PADANG, METRO – Usai Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2018, Ketua Koperbam Chandra berserta pengurus Sekretaris Nursal Uce M, SH, Bendahara Usman Z, Ketua BP Paiman mewanti-wanti seluruh Kepala Regu Kerja (KRK) sebanyak 72 orang dan anggota berjumlah 720 orang, untuk mempelototi semua perkembangan yang terjadi di lingkungan Pelabuhan Telukbayur. Termasuk isu-isu yang berkembang dan terindikasi akan memecah organisasi.
Menindaklanjutinya hal demikian, Jumat (8/3), Ketua Koperbam Chandra dan pengurus lain melakukan rapat untuk membicarakan program organisasi selanjutnya pasca RAT tahun buku 2018 itu.
Dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua Koperbam Chandra itu, berlangsung tegas, padat dan singkat. Bahkan untuk meningktakan SDM pengurus juga mengingatkan kembali kepada anggota yang ingin menjadi KRK untuk melengkapi semua adminstrasinya, termasuk mempersiapkan diri untuk melakukan registrasi ulang dan Uji Kompentensi yang wajib dilalui.
”Sebagai Wakil Ketua Induk Koperasi (Indkop) bidang organisasi dan Sumber daya Manusia (SDM) dan Koordinator Sumber Daya Manusia (SDM) Tenaga Kerjam Bongkar Muat (TKBM) wilayah Sumatera, saya bertanggungjawab untuk mengetahui perkembangan yang terjadi di pelabuhan,” kata Chandra.
“Apapun bentuk, dan isu yang berkembang. Apalagi saat ini tahun politik, kita harus pasang telinga dan mata untuk organisasi Koperbam yang saat ini diakui pusat Inkop, bahwa Koperbam Telukbayur salahsatu TKBM yang ada dari 105 TKBM yang ada di Indonesia yang memiliki andil di pelabuhan,” lanjutnya.
Tak hanya itu, anggota juga harus sukses dalam bidang organisasi dan usaha di TKBM. ”Jadi untuk itu saya meminta kepada KRK dan anggota Koperbam untuk tetap mengedepankan persatuan dan menjaga stabilitas di lingkungan pelabuhan,” ujar Chandra, saat rapat kemarin.
Sebagai contoh ujar Chandra, saat RAT tahun buku 2018 itu pada Kamis (21/2) lalu itu, Koperbam menoreh prestasi tingkat nasional, TKBM Koperasi pelabuhan tercepat melaksakana RAT secara nasional.
Buah dari kerja keras ini, pengurus Koperbam diberi penghargaan oleh pihak Dinas Koperasi dan UKM memberikan piagam pengharagan saat RAT tahun buku 2018.
“Alhamdulillah, perjuangan kita tak sia sia. Meski masih ada persoalan yang mendera, namun kesuksesan yang diraih ini karena Allah SWT, kekompakan kita dan kerja gigih pengurus Koperbam,” ujar Chandra.
Dikatakan Chandra, yang juga menjabat Wakil Ketua Inkop bidang SDM yang baru saja dipanggil pihak Kemenhub RI membicaran perkembangan TKBM di Indonesia, khususnya di Pelabuhan Teluk Bayur. Perkembangan pelabuhan akan sangat ditentukan oleh perkembangan aktivitas perdagangannya. Semakin ramai aktivitas perdagangan di pelabuhan tersebut maka akan semakin besar pelabuhan tersebut. Perkembangan perdagangan juga mempengaruhi jenis kapal dan lalu lintas kapal yang melewati pelabuhan tersebut.
Dengan semakin berkembangnya lalu lintas angkutan laut, teknologi bongkar muat, meningkatnya perdagangan antar pulau dan luar negeri, hal ini menuntut pelabuhan dalam meningkatkan kualitas peran dan fungsinya sebagai terminal point bagi barang dan kapal.
Karena semakin meningkatnya tuntutan pelanggan sehingga peningkatan mutu pelayanan yang diharapkan dapat mengimbangi laju pertumbuhan kegiatan ekonomi dan perdagangan dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, setiap negara berusaha membangun dan mengembangkan pelabuhannya sesuai dengan tingkat keramaian dan jenis perdagangan yang ditampung oleh pelabuhan tersebut.
“Begitu juga untuk Koperbam salahsatu aset pelabuhan yang melayani jasa bongkar muat yang memiliki SDM handal. Kita sudah melakukan registrasi ulang, tambahan pendidikan, uji kompetensi dan yang paling penting lagi adalah Koperbam sudah bekerjasama dengan BPJS, tenaga kerja, kesehatan dan tunjangan hari tua,” jelas Chandra. (ped)





