METRO PESISIR

KemenKes Terapkan ILP Sebagai Transfomasi Kesehatan se Indonesia

0
×

KemenKes Terapkan ILP Sebagai Transfomasi Kesehatan se Indonesia

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN —Kepala Puskesmas Air Santok, Isneli Warni saat berikan sambutan pada acara kemarin,

PARIAMAN, METRO–Kementerian Kesehatan  Republik Indonesia (Kemenkes RI), kemarin,  tengah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai bagian dari upaya transformasi kesehatan di Indonesia. “Program ini memiliki tiga pilar utama yakni penerapan siklus hi­dup sebagai fokus integrasi pelayanan kesehatan, men­dekatkan layanan hing­ga ke tingkat desa dan du­sun, serta memperkuat pe­mantauan wilayah melalui digitalisasi dan pe­man­tau­an melalui dashboard situasi kesehatan per de­sa,” ka­ta Kepala Puskesmas Air San­tok, Isneli War­ni, kemarin.

Kaanya, puskesmas Air Santok Pariaman menjadi percontohan di Provinsi Sumatera Barat dalam hal pelayanan kesehatan ma­sya­rakat. Puskesmas Air Santok  memiliki inovasi Implementasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) yakni berorientasi kepada pelayanan siklus kehidupan mulai dari bayi, balita sampai lansia.

Isneli Warni menyampaikan, program ini telah ada sejak akhir 2023. Ia menjelaskan perubahan signifikan terutama terkait jenis pelayanan. Sebelumnya, layanan bersifat ter­pisah, namun dengan inovasi ILP ini layanan disesuaikan dengan siklus hi­dup yang terbagi dalam empat klaster.

“Kalau dulu itu ada la­yanan poli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dan poli Ba­lai Pengobatan, namun se­karang berorientasi kepada siklus kehidupan dan kelompok umurnya dimana ada beberapa klaster, klaster 1, klaster 2, klaster 3, klaster 4 dan klaster 5 (lintas klaster),” jelasnya.

Klaster tersebut meliputi manajemen, layanan kesehatan untuk ibu hamil, bayi, balita, dan remaja, layanan untuk usia produktif hingga lanjut usia, serta penanggulangan penyakit menular.

Isneli menyebutkan, imbas dari akreditasi pa­ripurna yang diterima Pus­kesmas Air Santok pada tahun 2023 kemarin, Pus­kesmas Air Santok ditunjuk Kemenkes sebagai satu-satunya puskesmas percontohan terbaik di Sumbar.  “Saat ini sudah 9 kabupaten/kota di Sumbar yang melakukan studi banding ke Puskesmas Air Santok Pariaman terkati penerapan ILP ini ,” ujarnya.

Kapus Air Santok yang menjabat sejak tahun 2022 ini juga sering diundang sebagai narsum diber­ba­gai daerah termasuk ke Bekasi. Dan sering melalukan sharing diskusi langsung bersama Direktur Kesmas Kemenkes RI.

Ia mengajak seluruh masyarakat mari sama-sama mendukung transformasi sistem layanan kesehatan primer masyarakat menuju Indonesia sehat khususnya masyarakat Kota Pariaman.  Berharap juga agar Pemko Pariaman dapat memfasilitasi sarana prasarana seperti komputer dan kebutuhan lainnya, karena status pelayanan kesehatan di puskesmas kita ini sudah melalui rekam medik elektronik atau by name by address. (efa)