Ia telah  mendapat Hp dan lengkap dengan kartunya.
“Selanjutnya kami melakukan pencarian terhadap Syarif yang beralamat di Lubuk Buaya dan Syarif menerangkan juga bahwa HP dan tas korban didapat dari ibunya yang barnama Marnis yang sehari-hari sebagai pemulung,” ujar Kapolsek.
Dijelaskan lagi, ibu Syarif mendapatkan tas dipinggir pantai Muaro Lasak pada 21 Jan 2019 pukul 03.30 WIB dan sesampai di rumah tas tersebut  di cek ada HP Samsung lipat warna putih kemudian HP tersebut dipergunakan oleh Syarif menelpon Amir (paman korban ) dg no 0895600004770, Syarif tidak sengaja menekan No tersebut.
Karena kartu korban masih ada pulsanya, selanjutnya pada tanggal 24 Januari 2019 Syarif juga menelpon Suci (089623134915) Hp Samsung lipat tersebut bisa dipergunakan karena  telah  dipreteli oleh Sayrif, karena Hp Syarif  satu tipe dengan HP korban, namun hp tersebut  saat sekarang telah terjual melalui Facebook.
Karena pengakuan Syarif bahwa tas yang berisikan barang-barang korban Hilda yg ditemukan oleh orang tuanya  Marnis juga melakukan interogasi terhadap Marnis, bahwa ia  telah menemukan tas yang berisikan dua unit  Hp samsung dan kartu-kartu penting lainya atas nama Hilda. Namun Marnis baru mengetahui adanya peristiwa kecelakaan 2 Minggu setelah kejadian dan barang-barang tersebut disimpan rapi oleh Marnis dan sudah diamankan dari Masni, setelah hasil penyelidikan itu.
“Saya selaku Kapolsek memanggil orang tua Hilda, orang yang menemukan tas korban beserta anaknya menjelaskan ke orang tua korban bagaimana kronologis No Hp korban bisa hidup kembali. Sampai saat sekarang kami masih melakukan penyelidikan akan kasus kecelakaan itu, “ ujarnya. (r)