BERITA UTAMA

RSUD Kamang Baru Resmi Beroperasi, Sijunjung Kini Miliki 2 Rumah Sakit Umum, Bupati Benny: Semoga jadi Lambang Kebangkitan Kesehatan Ranah Lansek Manih

3
×

RSUD Kamang Baru Resmi Beroperasi, Sijunjung Kini Miliki 2 Rumah Sakit Umum, Bupati Benny: Semoga jadi Lambang Kebangkitan Kesehatan Ranah Lansek Manih

Sebarkan artikel ini
MERESMIKAN— Bupati Sijunjung Benny Dwifa dan Wabup Irradattilah meresmikan RSUD Kamang Baru. Dengan demikian masyarakat Sijunjung diharapkan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal.

SIJUNJUNG, METRO–Kabupaten Sijunjung kini resmi memiliki dua rumah sakit umum usai RSUD Kamang Baru diresmikan Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir. Hadirnya rumah sakit di bagian selatan Kabupaten Sijunjung itu diharapkan bisa memaksimalkan pelayanan ke/­sehatan bagi masyarakat.

Selain meresmikan RSUD Kamang Baru yang ter­letak di Jorong Batang Kariang, Nagari Kamang, Ke­camatan Kamang Baru pada Jumat (12/7), Bupati Benny Dwifa juga menandatangani prasasti pe­rubahan nama RSUD Sijunjung yang terletak di Tanah Badantuang, menjadi RSUD Ahmad Syafii Maarif.

Bupati Sijunjung me­ngatakan dengan peresmian tersebut, kini RSUD Kamang Baru sudah mulai beroperasi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Semoga ini menjadi awal kemajuan pembangunan Sijunjung di sektor kesehatan masyarakat,” ujar Benny Dwifa.

Dijelaskannya, luasnya Kabupaten Sijunjung menjadi kendala bagi masya­ rakat untuk bisa mengakses layanan kesehatan di rumah sakit RSUD Sijunjung yang berjarak sekitar 80 KM dari Kecamatan Kamang Baru.

“Sehingga masyarakat kita yang di Kecamatan Kamang Baru dan Tanjung Gadang kerap kali harus pergi ke kabupaten lain untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit,” sebutnya.

Benny mengungkapkan, RSUD Kamang Baru yang diresmikan tersebut diharapkan mampu menjadi rumah sakit sentral di wilayah sumatera bagian tengah sebagai rumah sakit ibu dan anak (RSIA), karena terletak di perbatasan Provinsi Sumbar yang berdekatan dengan Provinsi Riau dan Jambi.

“Lokasi RSUD Kamang Baru ini sangat strategis, berada di segitiga perbatasan Sumbar, Riau dan Jambi. Kita targetkan rumah sakit ini sebagai rujukan untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak, di sam­ping berbagai jenis pela­yanan kesehatan lainnya,” tutur Benny Dwifa.

Selain itu, kata Benny, Kabupaten Sijunjung wajib bersyukur atas terwujudnya pembangunan RSUD Kamang Baru, terutama di te­ngah keterbatasan anggaran daerah pasca pandemi.

“Alhamdulillah, meski dengan semua keterba­tasan pembangunan kita di Sijunjung tetap berjalan. Inilah manfaatnya kolaborasi dengan banyak pihak untuk membangun Sijunjung,” ujarnya.

Alumni IPDN tahun 2008 itu menekankan agar pe­layanan kesehatan bagi masyarakat bisa lebih mak­­simal. “Kita berharap ja­ngan ada lagi masyara­kat yang terkendala akibat minimnya layanan kesehatan di kabupaten ini. Kini kita sudah memiliki 2 RSUD dan 12 Pus­kesmas yang tersebar di seluruh kecamatan, belum lagi Pustu, klinik dan lainnya,” terang Benny Dwifa.

Ditegaskannya, pela­yanan publik merupakan prioritas pertama dalam RP­JMD Kabupaten Sijunjung. “Pelayanan untuk masya­rakat harus optimal. Kami tekankan, jika ada pegawai yang membandel silahkan laporkan kepada kami secara tertulis. Berikan pelayanan terbaik dan kita jaga rumah sakit ini,” tegasnya.

Sambil berjalan dan bertahap, kata Benny, Pem­kab Sijunjung berkomitmen akan terus melakukan pembenahan dan melengkapi seluruh kebutuhan di RSUD Kamang Baru. “Insya Allah kita akan terus lakukan pembenahan, baik itu ba­ngunan, fasilitas, tenaga medis ataupun alat kesehatan yang dibutuhkan,” paparnya.

RSUD Kamang Baru juga menjalin kerjasama dengan RSUP M Djamil Padang dan RSCM Jakarta dalam ber­bagai bidang, terutama untuk peningkatan pelayanan ke­sehatan dan medis.

“Hari ini kita juga men­yerahkan 10 unit ambulance dan 2 unit mobil Pus­kesling serta 16 unit kendaraan roda dua untuk disebar di seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Sijunjung. Untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sijunjung,” pungkasnya.

Hadir pada kesempatan itu Direktur Jendral Pela­yanan Kesehatan Kemenkes RI yang diwakili Ketua Tim Standarisasi Klinis Yan­kes Rujukan dr. Yayan Gusman, dari RSCM Jakarta Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(k)

Wakil Bupati Sijunjung Iraddatillah, Forkopimda, Sekda, ketua TP-PKK, ke­tua GOW, ketua DW, Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD, BUMN, BUMD, kepala BPJS Kesehatan, tokoh ma­sya­rakat, Ninik Mamak dan sejumlah unsur di ting­kat kabupaten. (ndo)