AGAM/BUKITTINGGI

Jaga Kearifan Lokal, Nagari Sungai Batang Agam Gelar Lomba Pacu Biduak dan Manangkok Rinyuak

1
×

Jaga Kearifan Lokal, Nagari Sungai Batang Agam Gelar Lomba Pacu Biduak dan Manangkok Rinyuak

Sebarkan artikel ini
LOMBA— Pemerintah Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, mengelar lomba “pacu biduak dan manangkok rinyuak di Danau Maninjau.

AGAM, METRO–Pemerintah Nagari atau Desa Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, mengelar lomba “pacu biduak dan manangkok rinyuak (balap sampan dan me­nangkap ikan rinuak) di Danau Maninjau dalam menjaga kearifan lokal untuk menarik kunjungan wisatawan ke danau vulkanik itu.

Wali Nagari Sungai Batang Ahsin di Lubuk Basung, Sabtu,(28/9) mengatakan kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi komunitas pemuda-pemudi di Kampung Kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang ini. Dengan kolaborasi anak nagari dari tujuh jorong (setingkat RW) itu, kekuatan pemuda-pemudi semakin besar menggelar acara besar.

“Kita terus bergerak meningkatkan upaya pemberdayaan pemuda-pemudi sebagai ujung tombak kemajuan nagari dan kita akan dorong terus bagaimana Desa Budaya dan Desa Wisata Nasional ini memberi dampak kesejahteraan masyara­kat,” katanya.

Baca Juga  Pemerintah Dukung UMKM Berkembang ke Mancanegara

Ia mengatakan pacu biduak dan manangkok rinyuak secara tradi­sional ini merupakan tradisi ma­syarakat di Danau Maninjau.

Lomba ini sempat digelar pada 2019-2020 dan terhenti akibat dam­pak COVID-19 melanda daerah itu.

Namun kegiatan tersebut kem­bali dilaksanakan setelah empat tahun fakum dan kegiatan ini dalam rangka melestarikan kebudayaan masyarakat Danau Maninjau, khu­susnya di Nagari Sungai Batang dan bisa menarik kunjungan wisata kesini.

“Ini sebagai wujud upaya ma­syarakat menjaga kearifan lokal dan nilai-nilai gotong royong. Kegiatan ini juga bisa menarik kunjungan wisatawan ke Danau Maninjau,” katanya.

Baca Juga  Pencegahan Korupsi Terintegritasi Disosialisasikan di DPRD Agam

Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Agam Dedi Asmar mengapresiasi kegiatan pacu biduak dan manangkok rinyuak di Sungai Batang tersebut.

Pelestarian budaya lokal ini sangat tepat terlaksana di objek wisata Tapian Kualo. Salah satu destinasi terbaik Sungai Batang ini bebas keramba jaring apung dengan pemandangan lepas dan indah.

“Di sini sangat indah dan banyak terlaksana atraksi budaya sebagai daya tarik wisata. Kami dari Pemerintah Kabupaten Agam sangat mendukung pengembangan kegiatan atraksi di lokasi ini kedepannya,” katanya. (pry)