PAYAKUMBUH/50 KOTA

Workshop Ecoprint dan Batik, Produk Lokal Diharapkan Mampu Bersaing di Tingkat Global

1
×

Workshop Ecoprint dan Batik, Produk Lokal Diharapkan Mampu Bersaing di Tingkat Global

Sebarkan artikel ini
WORKSHOP— Peserta workshop saat memperlihatkan hasil produksi batiknya.

POLIKO, METRO–Pj. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Payakumbuh Ny. Elfriza ‘Chece’ Zaharman membuka dua kegiatan Workshop yakni Ecoprint dan Batik Payakumbuh, guna pengembangan industri tekstil, sandang dan kerajinan di Kota Payakumbuh.

“Workshop ini diha­rapkan bisa meningkatkan kapasitas SDM pelaku UMKM batik maupun Ecoprint,” kata Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh Ny. Elfriza ‘Chece’ Zaharman saat membuka workshop di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Rabu (31/7).

Kegiatan ini merupakan upaya dalam menemukan dan mengembangkan batik khas Kota Payakumbuh serta menghasilkan wirausahawan ecoprint yang professional. “Ini merupakan hal penting untuk melestarikan budaya lokal kita, sekaligus meningkatkan daya saing produk batik di pasar lokal dan nasional nanti­nya,” ucapnya.

Baca Juga  Timpa Rumah Orang Tua Anggota DPRD Payakumbuh, Pohon Berusia 200 Tahun Tumbang

Chece mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas para perajin batik dan ecoprint supaya Payakumbuh memiliki ciri khas batik tersendiri.

Diharapkan melalui pelatihan ini peserta da­pat mengembangkan ke­terampilan dalam membuat batik serta menciptakan motif-motif yang unik dan khas. “Sehingga batik Payakumbuh ini nantinya dapat dikenal lebih luas,” ujarnya.

Ia mengatakan pelatihan ini juga menjadi ajang untuk berbagi pengeta­huan dan pengalaman antara para perajin, se­hingga dapat mendorong inovasi dan kreativitas dalam industri batik di Payakumbuh.

“Produk batik lokal diharapkan mampu bersaing di pasar global dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah,” tutup­nya.

Baca Juga  Nilai Dasar Berakhlak menjadi Pedoman ASN dalam Bekerja dan Mengabdi

Sementara itu Kadis Nakerperin Yunida Fatwa didampingi Kabid Industri Elya Harmi mengatakan workshop ecoprint telah dimulai sejak tanggal 29 Juli lalu dan diikuti oleh 16 peserta se-Kota Paya­kum­buh.

“Untuk Batik Payakumbuh diikuti oleh 15 peserta. Kegiatan kita ini juga didukung oleh DPRD Kota Payakumbuh,” katanya.

Ia menyebut, untuk memberikan hasil yang lebih maksimal pada ke­dua workshop tersebut, pihaknya mendatangkan narasuber dan instruktur professional. “Kita ingin para peserta ini setelah workshop bisa langsung action, dan produk yang diha­silkan bisa langsung di pa­sarkan,” pungkasnya. (uus)