BERITA UTAMA

Hendri Septa Cetak Sejarah Semasa jadi Wali Kota,Sukses Turunkan Angka Kemiskinan 3 Tahun Berturut-turut

0
×

Hendri Septa Cetak Sejarah Semasa jadi Wali Kota,Sukses Turunkan Angka Kemiskinan 3 Tahun Berturut-turut

Sebarkan artikel ini
BERIKAN BANTUAN— Hendri Septa bersalaman dengan penyandang disabilitas setelah berikan bantuan usaha ekonomi produktif (pijat refleksi) sebagai bagian program turunkan angka kemiskinan saat jadi Wali Kota Padang.

PADANG, METRO–Kemiskinan adalah hal krusial yang menjadi perhatian publik. Meningkat angka kemiskinan di suatu daerah, maka kepala daerahnya disorot. Dinilai tidak bekerja dan tidak becus urus rakyatnya. Maju lagi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di sana, misalnya, siap-siap warga beralih ke figur lain.

Menyadari hal itu, Hendri Septa saat menjadi Wali Kota Padang, soal kemiskinan ini menjadi perhatian serius. Berbagai terobosan dan program dikucurkan agar angka kemiskinan berkurang. Sebagai kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat, hal sensitif bagi rakyat itu harus di­prioritaskan untuk dien­taskan.

“Alhamdulillah, upaya kita bersama memperli­hatkan hasil persentase kemiskinan tahun 2023 di Padang 4,17 persen. Jum­lah ini terendah dalam 12 tahun terakhir.  Angka ter­se­but turun dari tahun se­be­lumnya (2022) 4,26 per­sen, dan 4,94 persen di tahun 2021, “ kata Hendri Septa.

Data yang disampaikan Hendri Septa itu adalah data resmi Badan Pusat Statistik (BPS). BPS meng­gu­nakan konsep kemam­puan memenuhi kebutu­han dasar mengukur ke­mis­kinan. Berdasarkan pen­dekatan tersebut, kemiski­nan dipandang sebagai ke­tidakmampuan dari sisi ekonomi memenuhi ke­butuhan dasar makanan dan bukan makanan diukur dari sisi pengeluaran.

Capaian tahun 2023 ter­sebut melampaui target identitas kependudukan digital (IKD) pada Peru­bahan RPJMD Kota Pa­dang 2019-2024, yaitu di angka 4,22 persen.

Kemiskinan bukan ha­nya sekadar berapa jum­lah dan persentase pendu­duk miskin, namun harus memperhatikan indikator lain. Yaitu, tingkat keda­la­man kemiskinan dan ting­kat keparahan kemiskinan.

Jika dilihat dari data BPS Kota Padang 2024, indeks kedalaman kemiskinan di Padang juga mengalami penurunan. Tercatat 0,61 di tahun 2022, turun menjadi 0,44 pada tahun 2023. Dari sisi indeks keparahan ke­mis­kinan juga mengalami penurunan, pada tahun 2022 tercatat 0,13, turun menjadi 0,07 di tahun 2023.

Turunnya indeks ke­dalaman kemiskinan dan keparahan kemiskinan ter­sebut, menunjukkan upaya pengentasan kemiskinan dan perbaikan ekonomi yang dilakukan oleh Pe­merintah Kota (Pemko) Pa­dang di bawah kepe­mim­pinan Hendri Septa telah menunjukkan hasil positif.

Tingkat pengangguran terbuka juga turun sig­nifikan. Pada 2021 berada di angka 13,37 persen, turun menjadi 11,69 persen di tahun 2022, dan kembali turun menjadi 10,86 persen pada 2023.

Angka tersebut jauh melampaui target IKD Pe­rubahan RPJMD Padang 2019-2024, yakni 13,09 per­sen. Capaian 2023 tersebut juga telah melampaui target tahun 2024, yaitu 12,86 persen.

Kenapa bisa turun? “Ka­mi menjawabnya dengan menggulirkan berbagai program antara lain pela­tihan untuk calon tenaga kerja, penempatan tenaga kerja, dan program padat karya,”kata dia.

Penurunan angka ke­mis­­kinan di Padang tentu ca­paian yang sangat baik. Ini menandakan guliran program penanggulangan kemiskinan melalui strategi menurunkan beban penge­luaran masyarakat, me­ning­­katkan pendapatan ma­­syarakat dan memi­ni­mal­kan/pengurangan kan­tong-kantong kemiskinan telah berhasil dilak­sa­nakan.

Semasa Hendri Septa menjabat sebagai Wali Kota Padang,  secara konti­nu juga menggulirkan ang­garan melalui perangkat daerah terkait. Baik yang bersumber dari APBD Pa­dang, APBD Sumbar mau­pun dari APBN. Di samping tetap menggandeng pihak-pihak lainnya, seperti Baz­nas, dunia usaha, LSM, BUMN/BUMD, dan swa­daya masyarakat.

Angka pengangguran di Padang pascapandemi Covid-19 ditekan agar jum­lahnya terus menurun. Alhasil, pada 2022, tercatat pengangguran terbuka se­besar 11,69 persen. Saat pandemi Covid-19 angka pengangguran 13,64 per­sen. Sebelum Covid-19 be­rada di angka 8,74 persen. Pada 2023 persentase pe­ngangguran diturunkan 9 persen dan 2024 menjadi 7 persen.

Upaya yang dilakukan untuk menurunkan jumlah pengangguran antara lain, mengadakan pelatihan ke­te­rampilan, pembinaan un­tuk pelaku wirausaha, ber­kolaborasi dengan pe­ru­sahaan untuk membuka lowongan kerja, dan job fair. Juga program pema­gangan.

Job fair yang dilaks­a­nakan, salah satu imple­mentasi dan komitmen Pem­ko Padang dalam me­nurunkan angka pe­ngang­guran terbuka yang masih cukup tinggi karena pan­demi Covid-19.

Kemudian juga men­dorong masyarakat ang­katan kerja untuk menjadi tenaga kerja mandiri. Salah satunya meningkatkan kom­petensi dengan berbagai pe­latihan, agar bisa mem­buka lapangan kerja bagi orang lain. Selain itu, juga mem­fasilitasi pelaku UM­KM me­ngembangkan usa­hanya.

Berhasil turunkan ang­ka kemiskinan, penghar­gaan dari pemerintah pu­sat didapat berupa dana in­sentif fiskal sebesar Rp5,3 miliar. Penghargaan ini diberikan atas upaya dan kerja keras pengha­pusan kemiskinan ekstrem di  Padang. Langsung dise­rahkan oleh Wapres RI KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Kamis (9/11). (fan)