BERITA UTAMA

Bocah 8 Tahun Tewas di Saluran Irigasi, Diduga Gegara Terpeleset saat Main Pancingan Ikan

0
×

Bocah 8 Tahun Tewas di Saluran Irigasi, Diduga Gegara Terpeleset saat Main Pancingan Ikan

Sebarkan artikel ini
EVAKUASI— Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah bocah 8 tahun yang tewas tenggelam di saluran irigasi di Jorong Taratak, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya.

DHARMASRAYA, METRO–Tragis. Seorang bocah laki-laki yang sem­pat dilaporkan hilang tenggelam saat ber­main di pinggir saluran irigasi di Jorong Ta­ratak, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung, Ka­­bupaten Dharmasraya, akhirnya ditemu­kan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban bernama Al­fauzil Tauhid yang akrab disapa Ozil (8) yang saat ini duduk di bangku kelas 3 Se­kolah Dasar Quran (SDQU) Al Kautsar itu, ditemukan 4 jam setelah Tim SAR ga­bungan bersama warga melakuan pencarian di saluran irigasi tersebut.

Sontak saja, orang tua korban menangis histeris melihat tubuh anaknya yang sudah terbujur kaku dievakuasi oleh Tim SAR gabungan dari saluran iri­gasi. Setelah itu, jenazah korban dibawa ke rumah­nya untuk disemayamkan lalu dikebumikan.

Kepala BPBD Dharmas­raya, Eldison mengatakan, berdasarkan keterangan saksi-sksi, kejadian itu ber­awal ketika korban bersa­ma adik dan ibunya datang ke sana untuk berkunjung ke rumah saudara ibunya. Namun, rumah saudara ibu korban berada dekat de­ngan saluran irigasi.

Baca Juga  3 Truk dan Bus Tranex Tabrakan Beruntun, Sopir Truk Bermuatan Besi Terjepit

“Jadi, ketika bertamu ke rumah saudara ibunya, korban ini dibiarkan ber­main di pinggi saluran ir­i­gasi. Korban bermain pan­cingan ikan di pinggir salu­ran irigasi itu. Namun saat mengambil mainannya, kor­ban terpeleset dan jatuh ke pengairan. Kejadian dike­tahui pada Senin 8 Juli 2024 sekitar pukul 18.00 WIB,” kata Eldison, Selasa (9/7).

Dijelaskan Eldison, ibu korban pun dibuat panik karena korban tidak ada lagi di pinggir saluran iri­gasi. Ibu korban bersama warga berusaha melaku­kan pencarian terhadap korban di sekitar saluran iri­gasi, tapi sayangnya kor­ban tidak kunjung dite­mukan.

“Karena korban tidak ditemukan, warga mela­porkan korban hilang ke s BPBD Dharmasraya. Men­dapat laporan itu, kami langsung mendatangi loka­si untuk melakukan pen­carian dibantu oleh perso­nel TNI/Polri dan masya­rakat setempat,” ujar dia.

Baca Juga  Gubernur Sumbar Dukung Geopark Silokek Menjadi UNESCO Global Geopark

Setelah dilakukan pen­carian selama 4 jam lebih atau sekitar pukul 22.05 WIB, kata Eldison, Tim SAR gabungan berhasil mene­mukan korban dalam kea­daan meninggal dunia. Lokasi penemuan korban tidak jauh dari lokasi kor­ban dilaporkan hilang saat bermain.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada se­mua pihak yang terlibat, baik dari TNI, Polri, Satpol PP, dan masyarakat yang telah ikut berpartisipasi melakukan pencarian ter­hadap korban. Setelah kor­ban ditemukan, operasi pencarian dan pertolongan dihentikan,” tegas dia.

Dengan adanya keja­dian ini, kata Eldison, ia mengimbau kepada selu­ruh masyarakat, terutama yang berada di sekitar aliran sungai maupun pe­ngairan, agar lebih berhati-hati dan mengawasi anak-anak mereka saat bermain.

“Kami menghimbau ke­pada masyarakat yang ting­gal di sekitar sungai dan sa­luran irigasi agar lebih berhati-hati dalam menga­wasi anak-anak saat ber­main agar tidak terjadi lagi seperti ini,” pungkasnya. (*)