PAYAKUMBUH/50 KOTA

Potensi Wisata Minat Khusus Maek, Dapat Gairahkan Ekonomi Masyarakat

0
×

Potensi Wisata Minat Khusus Maek, Dapat Gairahkan Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, METRO–Pengunjung atau wisa­ta­wan yang datang berkunjung ke Wisata Minat Khusus, Menhir di Nagari Maek Kecamatan Bu­kik Barisan Kabupaten Li­ma­puluh Kota mengeluhkan mi­nim­­nya informasi terkait benda Cagar Budaya yang tersebar di Nagari itu. Selain minimnya informasi, juga banyak Menhir yang berada di kawasan pemukiman masy­a­ra­­kat yang terkesan tidak terawat atau tidak mendapat perha­tian dari pihak terkait. Padahal Menhir yang merupakan Cagar Budaya itu tidak ada di daerah lainnya. Jikapun ada, Namum jumlahnya tidak se­banyak yang ada di Nagari Maek.

Selain itu, pengunjung yang datang juga mengeluhkan infrastruktur jalan ke Nagari Maek masih banyak jalan rusak dan berlobang. Kondisi tersebut bisa menyebabkan minat wisatawan datang jadi berkurang, sebab akses jalan dinilai penting bagi wisatawan/pengunjung.

Hal tersebut diungkapkan Farhan (25) pengunjung asal Kabupaten Tanah Datar. Pria yang tertarik untuk melihat dari dekat peninggalan sejarah berupa Menhir itu rela datang jauh-jauh hanya untuk melihat langsung bukti-bukti peradaban masa lalu berupa batu itu.

“Nagari Maek yang terkenal dengan Negeri seribu Menhir, tentu memiliki magnet tersendiri yang mengundang pengunjung atau wisatawan untuk datang  melihat langsung bahwa ada bukti peradaban masa lalu di Nagari ini. Bukti-bukti tersebut tersebar di berbagai tempat,” ucapnya baru-baru ini.

Namun menurut Farhan, setelah datang dan melihat langsung Menhir di Jorong Koto Godang Nagari Maek, tidak banyak informasi yang bisa ditemui di lokasi. Baik terkait tulisan serta makna yang ada pada tulisan yang terdapat pada Menhir atau Batu Tagak. Tentu sebagai pengunjung yang belum tahu banyak terkait tentang Menhir, kita butuh adanya informasi yang dipasang di lokasi Menhir ini, sehingga bisa menggambarkan apa itu Menhir, kenapa dibangun dan informasi lainnya terkait Menhir,” ucapnya.

Farhan juga menyayangkan banyaknya Menhir yang tersebar di pemukiman masyarakat seperti tidak terawat, jika kondisi tersebut dibiarkan tentu Menhir akan cepat hancur atau rusak. “Dari beberapa titik yang kita lihat, banyak Menhir yang berada di Pemukiman masya­ra­kat yang terkesan seperti ti­dak dirawat. Kondisi ini jika di­biar­kan tentu kedepannya akan membuat Menhir cepat hancur atau rusak” tutupnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota, Syukrianda mengatakan bahwa bahwa setiap Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota memiliki potensi wisata, termasuk Maek dengan adanya Menhir dan pemandangan yang indah. Potensi wisata yang ada dimasing-masing Nagari tidak bisa dikelola tanpa adanya kolaborasi antara masyarakat, Pemerintah Nagari dan Pemerintah Kabupaten serta pihak-pihak terkait.

“Di setiap Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota memiliki potensi pariwisata, tentu semua pihak harus ikut terlibat dan berkolaborasi dalam pengelolaan, sehingga nantinya bisa berdampak banyak bagi masyarakat,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Ia juga menambahkan, Pariwisata itu tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata saja, karena mesti ada  infrastruktur penunjang seperti jalan dan sarana prasarana. Termasuk juga keramahan masyara­kat nagari dalam menyambut kedatangan wisatawan baik lo­kal, regional, nasional maupun mancanegara. “ Selain Dinas Pa­riwisata, dukungan juga ha­rus diberikan pihak lain, di­anta­ra­nya terkait infrastruktur penunjang seperti jalan dan sarana prasarana. Termasuk juga keramahan masyarakat Nagari dalam menyambut kedatangan wisatawan baik lokal, regional, nasional maupun mancanegara,” tambahnya. Ia juga mengakui sangat minimnya informasi terkait dengan Menhir yang ada di Maek, terutama terkait dengan tulisan serta makna yang ada pada tulisan yang terdapat pada Menhir. (uus)