METRO PADANG

Ninik Mamak Bukit Surungan Restui Edriana

0
×

Ninik Mamak Bukit Surungan Restui Edriana

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Ninik Mamak Cadiak Pandai dan Bundo Kanduang di Bukit Surungan, VI Koto, Kecamatan Padangpanjang Barat, Kota Padangpanjang merestui Deklarator Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi, Edriana Noerdin, memperjuangkan rakyat Sumbar di Senayan. Restu ini disampaikan saat musyawarah, di kantor KAN Bukit Surungan Jumat (15/3).
“Para pangulu, datuak, ninik mamak, bundo kanduang dan para cadiak pandai di Bukit Surungan, VI Koto, Kecamatan Padangpanjang Barat, Kota Padangpanjang bermusyawarah dan menghasilkan keputusan mufakat, melepas Edriana sebagai Bundo Kanduang,” ungkap Ninik Mamak Bukit Surungan, Datuak Indo Malano, saat musyawarah di hadapan pengulu, cadiak pandai, bundo kanduang serta para pemuda dan masyarakat, kemarin.
Datuak Indo Malano menerangkan, Bundo Kanduang memiliki tugas penting dan memikul beban berat. Tidak hanya itu saja, peran bundo kanduang memang sangat dijunjung tinggi karena berada pada posisi yang tinggi, dimana kebijakan serta keputusan tidak dapat dilepas begitu saja dari pertimbangannya.
Datuak Indo Malano pun meminta pendapat para hadirin dalam musyawarah, setelah sebelumnya memberikan penjelasan terhadap Edriana terkait Bundo Kanduang. “Bia bajaleh-jaleh, batarang-batarang jo kamanakan bagai (biar jelas terang benderang maksud dari pertemuan ini demikian halnya nanti dengan kemenakan,” ujar Datuak Indo Malano.
Ketika memberi restu secara bersama terhadap hal ini, barulah nanti dimintakan pendapat para bundo kanduang, serta empat unsur lainya, termasuk itu dari ninik mamak, cadiak pandai, pemuda dan masyarakat.
“Kami dari penatua-penatua telah mengikhlaskan dan melepaskan apa yang kita singung tadi (bundo kanduang) terhadap si Nana. Bagaimana dengan kesepakatan kita bersama, kalau memang kita bersepakat dan bersama tentu akan jelas rentetan berikutnya, dan apakah kita sepakat” tanya Datuak Indo Palano, yang kemudian diamini dengan kata sepakat oleh seluruh anggota KAN Bukit Surungan serta Bundo Kanduang di VI Koto.
“Ketika kita bermufakat lewat musyawarah ini terkait bundo kanduang, si Nana tidak lagi dipanggil dengan sebutan ibu Nana, tetapi bundo kanduang,” tegas Datuak Indo Malano di Kantor KAN Bukit Surungan.
Ia menegaskan, meskipun beban berat segunung batu, apabila ia dalam alur sesuai Adat Basandi Sara’, Sara’ Basandi Kitabullah, dan memengang teguh akan keyakinan, Islam. Dapat dipastikan beban berat yang dikerjakan secara bersama-sama akan terasa ringan. Sekadar diketahui, makna dari bundo kanduang merupakan pemimpin perempuan di Minangkabau dan ini telah lahir berabad-abad lalu sejak adanya kerajaan di Minangkabau. Bundo Kanduang merupakan pusaran yang mampu menjaga dan mensejahterakan kaum atau masyarakat serta berperan dalam tiap musyawarah.
Salah seorang warga X Koto, Donny Wardani menilai, Edriana seorang aktivis perempuan dan juga Direktur Women Research Institute (WRI), merupakan sosok tokoh yang santun, cara bertuturnya lembut dan tidak melukai. Edriana sendiri ketika kunjungan ke daerah, seperti di X Koto acap bercakap dan menyapa masyarakat.
“Kami juga menggenal Edriana, karena beliau merupakan putri daerah, selain itu santun dan rendah hati, menyapa siapa pun. Emak-emak, anak muda sangat bersahabat, bergaul. Ini yang kemudian membuat masyarakat sangat antusias,” ungkap Donny.
Tidak hanya itu saja, sambung Donny Edriana juga menjadi teman diskusi serta menyampaikan persoalan di daerah dan ia memberikan solusi dan mudah dipahami.
“Kami berharap bundo Edriana dapat mengemban amanah dan melangkah serta duduk di DPR RI,” ujar Donny.
Musyawarah di kantor KAN Bukit Surungan itu digelar pagi dan berakhir sebelum salat Jumat. Musyawarah itu kemudian berakhir dengan keceriaan, bersalaman, para bundo kanduang lainnya pun mengabadikan momen, baik itu foto bersama atau berswafoto.(fan)