PAYAKUMBUH, METRO–Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) UPT Sumatera Barat, menyebut bahwa sudah terbentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP) di Kota Payakumbuh. Termasuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah (TPPK).
“Terkait dengan kekerasan disekolah, yang melibatkan satuan pendidikan maka sudah terbentuk Satgas PPKSP, kemudian untuk disekolah juga sudah ada TPPK. Hal ini sebagai penerapan Permendikbudristek nomor 46 tahun 2023,” ungkap Widya Prada BBPMP Sumatera Barat, Iryasman, ketika melakukan Media Visit dengan tema sosialisasi program-program prioritas kemendikbudristek, Selasa (30/7) di aula Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.
Iryasman juga menyampaikan Satgas PPKSP akan segera dilakukan bimtek sehingga anggota Satgas yang terdiri dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan ada juga yang melibatkan Dinkes Kota dan Kabupaten. “Satgas ini nanti akan dibekali dengan bimtek bagaimana penanganan kasus yang ada nantinya,” sebut Iryasman.
Selain itu Iryasman juga menguraikan berbagai program merdeka belajar yang sudah memasuki ke-26 episode. Dan tidak semua episode itu diturunkan kebijakannya kepada BBPMP Sumbar. Tetapi ada UPT lain yang juga dibawah Kemendikbudristek. “Dari ke-26 episode itu tidak semua diturunkan kebijakan kepada kita, dan hanya 10 episode dan itu beda-beda episodenya. Makanya yang kita sampaikan yang kita kerjakan,” ungkapnya.
Dia juga menyebut, saat ini untuk Kota Payakumbuh semua sekolah disetiap tingkatan satuan pendidikan sudah menerapkan kurikulum merdeka mengajar. Sementara masih ada didaerah lain yang belum semua tingkatan menerapkan kurikulum merdeka mengajar. Namun, penerapan kurikulum merdeka mengajar akan diwajibkan mulai tahun 2026 nanti.
“Mulai tahun 2026 semua sekolah di Indonesia sudah wajib menerapkan kurikulum merdeka mengajar. Kalau sekarang masih ada sekolah yang belum menerapkan merdeka mengajar, jadi sekarang mendaftar dan penerapannya nanti. Untuk kota Payakumbuh sudah semua sekolah menerapkan kurikulum merdeka mengajar,” terangnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dasril, saat menutup kegiatan menyebut jika kemitraan antara Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dan Wartawan sudah terjalin lama. Namun kegiatan yang difasilitasi BBPMP Sumbar baru pertama kali.
“Tema besar Kemendikbudristek itu merdek belajar dan sekarang sudah ke-26 episode, ada kampus merdeka, sekolah penggerak. Dan program itu Payakumbuh terdepan menyatakan mengimplementasikan program kurikulum merdeka 100 persen disemua satuan pendidikan,” sebut Dasril.
Dia menyebut, Payakumbuh daerah pertama yang melaonching kurikulum muatan lokal merdeka. Selain itu Kota Payakumbuh mengutus 25 orang kepala sekolah untuk ikut tes sekolah penggerak. Dan semua kepala sekolah yang ikut tes lulus, namun hanya kuota 18 sekolah dan itu terbanyak. Kemudian gerakan sekolah sehat, kemudian program transisi PAUD-SD.
“Banyak program pusat yang difasilitasi BBPMP Sumbar, tahun 2022 ada 2 miliar dana reword dari Kemendikbudristek untuk prestasi yang diraih anak-anak didik Kota Payakumbuh. Sinergi dengan pemerintah pusat melalui BBPMP sangat strategis. Kegiatan lain kita selalu bersinergi,” ucapnya.
Dasril juga mengakui Kemendikbudristek melalui BBPMP Sumbar selalu memberikan dukungan dan supir terhadap dunia pendidikan Kota Payakumbuh. “Kita senang bermitra dengan BBPMP. Berbagai kegiatan kita selalu bersinergi dan kita selalu disuport. Sehingga Payakumbuh sangat diperhitungkan di Sumbar, baik anak maupun guru mulai 2022-2024 sudah ada yang mewakili ketingkat nasional,” ucapnya. (uus)






