PADANG, METRO —Aipda Dian Wihendro Ratno, anggota Polsek Lubeg, Polresta Padang menerima penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Fatmawati, S.T., M.Eng, dalam acara yang berlangsung di Balai Basuo, Kantor Camat Lubeg, pada Jumat (11/10) pukul 16.00 WIB.
Kepada POSMETRO, Fatmawati mengungkapkan terima kasih atas kepedulian Aipda Dian Wihendro Ratno alias Dian Pitok terhadap masalah stunting di Kota Padang. Fatmawati juga mengakui bahwa dirinya mendapatkan laporan dari pihak internal bahwasnya ada sosok Bintara Polisi yang menyisihkan sebagian gajinya. Bahkan membawa donatur lainnya untuk bisa membantu anak anak yang kurang dalam asupan gizi ( stunting).
Setelah mencari tahu kebenaran tersebut melalui pihak kecamatan dan pihak lainnya setelah berembuk dengan internal BKKBN memutuskan untuk memberikan penghargaan kepada sosok polisi tersebut. Untuk anggota polisi di Sumbar dipastikan BKKBN baru memberikan penghargaan tersebut kepada Aipda Dian yang akrab disapa Pitok tersebut. Penghargaan ini adalah perdana bagi Polda Sumbar, khususnya Polresta Padang. “Diharapakan setelah pemberian reward tersebut akan muncul polisi polisi lainnya yang bahu membahu dengan stake holder lainnya di wilayah masing masing untuk membantu menekan angka stunting,” tutur Fatmawati.
“Kami menghargai dedikasi Aipda Dian Wihendro Ratno sebagai Bapak Asuh Anak Stunting Kota Padang, yang selalu peduli dengan tumbuh kembang anak menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Sementara Itu Camat Lubuk Begalung Andi Amir mengatakan sebelumnya angka stunting di kecamatan tersebut rataa rata dalam satu bulan mencapai 100 orang bahkan lebih. Namun saat ini berkat bantuan Aipda Dian dan tim lainnya bisa turun hingga menjadi 30-40 orang anak anak dan balita atau turn hingga 60 %.
Aipda Dian Wihendro Ratno kata Andi Amir, merupakan seorang anggota Polsek Lubuk Begalung, Polresta Padang tak bisa melupakan masa kecilnya yang penuh perjuangan.
Pernah mengalami kekurangan makanan dan menjadi buruh angkut semen di Pelabuhan Muaro Padang saat remaja. “Kini ia mendedikasikan hidupnya untuk membantu anak-anak kurang beruntung terutama yang mengalami stunting atau kekurangan asupan gizi masyarakat yang tak mampu,” jelas Andi Amir.
Dalam kesempatan yang sama, Aipda Dian juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pimpinan Polresta Padang dan Polda Sumbar yang terus menyemangati aksi sosial ini. Sesuai arahan pimpinan Polri meminta semua anggota berkontribusi dalam memberantas masalah gizi buruk (stunting).
Pencegahan stunting perlu dilakukan agar Indonesia berhasil mendapatkan bonus demografi. ”Ini menjadi hal yang ditekankan Bapak Presiden RI bahwa saat ini kita berada di posisi yang mau tidak mau kita harus mempersiapkan semuanya karena kita akan menghadapi bonus demografi,” kata Aipda Dian.
Kata Dian, bahwa salah satu syarat pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul ialah penyediaan pelayanan kesehatan berkualitas. “Sehingga pada saat mereka tumbuh berkembang, mereka menjadi anak sehat, anak yang siap kita didik, besarkan, kemudian siap menjadi generasi-generasi penerus pembangunan yang akan dilaksanakan di masa-masa mereka, generasi yang unggul yang siap mengisi dan membawa Indonesia take off, lepas landas, sebagaimana yang dicita-citakan kita semua,” ucap dia.
Kemudian rasa terimakasih kepada Camat Lubeg, Andi Amir, yang telah memberikan dukungan penuh. Dan berterima kasih juga kepada bapak Fasni kepala BKKBN, Kecamatan Lubeg yang ikut memberikan semangat dan support Aipda Dian Wihendro Ratno. Terimakasih juga kepada pengurus Yayasan Berkah Amal Salih yang senantiasa memberikan semangat dan dukungan dalam upayanya membantu anak-anak stunting. “Penghargaan ini menandai komitmen Polri khususnya kami Aipda Dian untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak di wilayah dimana kami bertugasnya,” beber Aipda Dian Wihendro Ratno. (ped)






