PADANG, METRO–Majukan sektor pariswisata, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatra Barat (Sumbar) menyarankan agar pemerintah provinsi setempat meningkatkan atau menambah rute penerbangan internasional ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
“Sumbar masih memiliki jadwal penerbangan yang relatif terbatas, sehingga bisa menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengembangan pariwisata dan perekonomian,” kata Kepala BI Perwakilan Sumbar M Abdul Majid Ikram, Kamis (25/7).
Menurut Abdul Majid, pariwisata Sumbar ini potensial untuk dikembangkan dan pariwisata di Sumbar sudah baik, namun tetap perlu memerhatikan faktor pendukung seperti transportasi udara dengan rute penerbangan yang memadai.
“Jumlah penerbangan rute internasional yang masuk ke Ranah Minang belum signifikan jika dibandingkan potensi pariwisata yang dimiliki Sumbar terutama Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jadi, bagaimana arus transportasi terutama pesawat Sumbar ini bisa lebih banyak. Sebab, jadwal penerbangan ke sini masih relatif terbatas,” ujar dia,
Dicontohkannya, Sumbar bisa mengambil potensi kunjungan wisatawan Bali yang punya ketertarikan dengan surfing, dengan destinasi di Sumbar adalah Kepulauan Mentawai.
“Ini tantangan kita, karena yang harus kita ‘tangkap’ adalah wisatawan Bali. Wisatawan Bali ini mirip (karakteristiknya) dengan yang datang ke Mentawai. Mereka rata-rata surfing, seperti dari Australia dan Amerika,” sebutnya.
Disayangkan, penerbangan rute Sumbar ke Bali, dan sebaliknya, malah tidak ada yang langsung, alias tanpa transit. Padahal, dengan adanya rute penerbangan langsung Sumbar-Bali, diyakini bisa meningkatkan minat wisatawan untuk datang ke Sumbar, terutama ke Kepulauan Mentawai.
“Sayangnya, tidak ada penerbangan langsung dari Bali ke Sumbar. Ini juga menyebabkan tingkat kompetensi rendah,” ujarnya.
Untuk destinasi Kepulauan Mentawai sendiri, dia menekankan agar Sumbar membuat satu kontingensi plan (red-Rencana kontingensi) untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing. Penekanan ini karena mengingat adanya kekhawatiran publik terkait potensi bencana alam gempa dan tsunami di Sumbar.
“Kita harus menjaga keamanan dan kepercayaan wisatawan di Mentawai tidak terjadi bencana. Wisatawan asal Australia dan Amerika Serikat yang wisatawan di Bali akan senang berkunjung ke Bali. Katanya, periode sekarang ini, mereka senang, karena ombak bagus di Mentawai,” tutupnya. (rgr)






