BERITA UTAMA

Akan Dilantik jadi Wapres, Gibran Mundur dari Jabatan Wali Kota

4
×

Akan Dilantik jadi Wapres, Gibran Mundur dari Jabatan Wali Kota

Sebarkan artikel ini
MENGUNDURKAN DIRI— Gibran Rakabuming Raka didampingi oleh Teguh Prakosa sampai di Kantor DPRD Kota Surakarta, untuk menyerahkan surat pengunduran diri sebagai wali kota.

JAKARTA, METRO–Gibran Rakabuming Raka resmi me­nga­jukan surat permohonan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Wali Kota Surakar­ta. Surat pengunduran diri disam­paikan kepada DPRD Surakarta.

Gibran datang ke DPRD Surakarta didampingi oleh Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa dan Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Murtono. Gibran membawa map warna putih berlogo Wali Kota Surakarta.

Setibanya di DPRD Su­rakarta, Gibran disambut Ketua DPRD Budi Prasetyo dan unsur Wakil DPRD Ko­ta Surakarta, seperti Sugeng Riyanto, Ahmad Sapari, dan Taufiqurahman. Usai pertemuan, Gibran membenarkan mendatangi DPRD Surakarta untuk mengundurkan diri.

“Hari ini kami antarkan surat pengunduran diri kepada Bapak Ketua DPRD Solo,” kata Gibran di Su­rakarta, Jawa Tengah, Selasa (16/7).

Baca Juga  Capaian Setahun Prabowo Tayang di Bioskop, Hasan Nasbi: Pesan Komersial Saja Boleh, Kenapa Pemerintah Tidak!

Gibran beralasan mundur karena terpilih sebagai Wakil Presiden Terpilih periode 2024-2029. Selanjutnya, dia akan dilantik pada 20 Oktober 2024.

“Tentunya banyak hal yang harus kami persiapkan dari sekarang,” pungkas Gibran.

PDIP Menilai Aneh

Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yefri Sitorus merespons mundurnya Gibran Rakabuming Raka dari jabatan Wali Kota Surakarta. Ia menilai aneh keputusan tersebut, seharusnya mengundurkan diri saat masa kampanye Pemilu 2024.

“Menurut saya aneh kalau dia mundur se­ka­rang. Karena harusnya dia mundur kan sebaiknya waktu masuk masa kampanye dong. Ya, harusnya menurut saya etikanya harusnya ada di sana,” kata Deddy Sitorus kepada wartawan, Selasa (16/7).

Ia menilai aneh keputusan Gibran tersebut. Seharusnya Gibran menyelesaikan masa kerjanya sebagai Wali Kota. Sebab, saat ini tidak ada hal penting dari keputusannya itu.

Baca Juga  Calon Penumpang di BIM Ditangkap Petugas, Kedapatan Bawa 1,3 Kg Sabu dan Ribuan Butir Pil Ekstasi, Modusnya Dimasukkan dalam Korset di Pinggang

“Jadi, kalau mundur sekarang justru aneh kan. Justru dia harus menuntaskan masa kerjanya di kepercayaan rakyat di Solo dong. Masa di ujung mundur gitu ya. Kalau kemarin nggak mundur atau cuti pas kampanye ya harusnya sekarang selesaikan saja,” cetus Deddy.

“Toh nggak ada yang urgent, sehingga beliau harus mundur kan. Iya, harusnya janji sama rakyat tuh diberesin dulu lah orang tinggal berapa bulan juga. Kemarin waktu kampanye malah nggak cuti. Kok ini udah nggak ada tanggung jawab kampanye malah mundur,” imbuhnya. (jpg)