METRO SUMBAR

Plt Kasubdit Kusubditbintibsos Polda Sosialisasi di SMKN 6, Cegah Kenakalan Remaja dan Perilaku Menyimpang

0
×

Plt Kasubdit Kusubditbintibsos Polda Sosialisasi di SMKN 6, Cegah Kenakalan Remaja dan Perilaku Menyimpang

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI KENAKALAN REMAJA— Plt Kasubdit Bintibsos Dit Binmas Polda Sumbar Kompol Syafrizen. SH Datuk Rang Batuah saat memberikan paparan sosialisasi tentang antisipasi kenakalan remaja, di lantai III gedung SMK N 6, Selasa (10/9).

PADANG, METRO–Atas perintah Kapolda Sumber Irjen Pol Suhar­yono, S.Ik M, H kepada Di­rektur Binmas Polda Sumbar Kombes Pol Teddy SH. SIk M. H, melalui PLT Kasubdit Bintibsos Dit Binmas Polda SumbarKompol Syafrizen. SH Datuk Rang Batuah melakukan sosialisasi tentang antisipasi kena­kalan remaja.  Acara yang berlangsung di lantai III Gedung SMK N 6 ini dihadiri skeitar 150 orang siswa dan siswi dan majelis guru Selasa (10/9).

Direktur Binmas Polda Sumbar Kombes Pol Teddy melalui PLT Kasubdit Bintibsos Dit Binmas Polda Sumbar Kompol Syafrizen. SH Datuk Rang Batuah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah untuk mengantisipasi terjadinya kenalakan remaja yang rentan terhadap pe­ngaruh luar dan dalam sendiri.

Kenakalan remaja kata Syafrizen, bukan sekedar perilaku anak belasan ta­hun yang suka jahil, tapi merupakan masalah serius yang terjadi di tengah ma­syarakat. Tidak mudah me­ngatasi masalah sosial ini, tetapi langkah pertama yang harus dilakukan a­dalah mengetahui faktor penyebab kenakalan remaja itu sendiri.

Baca Juga  Menristekdikti Tutup Operasional 130 PTS

Kenakalan remaja a­dalah keterlibatan remaja dalam hal-hal yang melanggar hukum, misalnya pencurian, tawuran, pe­nyalahgunaan narkoba, pembunuhan, perkosaan, dan lain-lain. Remaja yang dimaksud di sini adalah semua anak yang masih be­rusia di bawah 18 tahun.

Remaja kata Syafrizen, seharusnya menjadi masa depan sebuah bangsa, tapi banyak faktor yang dapat mengakibatkannya mela­kukan berbagai aksi kena­kalan remaja. Untuk itu, kita dapat melakukan beberapa langkah pencegahan untuk meminimalisir ke­mung­kinan terjadinya ke­nakalan remaja dengan cara kegiatan sosialisasi ini. “Apa penyebab terjadinya kenakalamn remaja tadi?,” kata Syafrizen.

Lebih jauh dikatakan Syafrizen, bahwa remaja adalah seseorang yang berusia 12 – 21 tahun (remaja awal 12 – 15 tahun, remaja pertengahan 15 – 18 tahun, remaja akhir 18-21 tahun) dan belum menikah.

Kenakalan remaja me­rupakan perilaku menyimpang (patologis), yang terjadi karena tidak taat terhadap aturan-aturan, nilai-nilai atau norma-norma sosial yang berlaku. Perilaku menyimpang merupakan sumber masalah karena dapat membaha­yakan tegaknya sistem sosial.

Baca Juga  BLT Kanagarian Panti Rp 482 juta untuk 268 KK

Kenakalan remaja terjadi karena gagal dalam menjalani proses per­kem­bangan jiwanya dan merupakan perwujudan dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari ling­kungannya, maupun trauma terhadap kondisi ling­kungannya yang tidak kondusif.

Ada  beberapa faktor penyebab terjadinya ke­nakalamn remaja, yakni faktor Internal, kontrol diri yang lemah, faktor keluargan, pergaulan,  agama, sekolah, perkembangan teknologi dan ekonomi. “Jadi untuk itu, remaja pa­ling rentan terjangkitnya kenakalan tersebut. Kami berharap dengan kegiatan di SMK N 6 Padang ini da­pat memberikan masukan pada siswa untuk mengantisipasi terjdi perbuatan itu. Syukur Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh ratusan siswa termasuk dihadiri oleh majelis guru,” papar Syafrizen. (ped)