PDG.PARIAMAN, METRO–Warga Korong Rimbo Karam/bia, Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakih, Kabupaten Padangpariaman, dibuat heboh dengan adanya penemuan mayat pria yang tergeletak di dalam semak dan sudah membusuk, Selasa (20/8) sekitar pukul 16.15 WIB.
Pascapenemuan mayat yang sudah dikerumini lalat, warga pun beramai-ramai datang ke lokasi untuk menyaksikannya. Namun karena mayat tersebut sudah mengeluarkan bau yang menyengat, warga tidak tahan berlama-lama di sana dan lebih memilih menjauh.
Tak berselang lama, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Padangpariaman bersama Polsek Nan Sabaris juga datang untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Setelah itu, mayat yang diketahui bernama Martius Tanjung (63) dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Padang.
Kapolsek Nan Sabaris, Iptu Fahnedi, membenarkan bahwa ada penemuan mayat di sebuah kebun di daerah setempat. Mayat bernama Dahlil Martius Tanjung merupakan warga Kampung Durian, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman.
“Mayat itu pertama kali ditemukan oleh saksi Aidil Fitra. Awalnya, saksi sekitar pukul 16.15 WIB hendak melihat sapinya di kebun sambil berjalan kaki bersama seekor anjing kecil dari rumahnya,” kata Iptu Fahnedi kepada wartawan saat dikonfirmasi.
Namun, dalam perjalanan menuju kebunnya, ungkap Iptu Fahnedi, saksi melihat banyak biawak di dalam semak-semak dekat pinggir kali dan biawak tersebut dikejar oleh anjingnya.
“Karena penasaran, saksi mencoba melihat ke semak tersebut dan terlihat seorang mayat menggunakan baju berwarna merah dengan posisi tertelungkup yang sudah berbau dan dikerubungi banyak lalat hijau,” jelasnya.
Iptu Fahnedi menuturkan, saksi yang menemukan mayat, dibuat kaget dan ketakutan. Saksi selanjutnya memberitahu Bhabinkamtibmas dan masyarakat bahwa ada mayat di semak-semak dengan posisi telungkup.
“Mendapat informasi, kami bersama anggota langsung datang ke TKP untuk evakuasi korban. Mayat dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh tim medis,” ujar Iptu Fahnedi.
Ditegaskan Iptu Fahnedi, terkait kasus tersebut, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban di sana. Pasalnya, tim masih terus menggali informasi dari saksi-saksi.
“Penyebab kematiannya masih dalam proses penyelidikan. Untuk memastikannya, tentu harus dilakukan autopsi pada tubuh korban. Saat ini masih menunggu persetujuan pihak keluarga,” tutupnya. (ozi)





