BERITA UTAMA

Mobil Pengisi ATM Dirampok Komplotan Bersenpi, Uang Rp 5,6 Miliar Raib, Pelakunya Diduga 3 Orang

1
×

Mobil Pengisi ATM Dirampok Komplotan Bersenpi, Uang Rp 5,6 Miliar Raib, Pelakunya Diduga 3 Orang

Sebarkan artikel ini
PERAMPOKAN— Petugas memeriksa kondisi mobil pengisi uang ATM BRI dirampok komplotan bersenjata api di TKP. Sedangkan mobil Daihatsu Terios BG 1922 PD berwarna putih yang digunakan pelaku sudah berhasil diamankan.

PDG.PARIAMAN, METRO–Mobil pengangkut uang untuk pengisian mesin ATM BRI dirampok oleh komplotan besenjata api di depan Jaya Sen­trikon Flyover Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpa­ria­man, Selasa (27/8) sekitar pukul 02.30 WIB.

Mobil yang dirampok merupakan milik PT Bringin Gigantara yang dilaporkan sedang membawa uang sebesar Rp 5,6 miliar. Pas­cakejadian, Tim gabungan Polres Padangpariaman bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk mem­buru pelaku perampokan itu.

Pada Selasa malam, mobil yang dipakai kom­plotan perampok itu ber­hasil diamankan oleh Polisi di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang dan selan­jutnya dibawa menggu­nakan mobil towing ke Pol­res Padangpariaman. Se­dangkan tersangka pelaku, masih dalam pengejaran tim opsnal dan gabungan sampai malam ini.

Informasi yang dihim­pun, perampokan dilaku­kan oleh tiga orang tidak dikenal terhadap mobil pengisian ATM BRI milik PT  Bringin Gigantara di depan Jaya Sentrikon Fly Over Kampung Kasang Batang Anai. Kejadian berawal pada Senin sekitar pukul 23.00 WIB, ketika pengawal jasa pengisian uang ATM, Bripda Steven, dihubungi oleh seseorang yang me­ngaku bernama Polisi dari Polres Pariaman, dengan tujuan menitipkan barang kepada istrinya yang be­rada di Kota Pariaman.

Kemudian, saat kenda­raan berada di Fly Over Bandara Minangkabau, Brip­da Steven kembali dihubu­ngi pelaku yang mena­nya­kan lokasi dan posisi Bripda Steven. Bripda Steven me­ngirimkan foto warung di sekitar Fly Over Bandara Minangkabau. Setelah itu, Bripda Steven diminta un­tuk menuju Fly Over di depan PT Jaya Sentrikon.

Baca Juga  Akar Rumput Malu jika PAN ke Jokowi

Kemudian, saat mobil berada di Fly Over Ban­dara Minangkabau, Bripda S kembali dihubungi pelaku yang menanyakan lokasi dan posisi Bripda S.  Bripda S mengirimkan foto wa­rung di sekitar Fly Over Bandara Minangkabau. Se­te­lah itu, Bripda S diminta untuk menuju Fly Over di depan PT Jaya Sentrikon.

Sesampainya di bun­daran depan PT Jaya Sen­trikon, mobil yang dikawal Bripda S berhenti, dan saat itu mobil pelaku sudah berada di belakang mobil yang dikawal Bripda Ste­ven. Bripda Sn meng­ham­piri pelaku, dan salah satu pelaku menodongkan sen­jata api ke arah rusuk ka­nan Bripda S.

Pelaku mengklaim di dalam mobil terdapat nar­koba. Dua pelaku lainnya melakukan penggeleda­han serta mengambil pon­sel saksi, kunci mobil, dan brankas. Uang di dalam brankas, yang terdiri dari tujuh box, diambil pelaku dan mereka melarikan diri menggunakan kendaraan Daihatsu Terios BG 1922 PD berwarna putih.

Korban melaporkan ke­ja­dian tersebut ke Polsek Koto Tangah, dan Pawas berkoordinasi dengan Ka­polsek Batang Anai serta Piket SPKT Polres Padang­pariaman untuk penge­cekan TKP.

Baca Juga  KPK akan Klarifikasi Kaesang Pangarep soal Jet Pribadi

Terkait kasus peramp­okan itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono hanya baru membenarkan ada­nya peristiwa ptersebut.

“Kejadiannya itu me­mang ada. Tapi kami belum akan merilis dulu,” kata Suharyano diwawancarai wartawan, Selasa (27/8).

Irjen Pol Suharyono menjelaskan pihak ke­polisian belum merilis se­cara rinci peristiwa peram­pokan ini lantaran kasus penyelidikan masih ber­proses.

“Belum kami rilis ka­rena masih lidik, sidik, nanti khawatirnya menghambat penyelidikan. Nanti saja kalau sudah ada gamba­rannya akan kami sam­paikan,” tambahnya.

Irjen Pol Suharyono mengakui mobil peng­ang­kut uang untuk pengisian ATM ini biasanya dikawal oleh anggota kepolisian. Namun ia tidak memb­e­berkan apakah saat pe­rampokan terjadi terdapat anggota kepolisian atau tidak.

“Memang aturan dika­wal (anggota polisi). Tapi semuanya dalam proses lidik,” ungkapnya.

Sementara itu AKBP Faisol Amir selaku Ka­polres Padang Pariaman yang bertanggung jawab di lokasi kejadian juga belum membeberkan kronologi detail perampokan. Ia ha­nya menjawab kasus da­lam penyelidikan.

“Kami masih melaku­kan penyelidikan. Mohon bersabar, tim sedang beke­raja. Nanti perkem­ba­ngan­nya kami sampaikan lagi,” ungkap AKBP Faisol. (ozi)