METRO SUMBAR

Pengerjaan Jalan Simpang Empat-Talu Lamban, Pemkab Ingatkan Rekanan

0
×

Pengerjaan Jalan Simpang Empat-Talu Lamban, Pemkab Ingatkan Rekanan

Sebarkan artikel ini
MEMBAHAYAKAN—Kondisi ruas jalan provinsi Simpang Empat-Talu Kabupaten Pasaman Barat banyak yang berlubang dan membahayakan pengendara.

PASBAR, METRO–Pemerintah Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat,  mengingatkan rekanan pengerjaan ruas jalan Simpang Empat-Talu agar mempercepat penambalan jalan yang saat ini sedang diker­jakan karena sudah ba­nyak membuat kendaraan roda dua terjatuh.

Camat Pasaman Andre Affandi di Simpang Empat, mengatakan pihaknya telah menyurati Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pa­sa­man Barat agar mengingatkan rekanan yang mengerjakan agar mempercepat penambalan ja­lan yang sudah digali.

”Ruas jalan itu merupakan jalan Provinsi Sumbar. Rekanannya pun adakah perusahaan yang ditunjuk dari provinsi,” tegasnya.

Menurutnya kondisi jalan saat ini banyak yang berlubang bekas galian yang telah dilakukan sejak tiga pekan terakhir. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda penambalan kembali.

Baca Juga  Kadisdukcapil Padangpariaman Terima Kunjungan Disdukcapil Sumsel

”Kondisi jalan seperti saat ini sudah banyak makan korban. Sudah banyak pengendara roda dua yang terjatuh. Jika dibiarkan dikhawatirkan akan makan korban jiwa,” ujarnya.

Ia berharap kepada pihak provinsi agar mengingatkan rekanan atau perusahaan untuk mempercepat penambalan jalan ter­se­but.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Pasaman Barat Elifsan membenarkan ada surat dari pihak kecamatan agar rekanan mempercepat penambalan ruas jalan Simpang Empat-Talu.

”Terkait hal itu telah kami sampaikan ke pihak provinsi dan kepada rekanan melalui pelaksana la­pangan dan juga ke pimpinan perusahaan Dino agar mempercepat penambalan jalan. Sudah banyak keluhan warga karena sudah banyak kendaraan yang jatuh,” katanya.

Baca Juga  Semarakkan Hari Anak Nasional, Dinkes Gelar Pergerakan Posyandu Aktif

Salah seorang warga Simpang Empat Dodi Ifanda sangat menyayangkan lambatnya penambalan jalan yang telah lama digali itu.

Menurutnya selain berkas galian aspal yang menganga juga dekat jalan berlubang itu tidak ada rambu-rambu peringatan sehingga banyak pengendara yang terjatuh.

”Kami minta dinas terkait memberikan peringatan keras kepada rekanan pelaksana. Jangan tunggu korban dahulu. Jangan sampai nanti korban me­nuntut pelaksana karena pengerjaannya tanggung jawab rekanan,” tegasnya.  Ruas jalan yang sedang dikerjakan itu merupakan jalan lintas provinsi yang menghubungkan antara Kabupaten Pasaman Barat dengan Kabupaten Pasaman. (end/rel)