BERITA UTAMA

Antarkan Langsung Usulan dan Rekomendasi ke BNPB, Tidak Kenal Lelah, Gubernur Perjuangkan Dana Penanganan Bencana di Sumbar

3
×

Antarkan Langsung Usulan dan Rekomendasi ke BNPB, Tidak Kenal Lelah, Gubernur Perjuangkan Dana Penanganan Bencana di Sumbar

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN USULAN— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah didampingi sejumlah Kepala OPD Pemprov Sumbar menyerahkan usulan dan rekomendasi penanganan bencana kepada Deputi RR BNPB, Jarwansyah, Jumat (19/7) di Kantor BNPB Jakarta.

JAKARTA, METRO–Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharul­lah terus melakukan perce­patan penanganan bencana longsor, banjir lahar dingin dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Agam, Ta­nah Datar dan Kota Padang Pan­jang pada Mei 2024 lalu.

Dalam upaya penanga­nan pascabencana, Pemerintah Pro­­vinsi (Pemprov) Sumbar me­ngajukan Rp300 miliar lebih kepada pemerintah pu­sat me­lalui Badan Nasional Pe­nang­gulangan Bencana (BNPB). Bahkan, agar anggaran yang diajukan tersebut dapat relealisasi secepatnya, Gu­bernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah langsung me­nindaklanjuti dengan men­datangi Kantor BNPB, Ju­mat (19/7).

Mahyeldi mendatangi Kantor BNPB bersama se­jumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumbar. Keda­tangan Mahyeldi dan rom­bongan disambut langsung oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BNPB, Jarwansyah.

Pengusulan tersebut terbagi dua proses. Per­ta­ma, rekomendasi dari Pem­prov Sumbar dan BNPB pada Kementerian Keua­ngan untuk Balai Ke­men­terian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp153 miliar. Anggaran ini digunakan untuk penanganan air ber­sih, perumahan dan se­kolah. Pengajuan ini sifat­nya rekomendasi, nanti­nya dilaksanakan oleh ba­lai-balai di bawah Kemen­terian PUPR. Kedua, reka­pitulasi penanganan daru­rat bencana longsor banjir bandang, lahar dingin dan banjir.

“Alhamdulillah, kita su­dah bertemu Deputi RR BNPB dan bahas beberapa hal. Di antaranya, seputar percepatan penanganan dampak bencana banjir bandang dan lonsor baik yang di Pessel, maupun yang di Agam, Padang Pan­jang dan Tanah Datar. Ke­mudian kita juga membi­carakan peluang-peluang pendanaannya,” ungkap Mahyeldi usai melakukan pertemuan di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat  (19/7).

Mahyeldi mengungkap­kan, selama pertemuan berlangsung, pembicaraan fokus membahas tentang dua hal. Pertama, terkait percepatan penanganan dampak bencana di Sum­bar. Kedua, tentang pe­luang pendanaan untuk upaya penanganan.

Terkait dengan peluang pen­danaan, sambung Mah­­yeldi, secara umum diusul­kan melalui APBN. Sebagai pe­nguatan, usulan itu nan­ti­nya juga akan disertai re­komendasi dari BNPB. Di ma­na, BNPB akan mendo­rong kementerian dan lem­baga sesuai kewenangan agar mengoptimalkan pemulihan pascabencana Sumbar.

Terkait usulan pena­nganan darurat bencana longsor banjir bandang, lahar dingin dan banjir, me­lalui Dinas Bina Marga Cip­ta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Pro­vinsi Sumbar dan Sumber Daya Air dan Bina Kon­truksi (SDABK) Provinsi Sumbar, dengan total Rp142 miliar lebih. Ang­garan tersebut nanti­nya menggunakan dana siap pakai (DSP) BNPB.

Baca Juga  Korban Jiwa Bencana Sumbar Bertambah, 236 Orang Meninggal, 260 Orang Hilang

“Dukungan BNPB itu akan diberikan dalam dua bentuk, pertama dengan pemanfaatan DSP BNPB dan yang kedua dalam bentuk surat rekomendasi ke kementerian terkait,” jelas Mahyeldi.

Mahyeldi menegaskan, agar upaya percepatan ini bisa segera membuahkan hasil, dalam waktu dekat dirinya menugaskan OPD terkait untuk berkoordinasi dengan jajaran teknis di BNPB. Menurutnya, ini pen­ting dan mesti terkawal, sebab urusan ini berkaitan erat dengan sektor stra­tegis daerah.

“Solusi terkait hal ini harus cepat karena semua­nya vital, ada pemukiman masyarakat, ada irigasi dan ada kebutuhan pa­ngan. Jangan sampai me­mi­cu krisis, itu yang kita antisipasi,” tegasnya.

Kepala Pelaksana (Ka­laksa) Badan Penanggu­langan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Rudy Ri­naldy mengatakan, total rekomendasi usulan yang diserahkan gubernur men­capai Rp153,9 miliar.

Jumlah itu untuk pe­nger­jaan Sistem Pengelo­laan Air Minum (SPAM) di Pessel senilai Rp9,7 miliar. Kemudian untuk PAM­SI­MAS di Pessel senilai Rp10,6 miliar. Total untuk penanggulangan bencana di Pessel Rp20,3 miliar.

Kemudian untuk pe­nanggulangan bencana di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Kota Padang Pan­jang dan Bukittinggi. Usulan tersebut untuk penanga­nan sektor air minum Rp58 miliar lebih. Sektor pra­sarana strategis senilai Rp15,7 miliar.

Untuk sektor penataan bangunan Rp18,7 miliar, sektor sanitasi (pendukung pemukiman hunian tetap relokasi bencana) Rp4,5 miliar. Sektor pengemba­ngan kawasan pemukiman Rp10 miliar, manajemen kontruksi Rp5,5 miliar dan sektor penyediaan peru­mahan Rp21 miliar.

Sementara itu, reka­pitulasi pekerjaan pena­nga­nan darurat bencana alam banjir lahar dingin, banjir bandang dan longsor mencapai Rp142,1 miliar. Untuk penanggulangan ini akan ditindaklanjuti dengan dana DSP BNPB.

Jumlah itu terdiri dari penanganan jalan dan jem­batan. Yakni, jalan Batu Sangkar-Ombilin di Tanah Datar sebesar Rp7,7 miliar, Jembatan SMA 1 Sumbar, di Kota Padang Panjang (Rp7,7 miliar). Berikutnya, ruas jalan Batu Kerambil-Batu Sangkar (Rp9,2 miliar), Ja­lan Lubuk Basung-Sei Li­mau (Rp1,2 miliar), Jalan Baso-Batu Sangkar (Rp119 juta).

Baca Juga  Gudang Olympic Terbakar, Kerugian Capai Rp 5 Miliar

Selanjutnya, Jalan Ma­tur Palembayan (Rp740 juta), Pangkalan Sialang-Gelugur (Rp1,5 miliar) dan Manggopoh-Padang Luar (Rp35 miliar).

Untuk sektor Sumber Daya Air (SDA), pemba­ngunan Daerah Irigasi Bandar (DI) Durian di Ka­bupaten Agam sebesar Rp3,5 miliar, DI Bandar Muka Air di Tanah Datar (Rp1,5 miliar), DI Bandar Gadang Darek di Tanah Datar (Rp2,5 miliar), DI Bandar Jambu di Tanah Datar (Rp2,5 miliar), DI Baramban III Lurah di Agam (Rp1,5 miliar).

Selanjutnya penanga­nan DI Batang Selo di Ta­nah Datar senilai Rp12 miliar, DI Batang Guma­rang di Agam (Rp1 miliar), DI Batang Sianok di Agam (Rp1,5 miliar), DI Batang Ipuh di Padang Pariaman (Rp1,5 miliar), normalisasi Sungai Batang Aia Katik di Agam (Rp5 miliar), reha­bilitasi cekdam Batang Ma­la­na di Tanah Datar (Rp15 miliar) dan normalisasi dan perkuatan tebing Sungai Batang Sia­nok di Bukit­tinggi (Rp25 miliar). Termasuk pena­nganan DI dan Dae­rah Aliran Sungai (DAS) di Kota Padang Panjang se­nilai Rp5,7 miliar.

Kepala Dinas Peruma­han Rakyat, Kawasan Per­mukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sumbar, Rifda Suriani mengatakan, sudah mengirimkan surat terkait dana-dana yang dikelola balai-balai Kementerian PUPR. “Jadi usulannya su­dah dimasukkan. Kemu­dian dari kementerian ter­kait meminta rekomendasi.

Rifda mengungkapkan salah satu sektor yang akan dikerjakan oleh Balai Ke­menterian PUPR adalah perumahan. Untuk itu, Gu­bernur Mahyeldi membe­rikan rekomendasi untuk balai-balai melalui BNPB.

“Kita memberikan re­ko­mendasi dari Pak Guber­nur, bersama BNPB. Kare­na Pak Gubernur ini cepat ditindaklanjuti, maka Pak Gubernur langsung me­nyerahkan rekomendasi itu ke BNPB yang nantinya ju­ga diteruskan pada Ke­men­terian Keuangan,” ujarnya.

Hadir mendampingi Gu­bernur dalam pertemuan tersebut, antara lain, Plt. Kepala Dinas PSDABK Sum­bar, Liwanto; Kalaksa BPBD, Rudy Rinaldi; per­wakilan Kepala Dinas BMCKTR,  Ke­pala Dinas Perkimtan, Rifda Suriani; Kepala Biro Adpim Set­daprov Sumbar, Mur­salim. (AD.ADPSB)