METRO SUMBAR

Hoyak Tabuik Piaman 2024, Sedot Puluhan Ribu Pengunjung

1
×

Hoyak Tabuik Piaman 2024, Sedot Puluhan Ribu Pengunjung

Sebarkan artikel ini
SAKSIKAN HOYAK TABUIK— Puluhan ribu pengunjung dan wisatawan menyaksikan Hoyak Tabuik 2024 di Kota Pariaman.

Laporan: Efanurza Kota Pariaman

Pelaksanaan Ho­yak Tabuik Piaman 2024, kemarin,  sedot, puluhan ribu pengunjung untuk saksikan puncak pesona hoyak tabuik Piaman ta­hun 2024 ditandai tabuik dibuang kelaut. Pj Wali Kota Pariaman Roberia mengucapkan terima ka­sih kepada seluruh pihak baik panitia, sponsor, pe­ngunjung dan khususnya media yang ikut memeriahkan kegiatan ini.

“Kota Pariaman merupakan kota yang mempunyai prestasi luar biasa, salah satunya adalah Tabuik karena tahun ini, Pesona Hoyak Tabuik telah terdaftar dalam Karisma Event Nusantara (KEN)  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia. Meskipun yang terdaftar hanya hari ini, tapi jangan pernah kita lupakan bahwa Tabuik ter­sebut dimulai dari Tanggal 1 s.d 10 Muharram yang mengundang banyak wisa­tawan sehingga berpe­ngaruh pada pengingkatan ekonomi masyarakat Kota Pariaman, “ungkapnya.

Pemko Pariaman da­lam memajukan daerah, kerap menggelar event wisata yang telah menjadi agenda wisata di Kota Pariaman, dan terkait de­ngan Pesta Budaya Tabuik Piaman Tahun 2024 ini, Pemko Pariaman berko­laborasi dengan Kemen­terian Pariwisata RI dan Kementerian Kominfo RI.

Sementara itu, Men­teri Pariwisata dan Eko­nomi Kreatif (Menpa­re­kraf) Republik Indonesia yang diwakili oleh Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemen­terian Pariwisata dan Eko­nomi Kreatif (Kemenpa­rekraf), Oni Yulfian dalam sambutannya membacakan pidato Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pemko Pariaman yang telah sukses menyelanggarakan event besar hari ini. Tidak hanya itu, kami juga mengucapkan selamat kepada Kota Pariaman karena telah terpilih menjadi salah satu perwakilan Provinsi Sumatera Barat dalam KEN Tahun 2024. Hal ini terjadi karena adanya kolaborasi antara kamunitas dan seluruh pihak da­lam menyelenggarakan event yang berkualitas, “ ungkapnya.

Keunikan yang dimiliki Kota Pariaman perlu didorong dengan strategi storynomic dengan me­ngedepankan narasi dan konten kreatif dalam se­tiap promosi penyelenggaraan event. Tidak hanya itu, hal ini juga dipadukan dengan pola perjalanan wisata dengan interpretasi menarik sebagai upaya mendorong sektor parekraf yang berkelanjutan.

“Hendaknya Tabuik ini mampu mempromosikan keindahan serta melestarikan tradisi dan kreatifitas masyarakat Kota Pariaman sebagai daya tarik wisata dan ekonomi kreatif sehingga mampu mendorong Kota Pariaman menjadi tujuan wisata yang unggul, berdaya saing global dan terus me­ngedepankan kearifan lokal, “ ujarnya mengakhiri.

Turut hadir dalam puncak Pesona Hoyak Tabuik Piaman Tahun 2024 Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Anggota DPR RI, For­kopimda Provinsi Suma­tera Barat, DPRD Kota Pariaman serta Forkopimda Kota Pariaman.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf RI, Oni Yulfian didampingi Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyerahkan penghargaan kepada Pj Wako Ro­beria sebagai tanda bahwa Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2024 terdaftar dalam KEN.

Sebelumnya nama Az­war pasti banyak masya­rakat Kota Pariaman yang tidak mengenal beliau, tapi kalau ditanyakan pada anak nagari pasa nama Azwar sudah tidak asing lagi bagi mereka.

Azwar (57) adalah seorang anak tabuik yang tinggal di jalan tabuik kelurahan pasir kecamatan pariaman tengah. Beliau sudah berkecimpung da­lam pembuatan tabuik budaya piaman selama le­bih kurang 17 tahun yang dimulai semenjak tahun 2007. Kepiawaian beliau dalam membuat tabuik menjadi modal utama bagi Azwar untuk dipercaya membuat tabuik budaya oleh anak nagari pasa. “Bagi saya membuat tabuik sudah menjadi hobby semenjak tahun 1982 sampai tahun 2006. Disaat kepemimpinan Bupati Anas Malik saya sudah ikut menjadi tukang gandang tasa di­setiap prosesi tabuik hingga tabuik dibuang dipantai”, ungkap Azwar.

Azwar menjelaskan selain menjadi tukang gandang tasa, beliau selalu memperhatikan de­ngan seksama, detail demi detail proses pembuatan tabuik tersebut sampai beliau mempraktekan sen­diri dengan cara membuat tabuik kecil atau yang lebih dikenal dengan tabuik lenong.

Karena ketekunannya dalam belajar, Azwar berhasil menjadikan pembuatan tabuik tersebut sebagai keahliannya yang mempunyai nilai jual sampai akhirnya dipercaya untuk membuat tabuik pasa sampai sekarang.

“Alhamdulillah sampai saat ini saya masih dipercaya untuk membuat tabuik pasa. Kegiatan itu saya lakukan dengan me­libatkan keluarga seperti kakak, adik, anak, menantu, dan keponakan. Mereka semua sudah terlatih dalam pembuatan tabuik sehingga bisa menambah penghasilan mereka untuk keluarga”, terang Azwar.

Azwar menambahkan, untuk proses pembuatan tabuik itu sendiri memakan waktu lebih kurang 15 hari, yang mana untuk pengerjaannya dimulai lima hari sebelum datangnya tanggal 1 muharram dan harus selesai H-1 sebelum tabuik dihoyak.

“Saya sebagai anak tabuik meminta kepada ketua nagari pasa dan pemerintah kota pariaman serta instansi terkait, kalau bisa dalam proses pembuatan tabuik tersebut diadakan acara kesenian tradisional atau lomba untuk menarik pengunjung melihat proses pembuatan tabuik, baik di rumah tabuik pasa dan rumah tabuik subarang. De­ngan adanya acara tersebut akan menambah semangat kami anak tabuik dalam mengerjakan pembuatan tabuik sampai selesai”, ulasnya mengakhiri .(***)