POLITIKA

Partisipasi Pemilih pada PSU DPD RI Rendah, Pemerhati Politik Nilai Sosialisasi Tidak Maksimal

0
×

Partisipasi Pemilih pada PSU DPD RI Rendah, Pemerhati Politik Nilai Sosialisasi Tidak Maksimal

Sebarkan artikel ini
Budi Febriandi

LIMAPULUH KOTA, METRO–Rendahnya angka partisipasi pemilih menggu­na­kan hak pilihnya pada pe­milihan suara ulang (PSU) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), di Kabupaten Lima puluh Kota dan Kota Payakumbuh, dinilai pemerhati politik, dipengaruhi berbagai faktor diantaranya sosialisasi dilakukan KPU kurang maksimal.

“Rendahnya partisipasi pada PSU DPD RI dipengaruhi beberapa faktor diantaranya tidak ada kampanye jelang PSU, sementara sosialisasi tidak maksimal, sehingga ada ma­sya­rakat yang tidak tahu dengan PSU dan apa itu PSU,” sebut pemerhati politik Luak Limo Puluah (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Budi Febriandi, kepada awak media.

Selain itu disampaikan Budi Febriandi, PSU dilaksanakan diakhir pekan tepat pada Sabtu 13 Juli 2024 dan menjelang mulai tahun ajaran baru sekolah,  sehingga banyak pemilih yang menyiapkan segala sesuatu untuk sekolah anak dan sebahagian memilih pergi berlibur dari pada pergi ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk m­e­ng­gunakan hak pilih.

Budi begitu Budi Febriandi disapa menilai ada juga faktor masyarakat tidak merasakan manfaat langsung kehadiran Anggota DPD RI dalam kehidupan sehari hari.

“Secara fungsional ang­­gota DPD RI sudah be­kerja, namun masyarakat tidak merasakan langsung mamfaat keberadaan Anggota DPD RI, karena memang DPD tidak sama dengan DPR RI yang lebih bersentuhan dengan penyusunan kebijakan pem­bangunan. Dan DPD lebih banyak kepada pertimbangan yang kadang pertimbangannya dalam proses legislasi diabaikan juga oleh DPR,” jelas Budi.

Sementara Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi, menyebut banyak masyarakat yang tidak tahu ada PSU DPD RI. Ini terjadi karena kurangnya pemberitahuan dan pamplet dari penyelenggara pemilu. Selain itu juga dinilai ada faktor kejenuhan dari masyarakat karena baru selesai melakukan pemilu.

“Ada beberapa faktor juga kenapa angka partisipasi pemilih rendah, diantaranya pemberitahuan dan pamplet yang kurang dari penyelenggara pemilu. Karena waktu pemilu semua melakukan sosialisasi, mulai caleg, partai politik dan penyelenggara pemilu,” ungkap Supardi.

Dia juga berharap agar pada Pilkada 27 November 2024 nanti partisipasi tidak rendah, maka seluruh elemen harus melakukan sosialisasi, baik Paslon, Partai Politik, penyelenggara pilkada, termasuk Pemerintah. “Jangan sampai terjadi di Pilkada, makanya semua elemen melakukan sosialisasi,” harapnya.

Ketua KPU Kabupaten Lima Puluh Kota, Okto Rizaldi, mengakui angka partisipasi pada PSU DPD RI di Lima Puluh Kota sekitar 42 persen. “Partisipasi sekitar 42 persen, dan angka pastinya tentu kita lakukan rekapitulasi dulu,” ucap­nya.

Dia menyebut sebagai penyelenggara pemilu su­dah melakukan sosialisasi semaksimal mungkin. Diantaranya dikatakan Okto Rizaldi, setiap 1 Kepala Keluarga saat menyampaikan undangan atau C Pemberitahuan sudah diberikan brosur.

Selain itu, menurutnya KPU sudah menempelkan stiker disetiap tempat keramaian. Kemudian disetiap nagari dan kecamatan dipasang spanduk.

Pada media sosial PPS, dan PPK juga di posting ajakan ke TPS dan itu juga dilakukan pada akun-akun pri­badi penyelenggara yang jumlahnya lebih ku­rang 900 media sosial.

“Pada hari pemungutan bahkan seperti kecamatan kapur IX, nagari Ampalu di Kecamatan Lareh Sago Halaban KPPS menjemput lansung Pemilih dari rumah kerumah untuk datang me­milih. Dan ada juga kecamatan Harau yang memberi layanan sarapan gratis setelah bekerja sama dengan pemerintah nagari,” sebut Okto Rizaldi yang mudah diakses media.

Sedangkan Ketua KPU Kota Payakumbuh, Wizri Yasir, mengatakan tingkat partisipasi pemilih yang menggunakan hak pilihnya  pada Pemilihan Suara Ulang (PSU) DPD RI di Kota Payakumbuh, pada Sabtu 13 Juli 2024 kemarin, hanya 30,89 persen.

Persentase ini jauh turun dari pada saat pemilihan umum (Pemilu) 14 Februari 2024 lalu, yang mana mencapai angka 79 persen di Kota Payakumbuh. “Angka partisipasi pada PSU DPD RI, Sabtu 13 Juli 2024 kemarin di Kota Payakumbuh mencapai 30,89 persen,” ungkap Wizri Yasir, kepada wartawan. (uus)