PAYAKUMBUH/50 KOTA

Angka Inflasi Kota Payakumbuh di Bawah Nasional

2
×

Angka Inflasi Kota Payakumbuh di Bawah Nasional

Sebarkan artikel ini
RAKOR PENGENDALIAN INFLASI— Pj Wali Kota Payakumbuh Suprayitno menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) triwulan III di Aula Nan Tongga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Rabu (31/7).

POLIKO, METRO–Menindaklanjuti rakor pengendalian inflasi bersama Kemendagri, Pj. Wali Kota Payakumbuh menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) triwulan III di Aula Nan Tongga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (31/7).

Pj. Wali Kota Payakumbuh mengatakan, untuk Sumbar, penghitungan ang­ka inflasinya diwakili oleh Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Pasaman Barat dengan angka inflasi 4,04 persen yong pada Juni 2024 dan termasuk 10 provinsi ting­kat inflasi tertinggi di Indonesia.

“Alhamdulillah, kita di Payakumbuh sudah di ba­wah itu, bahkan lebih ren­dah dari angka inflasi nasional sebesar 2,51 persen pada Juni 2024,” kata Pj. Wali Kota Payakumbuh Suprayitno.

Baca Juga  20 Hari Razia, 573 Orang Pelanggar Prokes Ditindak

Untuk menjaga laju inflasi di Payakumbuh agar tetap stabil, disebutkan Suprayitno, pihaknya telah melakukan berbagai u­paya seperti pemantauan harga setiap hari, sidak pasar, operasi beras SPHP, melaksanakan bazar, pe­nyaluran beras oleh Bulog dan sebagainya.

“Hasil sidak pasar yang kita lakukan terpantau stabil pada harga ke ekonomian, artinya terjangkau oleh masyarakat dan petani memperoleh untung. Dan hasil pantauan ini, kita laporkan setiap harinya ke Inspektur Jenderal Kemendagri melalui SP2KP,” ucapnya.

Selain itu, Pj. Suprayitno juga melakukan kerjasama antar daerah, membentuk lapau pengendali inflasi yang merupakan kolaborasi antara Bulog dan Koperasi Balai Kota dengan harga jual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Untuk mendukung itu semua, kita mempercepat pelaksanaan kegiatan infrastruktur, realisasi Bansos yang sudah dialokasikan di APBD, menambah frekwensi gerakan pangan murah dan percepatan penyaluran bantuan pa­ngan,” ujarnya.

Baca Juga  Tower Bersama Diresmikan, Komunikasi dan Internet makin Lancar

Berkat laju inflasi yang cenderung stabil, Pemko Payakumbuh diberikan peng­hargaan oleh peme­rintah pusat berupa Insentif Fiskal (IF) pengendalian inflasi tahun berjalan periode pertama 2024 sebesar Rp. 5.598.094.000.

“IF ini kita peroleh karena upaya konkrit kita da­lam pengendalian inflasi serta angka inflasi atau Indek Perkembangan Harga (IPH) yang terkendali de­ngan baik,” pungkasnya.

High Level Meeting TPID triwulan III itu, dibuka oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan dihadiri oleh Bupati/Wali Kota se-Provinsi Sumbar, Kepala BI Perwakilan Sumbar dan undangan lainnya. (uus)