BERITA UTAMA

Dibuka Mulai 21 Juli, Pengendara Dilarang Keras Berhenti saat Melewati Jalur Lembah Anai, Dirlantas: Demi Keselamatan dan Kelancaran Arus Lalin

1
×

Dibuka Mulai 21 Juli, Pengendara Dilarang Keras Berhenti saat Melewati Jalur Lembah Anai, Dirlantas: Demi Keselamatan dan Kelancaran Arus Lalin

Sebarkan artikel ini
UJI COBA— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, bersama Dirlantas Polda Sumbar Kombes Dwi Nur Setiawan saat melakukan uji coba pembukaan jalur Lembah Anai.

PADANG, METRO–Meski pengerjaan perbaikan belum selesai, akses jalan utama penghubung Kota Padang-Bukittinggi via Lembah Anai, Kabupaten Tanahdatar, akan dibuka pada Minggu (21/7). Meski sudah dibuka, pengendara dilarang keras memberhentikan kendaraannya di kawasan itu saat melintas.

Hal itu diungkap Di­rektur Lalu Lintas (Dirlan­tas) Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Nur Setiawan ke­pada wartawan, Jumat (19/7). Menurutnya, larangan berhenti di jalur Lembah Anai bukanlah tanpa ala­san, melainkan demi ke­selamatan para pe­ngen­dara.

“Pengendara dilarang keras untuk berhenti di sepanjang jalur Lembah Anai demi menjaga kese­lamatan diri dan kelanca­ran arus lalu lintas. Kami mengeluarkan larangan itu memertimbangkan kondisi medan, serta situasi di kawasan Lembah Anai,” kata Kombes Pol Dwi Nur.

Dijelaskan Kombes Pol Dwi Nur, meski jalur itu dibuka pada 21 Juli, sampai saat ini pengerjaan per­baikan jalan Lembah Anai belum tuntas. Sedangkan progres perngerjaan per­baikan jalur tersebut se­cara keseluruhan sudah mencapai 30,15 persen dan akan terus dilanjutkan.

“Pengerjaan jalan yang rusak parah karena dihan­tam banjir bandang lahar dingin pada 12 Mei lalu masih terus berlangsung sampai sekarang. Bahkan alat-alat berat juga masih beroperasi di sana, se­hingga pengendara tidak berhenti dengan alasan apa pun yang tidak pen­ting, baik itu untuk mere­kam, mengambil foto, atau kepentingan lain,” ujarnya.

Selain membahayakan, kata Kombes Pol Dwi Nur, pengendara yang berhenti juga berpotensi meng­gang­­gu kelancaran arus lalu lintas lantaran kondisi jalan yang belum selesai dan diberlakukan buka-tutup di beberapa titik ka­rena masih adanya pe­nyem­pitan badan jalan.

“Apalagi, dibukanya jalur Lembah Anai ini tentu arus lalu lintas akan se­makin padat. Pengendara lebih memilih melewati jalur Lembah Anai ketim­bang jalur Malalak. Jadi jalur ini akan dilewati ber­bagai jenis kendaraan mu­lai dari roda dua hingga truk bermuatan. Makanya kami minta pengendara tidak berhenti,” jelasnya.

Ditambahkan Kombes Pol Dwi Nur, untuk me­mastikan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Lem­bah Anai, pihaknya juga menempatkan personel di kawasan itu untuk me­la­kukan pengaturan arus lalu lintas untuk mencegah terjadinya kemacetan.

Baca Juga  Angin Puting Beliung Terjang Pantai Cermin,Kabupaten Solok, Atap Rumah, Toko hingga Huller Beterbangan

“Kami juga mengingat­kan pengendara agar me­merhatikan kondisi serta kelaikan kendaraan ma­sing-masing saat akan me­lintas di Lembah Anai. Kami imbau pengendara patuhi aturan berlalu lintas dan patuhi arahan dari personel yang ditem­pat­kan di sana,” harapnya.

Sama halnya dengan Dirlantas, Kasat Lantas Polres Padangpanjang, Iptu Afrizal Sahar me­ngatakan saat ini masih ada beberapa titik dalam proses perbaikan, se­hing­ga pengendara diminta tidak berhenti ataupun mengambil video atau foto secara sengaja di sekitar area perbaikan.

“Kita sarankan agar pengendara tidak berhenti di area Lembah Anai yang saat ini masih proses pe­ngerjaan perbaikan jalan. Jika berhenti, tentunya akan menyebabkan kema­ce­tan dan juga memba­hayakan pengendara, teru­tama di dekat pengerjaan jalan,” katanya,

Selain itu, Afrizal juga mengimbau agar pengen­dara tetap berhati-hati ketika melintas di bebera­pa titik yang masih dalam proses perbaikan. “Untuk seluruh pengendara tetap berhati-hati ketika melintas dan tetap utamakan ke­selataman,” imbaunya.

Sebelumnya, jalur Lem­bah Anai putus total kare­na mengalami kerusakan yang parah usai dihantam bencana banjir bandang sejak 12 Mei. Penutupan terpaksa dilakukan karena jalan rusak di beberapa titik di kawasan itu untuk mempercepat proses pe­ngerjaan perbaikan jalan.

Setelah dua bulan lebih pengerjaan, pada Kamis (19/7), Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, ber­sama Kepala Balai Pelak­sana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Thabrani dan Dir­lantas Polda Sumbar Kom­bes Dwi Nur Setiawan, me­lakukan uji coba pembu­kaan lalu lintas (open traffic) Jalan Nasional Padang Panjang-Sicincin ruas Lem­bah Anai.

“Alhamdulillah, hari ini kita uji coba pembukaan akses jalan nasional Lem­bah Anai ini, mulai pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB. Setelah itu kita akan evaluasi, karena secara bertahap mulai tanggal 21 Juli akan kita buka untuk umum,” kata Gubernur saat di ruas Jalan Nasional Lem­bah Anai, Kamis (18/07).

Baca Juga  Usai Kapak Istri, Suami Bunuh Diri. Diduga karena Cemburu Buta

Gubernur menyebut­kan, progres jalur tersebut secara keseluruhan sudah mencapai 30,15 persen. Ditargetkan, pada 21 Juli nanti progees pengerjaan sudah menyentuh angka 40 persen. Gubernur me­nga­kui, proses pengerjaan cukup menguras waktu dan tenaga karena medan jalan yang cukup rumit dan di­penuhi bebatuan yang cu­kup keras.

“Meski pun secara ber­tahap sudah kita buka tang­gal 21 Juli ini, tapi peker­jaannya tetap jalan. Oleh karena itu, warga yang akan melewati jalur ini kami minta tetap hati-hati dan bersabar dalam ber­kendaraan. Serta, tidak melaju dalam kecepatan tinggi,” ujar Gubernur lagi.

Gubernur juga merin­cikan, sebanyak lima titik pada jalur tersebut akan diberlakukan sistem buka tutup, demi memastikan keamanan dan kesela­ma­tan warga yang berken­daraan. “Jadi, ini sesuai dengan keinginan masya­rakat, agar jalur ini segera bisa dilewati. Namun, tentu saja kita batasi dari segi jenis kendaraan yang me­lintas, serta kecepatan ken­daraan juga kita batasi,” ujarnya mengakhiri.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala BPJN Sumbar, Thab­rani, mengatakan bahwa total terdapat 16 titik di ruas jalan tersebut yang rusak berat karena bencana alam banjir bandang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 titik masih dalam pe­ngerjaan dengan skala pri­oritas untuk segera dise­lesaikan.

“Untuk target penye­lesaian keseluruhannya, itu tanggal 31 Oktober 2024 nanti. Saat ini kita lakukan uji coba dulu untuk me­mastikan bahwa tanggal 21 Juli bisa open traffic terba­tas secara menyeluruh un­tuk umum,” kata Thabrani.

Thabrani juga me­nya­takan, upaya percepatan pengejaan Jalan Nasional Lembah Anai memang sa­ngat bergantung pada du­kungan Pemprov Sumbar, TNI/Polri, tokoh masya­rakat, serta PT Hutama Karya (HK) selaku rekanan yang terus bekerja siang dan malam.

“Kita mengucapkan te­ri­ma kasih atas dukungan untuk kelancaran pe­nger­jaan sejauh ini. Sesuai de­ngan komitmen pemerin­tah, kita berharap penggu­naan jalur ini secara optimal segera terwujus, kare­na ini memang keinginan masyarakat yang sangat bergantung secara eko­nomi pada jalan ini,” ha­rapnya. (fan/rgr)