AGAM/BUKITTINGGI

DPRD Agam Gelar Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Rancangan APBD 2025

0
×

DPRD Agam Gelar Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Rancangan APBD 2025

Sebarkan artikel ini
RAPAT PARIPURNA— Pjs Bupati Agam Endrizal saat mengikuti rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terkait rancangan APBD 2025, Kamis (10/10).

AGAM, METRO–Pjs Bupati Agam Dr. Endrizal menyimak panda­ngan umum fraksi-fraksi De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat terkait Rancangan APBD 2025.

Pandangan umum ini disampaikan legislator per­wakilan fraksi-fraksi pada Rapat Paripurna yang digelar di Aula Utama DPRD Agam Kamis, (10/10).

Legislator Fraksi PKS, Asrizal menyampaikan sejumlah pandangan terkait RAPBD 2025. Di antaranya, menyoroti batas toleransi yang ditetapkan pemerintah daerah terkait defisit anggaran. Pihaknya menyebut, Agam mengalami defisit murni sebesar Rp117 miliar.

“Apabila defisit sudah melebihi target yang dibolehkan, bagaimana langkah mengatasi hal tersebut, mohon dijelaskan,” ujarnya.

Lalu legislator Fraksi PAN, Zulpardi juga me­nyoroti hal yang sama yakni terkait usaha konkrit pemerintah daerah dalam menutupi defisit murni. Fraksi PAN juga menitipkan harapan agar soal rencana kerja kepada organisasi perangkat daerah.

“Kami berharap dalam penyusunan rencana kerja, jangan hanya didasari pada rutinitas, namun ting­katkan ke arah kreatif dan efektif seperti memperluas akses pelaku ekonomi di daerah,” paparnya.

Sementara itu, legislator Nasdem, Zelman me­ngingatkan bupati untuk segera menyurati Kemen­dagri terkait penerbitan pedoman/petunjuk teknis tentang pengelolaan keua­ngan daerah tahun 2025.

“Sampai saat ini pendoman penyusunan APBD 2025 belum ada dari Kemendagri, untuk itu kami mengingatkan untuk me­nyurati pihak Kemendagri, sehingga pelaksanaan APBD 2025 dapat terpenuhi sesuai peraturan yang berlaku,” katanya.

Legislator Demokrat, Jondra Marjaya menyoroti soal realisasi APBD 2025 yang mengutamakan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah pasca bencana Gunung Marapi. Fraksi De­mokrat menilai hal ini sangat perlu ditekankan kem­bali pemerintah daerah karena bencana telah me­nimbulkan penderitaan dan kerugian masyarakat.

“Beberapa ruas jalan terputus, irigasi rusak, jembatan terputus, pemukiman warga rusak dan hilang. Sehingga ini mengakibatkan masyarakat terganggu dan terkendala dalam beraktivitas,” ujarnya.

Lalu legislator Fraksi Gerindra, Nesi Harmita me­nyoroti perlunya percepatan pembangunan infrastruktur dan sarana pra­sarana pe­nunjang di Kawasan Masjid Sirah. Sehingga masjid ini benar-benar representatif dan menjadi icon pariwisata rohani di Agam.

Kemudian, legislator Fraksi PPP, Hardianto meminta pemerintah daerah agar memperhatikan kebijakan intensifikasi dan ekstensifikasi terhadap pajak daerah sebagai upaya pe­ningkatan kontribusi dalam pembiayaan pembangu­nan daerah.

Sementara itu, Fraksi Golkar, Hanura, PBB dan PKB menyampaikan pandangan umum secara tertulis kepada sekretariat.

Pjs Bupati Agam Dr.En­drizal usai pelaksanaan rapat paripurna menyampaikan, segala masukan dan saran yang diberikan legislator di DPRD merupakan upaya mensinergikan langkah pembangunan di Kabupaten Agam.

Menurutnya, sinergitas yang baik antara eksekutif dan legislatif sangat dibutuhkan dalam membangun Kabupaten Agam.

“Jika hal ini terjalin maka usaha pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif dalam mewujudkan Agam yang maju dan sejahtera di 2025 bisa terwujud,” ujarnya. (pry)