LIMAPULUH KOTA, METRO–Derasnya aliran air bandar menggerus bagian dinding penahan jalan penghubung Jorong Tarantang dan Lubuak Limpato, hingga membuat jalan amblas dan tidak bisa dilalui baik kendaraan roda dua maupun empat, beberapa hari lalu. Masyarakat Jorong Tarantang, Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, berharap jalan alternatif Jorong Tarantang dan Lubuak Limpato yang amblas segera diperbaiki oleh Pemerintah Daerah. Sebab, jalan yang tidak jauh dari kantor Dinas Perikanan Kabupaten Limapuluh Kota itu kerap dan merupakan jalan yang berfungsi banyak masyarakat. Jika harus melalui jalan utama, jarak yang ditempuh lebih jauh. Kini jalan ambles tersebut telah diberi tanda olah pihak Jorong agar tidak ada masyarakat ataupun pengendara yang melewati jalan itu. Sementara dari pantauan di Lokasi, jalan ambles tersebut masuk ke dalam bandar, jalan ambles tersebut membentuk patahan, sehingga memang tidak bisa dilewati oleh kendaraan apapun.
Ratna (40) pedagang makanan keliling yang kerap melewati jalur alternatif tersebut mengaku terganggu dengan jalan ambles yang terjadi beberapa hari lalu itu, sebab dengan kondisi jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua, ia terpaksa harus memutar dengan jarak lebih jauh.
“Dengan melewati jalan alternatif Jorong Tarantang dan Lubuak Limpato ini jarak tempuh yang dipangkas bisa mencapai 1 Km jika dibandingkan melewati jalan utama. Saya hampir tiap hari lewat jalan ini,” sebut Ratna awal pekan ini.
Lebih jauh warga yang tinggal di Kawasan Objek Wisata Sarasah Bunta itu berharap agar perbaikan bisa dilakukan secepatnya, sehingga jalan ambles itu bisa kembali dilalui.
“Semoga jalan ini bisa segera diperbaiki pemerintah ataupun pihak terkait, sebab jalan ini sangat penting bagi kami,” u wacapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Wali Jorong Tarantang, Idral Zulfahmi, jalan alternatif itu menurutnya tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat menuju rumah mereka, pedagang dan wisatawan yang datang ke Lembah Harau, namun juga oleh orangtua atau wali santri yang ingin berkunjung ke sekolah/pesantren anak mereka di daerah tersebut.
“Tentu dengan kondisi jalan yang ambles ini kita berharap segera diperbaiki, sebab jalan itu tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk menuju rumah mereka juga wisatawan. Kerusakan jalan itu berdampak pada perekonomian,” ucapnya. Selain karena tergerus aliran bandar akibat derasnya air dari Sarasah Bunta, Idral juga mengatakan amblesnya jalan tersebut karena kondisi jalan yang telah lama, sehingga memang butuh segera perbaikan. (uus)





