BERITA UTAMA

Keluarga Korban Terbang ke Selandia Baru, Zulfirmansyah sudah Dapat Berkomunikasi

0
×

Keluarga Korban Terbang ke Selandia Baru, Zulfirmansyah sudah Dapat Berkomunikasi

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Pascamenjalani operasi, Zulfirmansyah (41), lelaki asal Kota Padang yang menjadi korban tragedi penembahakan brutal oleh teroris di Masjid Kota Christchurch, Selandia Baru, yang sebelumnya sempat koma, kini sudah mulai berangsur pulih. Sang seniman ini bahkan sudah bisa berkomunikasi meskipun masih banyak alat yang terpasang di tubuhnya.
Sama halnya dengan anaknya Overeos Oemar Syah (2) yang juga menjadi korban penembakan, juga sudah mulai membaik. Oemar juga sudah bisa tertawa dan ceria. Kabar baik tersebut disampaikan istri korban, Alta Marie kepada keluarga besar yang berada di Kota Padang melalui pesan suara di aplikasi WhatsApp (WA).
Pesan itu diterima keluarga besar Zulfirmansyah pada Minggu (17/3) pagi sebelum salat Subuh. Meski mulai membaik, Zulfirmansyah masih mendapatkan perawatan secara intensif di ICU salah satu rumah sakit di Selandia Baru. Sementara itu, Oemar menjalani perawatan di ruang pemulihan di rumah sakit yang sama dengan ayahnya.
Yulierma, kakak kedua Zul saat ditemui di kediamannya Jalan Tanjung Indah III Blok G18, Kelurahan Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, mengatakan kabar baik yang diterima dari Selandia Baru, terkait kondisi terkini adik dan keponakannya memang sudah disampaikan kepada keluarga besar.
”Ada beberapa relawan yang datang ke rumah sakit. Ya mungkin dari kalangan ikatan Indonesia yang disana. Jadi Zulfirmansyah sudah bisa berkomunikasi. Artinya sudah pulih walaupun masih banyak alat yang terpasang di tubuhnya,” kata Yulierma.
Yulierma menambahkan Zulfirmansyah sempat menitip pesan untuk keluarga besar di Kota Padang melalui rekan-rekannya yang berada di rumah sakit. Zulfirmansyah berpesan agar keluarga dapat mendoakan yang terbaik untuknya serta anaknya agar segera pulih dan bisa kembali beraktivitas.
”Zulfirmansyah minta keluarga tetap tabah, mohon doa agar segera pulih kembali. Insya Allah kami juga akan berangkat memberikan dukungan untuk supaya kuat sehingga benar-benar pulih dan dapat berkumpul dengan keluarga,” kata Yulierma.
Yulierma menyebutkan Oemar masih terbaring di atas kasur rumah sakit di Selandia Baru. Meski demikian, anak Zulfirmansyah itu sudah bisa duduk dan melambaikan tangan. Hal ini terbukti dengan kiriman foto dari istri Zulfirmansyah, Alta Marie, melalui pesan WhatsApp.
”Tapi untuk jalan belum bisa, Oemar masih di tempat tidur tapi duduk sudah bisa. Dia dengan ceria sudah bisa ketawa, kalau turun dari tempat tidur dan berjalan belum. Tadi keluarga dikirimin foto Oemar sudah angkat tangan. Kondisi Oema sudah full energi, sudah bisa tertawa, angkat tangan, bicara dengan mami-nya. Dia bilang kepada mami-nya saya ingin ini, saya ingin itu. Mulai senyum seperti anak biasanya,” ujar Yulierma.
Pihak keluarga juha berharap trauma yang mungkin dialami Oemar tidak terus berkepanjangan. Segenap keluarga besar Zulfirmansyah di Kota Padang selalu mendoakan yang terbaik untuk mereka yang menjadi korban.
“Belum ada informasi tanda-tanda trauma. Tapi kita berharap ada bantuan trauma healing agat Oemar tidak mengalami trauma pasca mengalami tragedi itu,” harapnya.
ACT Berangkatkan Keluarga
Keluarga besar korban yang berada di Kota Padang memang berharap agar pemerintah memberikan fasilitas agar memberangkatkan keluarga ke Selandia Baru untuk membesuk Zulfirmasnyah dan Oemar sehingga bisa memberikan dukungan atau support agar kedua korban segera pulih.
Keinginan keluarga akhirnya terkabul. Biaya keberangkatan pihak keluarga ke Selandia Baru akan dibantu oleh organisasi kemanusiaan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT). Dijadwalkan keberangkatan pada Selasa (19/3).
“Kalau segala dokumen Senin bisa selesai, mungkin hari Selasa kami berangkat. Kakak-kakak Zulfirmansyah yang pergi ke Selandia Baru itu. Sampai sejauh ini ACT memasilitasi, dari Kedubes juga membantu, Wakil Gubernur, Walikota Padang juga sudah datang memberikan doa,” ungkap Yulierma.
Setelah membesuk dan mengunjungi di Selandia Baru, keluarga menginginkan Zulfirmansyah beserta istri dan anaknya untuk dapat menetap di Indonesia. Bahkan keluarga berharap agar perawatan pemulihan Zulfirmansyah dilakukan di Kota Padang.
“Kalau bisa memungkinkan dan diizinkan kepada istrinya, Zulfirmansyah dibawa aja ke Indonesia, pemulihan di Padang aja. Tapi tetap kami akan diskusi dulu dengan istrinya karena kami tidak dapat memutuskan sendiri karena istrinya di situ yang menjaga dan istri berhak memberikan keputusan,” kata Yulierma.
Namun Keluarga Besar ingin Zulfirmasnyah menetap di Indonesia, keputusan tetap berada pada Zulfirmansyah. Apabila tidak disetujui pihak keluarga juga tidak mempermasalahkannya. Pasalnya, keluarga tahu yang terbaik untuk Zulfirmansyah dan keluarga kecilnya.
“Keputusan tidak bisa sendiri tanya Zulfirmansyah dulu karena cita-citanya memang ingin sukses menjadi seorang seniman lukis yang mendunia. Tapi. mudah-mudahan dengan kejadian ini pikiran Zulfirmansyah berubah dan tinggal di Indonesia saja,” pungkasnya.
Pihak ACT sudah berada di rumah keluarga korban semenjak Sabtu pagi. Dalam pertemuan itu ACT siap untuk memasilitasi keluarga korban berangkat menemui korban. Dan dari hasil diskusi tersebut yang baru fiks untuk berangkat adalah dua orang kakak kandung korban yaitu Handra dan Yuli.
“Sedangkan kedua orang tua korban menetap di rumah karena sudah sangat tua dan sakit yang membuat tidak bisa ikut,” Ungkap Marketing Komunikasi ACT Sumbar, Dana Kurnia.
Kepala Cabang ACT Sumbar Zeng Wellf meminta keluarga dan seluruh rakyat Indonesia panjatkan doa untuk keselamatan korban dan juga untuk kelancaran semua proses dukungan kemanusiaan yang tengah ACT upayakan.
“Insya Allah, alih-alih menjatuhkan, peristiwa ini justru menguatkan umat Islam di Indonesia dan bahkan di seluruh dunia agar semakin erat berpegang teguh dan saling menguatkan,” katanya. (rgr)