BERITA UTAMA

Ridwan Kamil: Saya Diminta Pak Prabowo Urus Jakarta

0
×

Ridwan Kamil: Saya Diminta Pak Prabowo Urus Jakarta

Sebarkan artikel ini
SAMBANGI— Cagub Jakarta, Ridwan Kamil saat menyambangi TKN Fanta di Menteng, Jakarta Pusat.

JAKARTA, METRO–Calon gubernur (cagub) Jakarta, Ridwan Kamil mengungkap alasan dirinya maju dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024. Salah satu alasannya karena didorong Presiden RI terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto untuk mengurusi Jakarta.

Hal itu diungkap Rid­wan Kamil saat melakukan silaturahmi ke TKN Fanta Headquarters di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/9).

“Alhamdulilah presiden pilihan kita, Pak Prabowo dan Mas Gibran sebagai wakil presiden Allah tak­dirkan terpilih. Nah jadi salah satu alasan saya ke Jakarta karena memang diminta oleh beliau untuk mengurusi Jakarta,” kata Ridwan Kamil.

Baca Juga  Pertanyakan Putusan PTUN yang Tak Dilaksanakan, Pengurus dan Ratusan Anggota Koperbam Geruduk Kantor KSOP

Dorongan Prabowo itu pun menjadi alasan kuat dirinya maju Pilkada Ja­karta. Meskipun, kata Rid­wan Kamil, zona nyaman­nya ada di Jawa Barat (Ja­bar).

“Terus terang kalau mau zona nyaman saya tuh di Jawa Barat, karena saya sudah jadi gubernur di sana, betul? Approval rating 90 persen. Jadi kalau mau rileks-rileks di sana, tapi Pak Prabowo me­nun­jukkan tolong urus Jakar­ta,” ungkapnya.

“Karena Partai Golkar koalisi, ya sudah saya bi­lang siap ditugaskan ke Jakarta. Tapi kan saya su­dah jadi kader partai, kalau jadi kader partai negosiasi dilakukan oleh pimpinan kita, kalau kita independen negosiasi oleh sendiri, sa­ya bismillah kira-kira begi­tu,” pungkas Ridwan Kamil.

Baca Juga  Sengketa Tanah Ulayat Berujung Pembakaran Motor, Enam Warga Malalo Dihukum 10 dan 11 Bulan Penjara

Untuk diketahui, Rid­wan Kamil resmi maju da­lam kontestasi Pilkada Ja­karta 2024. Ridwan Kamil maju didampingi politikus senior PKS, Suswono.

Pasangan ini diusung 12 partai, di antaranya, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKS, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Lalu, ada Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai De­mokrat, Partai Amanat Na­sional (PAN), Partai Ga­ruda, Partai Gelora, Partai Perindo, dan Partai Per­sa­tuan Pembangunan (PPP). (jpg)