BERITA UTAMA

Sakit Hati Dimaki, Kakak Kandung Dibacok hingga Kritis, Kepala Robek dan Tangan Nyaris Putus

1
×

Sakit Hati Dimaki, Kakak Kandung Dibacok hingga Kritis, Kepala Robek dan Tangan Nyaris Putus

Sebarkan artikel ini
PEMBACOKAN— Pelaku AJ (19) ditangkap jajaran Polsek Koto Tangah atas kasus pembacokan terhadap kakak kandungnya.

PADANG, METRO —Seorang pemuda di Kota Padang tega membacok kakak kandungnya sendiri secara brutal menggunakan dengan parang hingga kritis. Mirisnya, pembacokan itu dipicu masalah yang sangat sepele yaitu sakit hati dengan  kata-kata sang kakak.

Peristiwa berdarah yang sempat membuat heboh masyarakat itu ter­jadi di Kawasan Sungai Bangek, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Koto Tangah, pada Rabu, (19/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Korban berinisial BO (28) yang sudah bersimbah darah, langsung dilarikan ke rumah sakit untuk men­dapatkan perawatan in­tensif.

Sedangkan pelaku beri­nisial AJ (19) setelah mem­bacok kakak kandungnya, langsung minggat dari ru­mahnya dan bersembunyi di pondok areal ladang warga. Meski begitu, Polisi yang menerima laporan dari keluarga langsung bergerak cepat mencari pelaku hingga berhasil ditangkap.

Baca Juga  Simpan Sabu dan Ganja, Dua Sekawan Digerebek

Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino membe­narkan adanya aksi pem­bacokan yang dilakukan adik terhadap kakak kan­dung. Akibat pembacokan itu, korban kritis dan harus mendapatkan perawatan medis yang intensif rumah sakit.

“Pembacokan ini dise­babkan oleh hal yang se­pele. Pelaku tersinggung dengan kata-kata yang diucapkan korban, hingga pelaku mengambil pa­rang,” kata Kompol Afrino, Kamis (18/7).

Kompol Afrino menu­turkan, saat terjadinya cek­cok AJ gelap mata mencari parang yang ada di ru­mah­nya tersebut. Setelah men­dapatkan parang, tak tang­gung-tanggung AJ lang­sung melibasnya ke korban.

Baca Juga  Proyek Pemasangan Palang KA di Padang Berujung Maut

“Libasan AJ sebanyak tiga kali tersebut mengenai korban tanpa ampun. Kor­ban mengalami luka sobek di bagian kepala, dan ta­ngan korban nyaris putus akibat tebasan AJ,” ujar dia.

Usai peristiwa tersebut terjadi, dikatakan Kompol Afrino, pelaku AJ melarikan diri, hingga ke sebuah la­dang milik masyarakat dan bersembunyi di pondok yang ada di ladang ter­sebut.

“Namun pelarian AJ setelah menganiaya ka­kaknya tersebut menjadi sia-sia. AJ berhasil dite­mukan dan diamankan oleh polisi setelah mem­burunya hingga sore hari. Pelaku berhasil di tangkap saat bersembunyi di pon­dok sebuah ladang yang ada di kawasan setempat. Pelaku langsung dibawa ke Mapolsek,” katanya. (brm)