METRO PADANG

Pemprov Luncurkan Buku Perhutanan Sosial Mengentaskan Kemiskinan dari Pinggiran

0
×

Pemprov Luncurkan Buku Perhutanan Sosial Mengentaskan Kemiskinan dari Pinggiran

Sebarkan artikel ini
PELUNCURAN BUKU— Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi dan Direktur POSMETRO PADANG, Firdaus Abie dan saat peluncuran buku Perhutanan Sosial, Jumat (30/8).

PADANG, METRO–Pemprov Sumbar melalui Dinas Kehutanan meluncurkan buku Perhutanan Sosial, Jumat (30/8). Peluncuran buku tersebut dilakukan satu hari setelah peluncuran Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perhutanan Sosial.

Buku setebal 267 halaman tersebut diluncurkan oleh Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy. Audy berharap buku tersebut bisa menambah semangat pengurus dan pengelola perhutanan sosial untuk memanfaatkan hutan tanpa menebang kayu.

“Ini komitmen kita untuk membangkitkan pere­ko­nomian petani hutan di Sumatera Barat. Kita punya hutan yang luas. Untuk itu kita mendorong masya­ra­kat mendapatkan manfaat dari hutan tanpa merusaknya,” sebut Audy.

Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi mengatakan Pemprov Sum­­bar akan memaksimalkan potensi pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Seperti jasa lingkungan dengan menjadi objek wi­sata. Begitu juga dengan hasil hutan lainnya.

Diketahui manfaat perhutanan sosial dapat menciptakan sumber daya ma­nusia profesional, pemanfaatan hutan yang terintegrasi, pengurangan konflik tenurial dan upaya pengentasan kemiskinan ma­sya­rakat sekitar hutan.

Baca Juga  FORDEWI Dukung Febby Maju di Pilkada 2020, Mangku Kandia: Febby Terpilih, Tanahdatar Indah

Secara umum lima ta­hun terakhir, Pemprov Sum­bar sudah berhasil meningkatkan kesejahteraan petani hutan melalui perhutanan sosial. Sehingga dapat mendekati upah minimum provinsi (UMP) Sumbar.

“Buku ini mencatat keberhasilan dan dampak perhutanan sosial pada petani hutan. Buku ini juga merekam mereka yang sangat peduli dan hidup dengan tanpa merusaknya,” sebut Yozarwardi.

Disebutkannya, dalam buku tersebut juga dipaparkan sejumlah fakta dan data bagaimana perhutanan sosial telah mengubah pola pikir masyarakat terhadap hutan. Hutan itu bukan lagi tempat menebang kayu, tapi banyak manfaat yang dapat dikembangkan untuk perekonomian.

“Potensi itu berbeda-beda disetiap daerahnya. Paling tidak ada 25 cerita perhutanan sosial yang telah mengubah pendapatan masyarakat di Sumbar ditulis dalam buku ini,” sebutnya.

Bedah Buku

Dinas Kehutanan Sumbar juga membedah buku tersebut. Bagaimana berbagai cerita mereka yang merawat hutan dihamparkan dalam sebuah tulisan.

Buku setebar 267 halaman tersebut dibedah oleh Direktur Harian Pagi POSMETRO PADANG, Firdaus Abie. Wartawan senior tersebut mengatakan, ada banyak informasi yang bisa didapatkan dalam bu­ku tersebut.

Baca Juga  Wako Hendri Septa harus Cepat Respon Surat PKS Padang

Buku itu menyajikan informasi bagaimana perhutanan sosial di Sumatera Barat telah berhasil tumbuh dan berkembang. Se­jumlah Kelompok Usaha Per­hutanan Sosial (KUPS) sudah mampu menghasilkan pendapatan dari mengelola perhutanan sosial.

“Buku ini menarik untuk dibaca dan dicermati, me­ma­parkan bagaimana per­hu­tanan sosial dan pengurusnya telah bertranformasi menjadi opsi pendatapan masyarakat. Ini penting untuk dibaca,” sebutnya.

Bedah buku tersebut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan perhutanan sosial di Sumatera Barat. Diantaranya pengurus KUPS dan LPHN.

Diketahui Dinas Kehutanan Sumbar meluncurkan buku berjudul Perhutanan Sosial Mengentaskan Kemiskinan dari Pinggiran. Buku tersebut ditulis oleh Kepala Dinas Kehutanan Yozarwardi, Wartawan Harian Singgalang Yosrizal Chan, Wartawan LKBN Antara Se Miko Elfisha dan Wartawan Harian Padang Ekspres Wilian Habib. (fan)