METRO SUMBAR

Perlunya Transformasi Digital Masyarakat Nagari, Diskominfotik Sumbar Gelar FGD

0
×

Perlunya Transformasi Digital Masyarakat Nagari, Diskominfotik Sumbar Gelar FGD

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN—Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Sumbar, Siti Aisyah, memberikan sambutan saat FGD tematik bertajuk “Strategi Pengembangan Transformasi Digital Nagari/Desa/Kelurahan untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat”.

PADANG, METRO–Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Su­matera Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) tematik bertajuk  “Strategi Pengembangan Transformasi Digital Nagari/Desa/Kelurahan untuk Peningkatan Ekonomi Ma­syarakat”.

Kegiatan ini juga diakhiri dengan penandatangan nota kesepakatan Pengembangan Transformasi Digital Untuk Transformasi Ekonomi   oleh Kepala Dinas dan perwakilan Kominfo se-Sumatera Barat yang berkumpul di Labuan Sundai, Tarusan, Pesisir Selatan. Pada hari Minggu (6-07/10).

Dalam diskusi FGD, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Sumatera Barat, Siti Aisyah, menyampaikan bahwa tahun ini menjadi tahun peletakan pondasi yang penting dalam transformasi digital nagari.

“Target kami di tahun ini mencakup peletakan pondasi pengembangan transformasi digital di dua nagari. Selain itu, kami juga menjalin kemitraan de­ngan perusahaan, provi­der, dan bank untuk mendukung langkah ini. Pendampingan ekonomi digital kepada dua nagari juga menjadi prioritas kami,” ungkap Siti.

Baca Juga  Semarak Gelanggang Arang

Siti  juga menekankan pentingnya pemetaan pe­dagang tradisional, terutama petani, di desa dan nagari dari kabupaten/kota sebagai bagian dari proyek pengembangan transformasi ekonomi.  “Pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian saat ini masih berada di angka 10%, dan ini membutuhkan pening­katan,” tambahnya.

Reza, perwakilan dari Kominfo Kota Pariaman, menggarisbawahi perma­salahan yang dihadapi da­lam implementasi program di lapangan.

“Salah satu masalah yang kami hadapi adalah belum adanya data kelompok kerja atau kelompok masyarakat. Kegiatan yang dilakukan di desa belum terkelompok dengan baik. Meski pendataan di desa sudah dilakukan dan literasi digital telah dilaksanakan, namun antusiasme masyarakat terhadap literasi digital masih ren­dah.

Selain itu, belum tersedia aplikasi pemasaran digital yang mendukung pedagang di daerah. Kami berharap dapat bekerja sama dengan perusahaan seperti Gojek, Tokopedia, atau platform lainnya untuk meningkatkan pema­saran produk lokal,” ujar Reza.

Baca Juga  Lomba Desa, Koto Marapak Wakili Pariaman 

Reza juga menambahkan bahwa pelaksanaan program ini memerlukan keterlibatan dinas terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Kementerian terkait, guna memastikan keberhasilan transformasi digital di desa.

Sementara itu, Rovanly Abdams, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Dharmasraya, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, saya sangat mendukung kegiatan transformasi digital yang berbasis pada pengembangan ekonomi kerakyatan. Kami percaya bahwa dengan transformasi digital, ekonomi kreatif di Sumatera Barat akan lebih maju.” tuturnya.

Kerjasama ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid dalam mempercepat transformasi digital di nagari/desa/kelurahan, de­ngan fo­kus utama pada peningkatan ekonomi ma­sya­rakat melalui digitalisasi. (fan)