BERITA UTAMA

Raih Penghargaan Pendukung Program Kota Wakaf 2024, Gubernur Sumbar Bertekad Maksimalkan Potensi Wakaf

0
×

Raih Penghargaan Pendukung Program Kota Wakaf 2024, Gubernur Sumbar Bertekad Maksimalkan Potensi Wakaf

Sebarkan artikel ini
SEMINAR— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat membuka seminar wakaf internasional, Senin (24/6) lalu di Auditorium UNP.

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pem­prov Sumbar) menjadi satu dari dua Pemprov yang menerima penghargaan sebagai Pen­dukung Program Kota Wakaf Tahun 2024 dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menag RI, Saiful Rahmat Dasuki kepada Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah yang diwakili Kepala Biro Ke­se­jahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumbar, Al Amin, di Auditorium H.M Rasidi Kemenag HM Tham­rin Jakarta, Selasa (16/7).

Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah me­nyatakan, penghargaan tersebut sebagai wujud komitmen Pemprov Sum­bar dalam menggali po­tensi wakaf di daerah.

“Alhamdulillah, kita da­pat laporan tadi, hari ini kita kembali menerima peng­hargaan tingkat nasional terkait dukungan terhadap Program Kota Wakaf. Ha­nya dua provinsi yang men­dapat penghargaan ini, se­lain Sumbar ada Pro­vinsi Aceh,” ucap Mahyeldi yang pada kesempatan yang sama melakukan penin­jauan pelayanan RS Ach­mad Mochtar di Bukittinggi.

Kepala Biro Kesra Set­daprov Sumbar, Al Amin mengatakan, penghar­gaan tersebut diberikan karena kota di Sumbar menda­patkan dukungan dari Gu­bernur dalam gerakan wa­kaf. “Sumbar juga satu-satunya daerah yang me­miliki gerakan wakaf,” se­butnya.

Wakil Menag Saiful Rah­mat Dasuki menyebutkan, Program Kota Wakaf ber­tujuan untuk menggali se­cara optimal potensi wakaf di Indonesia yang diper­kirakan dapat mencapai Rp400 triliun. Saat ini baru bisa terealisasi sebesar Rp40 triliun atau 10 persen dari perkiraan potensi.

“Selain itu, program untuk memaksimalkan rea­lisasi potensi wakaf ini juga bertujuan untuk membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia, menyantuni anak yatim piatu, hingga penyediaan modal usaha bagi UMKM,” ucap Saiful.

Selain Pemprov Sum­bar dan Pemprov Aceh, seba­nyak enam pemerin­tah ka­bu­paten/kota juga mene­rima penghargaan serupa. Di antaranya Pe­merintah Kota (Pemko) Padang, Pe­merintah Kabu­paten (Pem­kab) Aceh Te­ngah, Pemkab Siak, Pem­kab Wajo, Pemkab Gu­nung Kidul, dan Pemko Tasik­malaya.

Pada kesempatan itu, Kemenag RI melalui Direk­torat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam juga me­laksanakan Kick Off Ko­laborasi Program Pem­ber­dayaan Zakat dan Wa­kaf 2024 – Lebaran Yatim: Berbagi Cinta Berlimpah Berkah.

Saiful menyebut, kola­borasi program tersebut meliputi Kampung Zakat, Inkubasi Wakaf Produktif, KUA Pemberdayaan Eko­nomi Umat, Kota Wakaf, dan Gerakan Wakaf Uang. Kolaborasi tersebut  wujud komitmen Kemenag untuk memberdayakan zakat dan wakaf bagi kemas­lahatan masyarakat.

“Pemerintah akan te­rus hadir mendukung dan mengembangkan program-program zakat dan wakaf sebagai bagian dari upaya pengentasan kemis­kinan dan pemerataan ke­sejahteraan,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Islam Ke­me­nag RI Prof. Kamarud­din Amin program Kota Wakaf diluncurkan untuk enam kabupaten/kota yang me­nerima penghargaan ini.

Ia menjelaskan Kota Wakaf merupakan program pemberdayaan, pe­ngembangan, dan penge­lo­laan harta benda wakaf berbasis kewilayahan de­ngan mengikutsertakan Badan Wakaf Indonesia (BWI), pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Kota Wakaf meru­pa­kan program kolaborasi antara Kementerian Aga­ma, BWI, BAZNAS dan Pem­da serta stakeholder lainnya. Kita berharap ka­bu­paten/kota yang dipilih sebagai pilot projek ini dapat menjadi pelopor da­lam Gerakan Indonesia Berwakaf  ke de­pan,” katanya. (AD.ADPSB)