METRO SUMBAR

Cuaca Panas Landa Padang Capai 32 Derajat Celcius, BMKG Imbau Warga Tidak Bakar Sampah

0
×

Cuaca Panas Landa Padang Capai 32 Derajat Celcius, BMKG Imbau Warga Tidak Bakar Sampah

Sebarkan artikel ini
BERMAIN DI PANTAI— Di tengah cuaca panas hingga 32 derajat celcius di Kota Padang, memilih bermain di Pantai Padang menjadi pilihan bagi warga kota saat ini. BMKG mengimbau warga untuk tetap waspada saat cuaca panas dan diminta untuk tidak membakar sampah.

padang, metro–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Padangpariaman,  me­la­porkan minimnya pertumbuhan bibit awan me­micu peningkatan suhu di daerah itu sejak beberapa hari terakhir.

“Jadi kenapa beberapa hari terakhir terasa panas?, ya karena memang tutupan awannya sedikit,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Padangpariaman Desindra Deddy, Jumat (26/7).

Deddy menjelaskan mi­nim­nya pertumbuhan bibit awan yang terpantau melalui citra satelit me­nye­bab­kan paparan sinar matahari langsung ke permukaan bumi tanpa adanya filterisasi dari awan.

“Imbas sedikitnya tutupan awan ini menyebabkan energi matahari berupa gelombang pendek itu maksimal diterima oleh permukaan bumi,” ujarnya.

Minimnya pertumbuhan bibit awan tersebut berkaitan dengan kondisi fenomena global, regional dan lokal yang tidak men­du­­kung pertumbuhan awan.­ Sebagai contoh, pa­da Juli 2024 Indonesia su­dah memasuki musim kemarau dimana angin monsun timur atau monsun Australia sangat dominan.

Angin monsun Australia sendiri diketahui membawa massa udara yang sifatnya dingin dan kering dari benua Australia dan masuk ke Indonesia yang dapat menyebabkan mu­sim kemarau.

“Jadi, kalau gelombang panas itu karakternya ada perbedaan lima derajat celsius dari suhu kondisi normal,” ujar dia.

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan kondisi peningkatan suhu selama beberapa hari terakhir tidak termasuk fenomena gelombang panas seperti yang terjadi di Afrika, India dan wilayah lainnya.

Terakhir, BMKG meng­imbau masyarakat agar mengantisipasi peningkatan suhu panas terutama saat beraktivitas di ruangan terbuka. Tindakan yang dapat dilakukan mi­sal­­nya menggunakan payung dan pelindung lainnya.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah, atau membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar. Sebab, hal tersebut dapat memicu kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau. (brm)