BERITA UTAMA

Semifinal Inggris vs Belanda, Misi Ulang 1996

0
×

Semifinal Inggris vs Belanda, Misi Ulang 1996

Sebarkan artikel ini

Misi Timnas Inggris untuk mengulang kemenangan mereka atas Timnas Belanda di EURO 1996 akan tersaji di babak Semifinal EURO 2024 yang berlangsung pada Kamis (11/7) pukul 02.00 WIB di Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman.

Kedua kubu tampak tidak meyakinkan sepanjang turnamen, terutama Inggris. Tetapi, kini mereka sama-sama tinggal 1 langkah menuju final Piala Eropa.

Inggris dan Belanda sudah 28 tahun tak ber­jumpa di turnamen besar. Mengesampingkan partai uji coba dan UEFA Nations League (UNL), kali terakhir kedua kubu berjumpa pada ajang resmi ialah di EURO 1996 silam. Tahun tersebut, The Three Lions me­nak­lukkan De Oranje lewat skor 4-1.

Bintang Inggris, Jude Bellingham baru lahir 7 tahun setelah kemenangan fantas­tik itu. Akan tetapi, dalam partai yang berlangsung lebih da­ri seperempat abad lalu, sang pelatih The Three Lions saat ini, Gareth Southgate men­jadi salah satu line-up. Tentunya, South­gate punya mo­tivasi untuk mengu­lang sejarah manis, sekaligus melakukan penebusan.

EURO 1996 adalah tahun yang sama ketika Southgate dianggap se­bagai salah satu penyebab tersingkirnya Inggris dari Jerman di semifinal. Se­bab, ia jadi satu-satunya ek­se­kutor adu penalti yang gagal membobol gawang Oranje. Kini, penebusan kian dekat dengan South­gate.

Sebaliknya, nostalgia lama agaknya juga ingin dibawa Belanda. Pela­tih­nya, Ronald Koeman ada­lah bagian dari kemena­ngan De Oranje di EURO 1988 Jerman. Kembali ke Negeri Panzer, Koeman semakin dekat untuk me­ngulang kisah lama. Lan­tas, kenangan mana yang akan terulang?

Pelatih Inggris, Gareth Southgate perlahan kian dekat dengan penebusan kegagalan EURO 1996, saat Three Lions tersingkir di semifinal. Kemenangan adu penalti atas Swiss di babak 8 besar EURO 2024, menjadi salah satu pene­busan ter­besar sang juru taktik.

Faktanya, kemena­ngan atas Swiss menjadi kali pertama Inggris lolos dari adu tos-tosan di ajang EURO sejak terakhir me­naklukkan Spanyol di pe­rempat final Piala Eropa 1996. Kemenangan terse­but tentu jadi modal ke­percayaan diri, yang bah­kan tak dimiliki pendahulu Jude Bellingham dan ko­lega selama 28 tahun la­manya.

Butuh waktu lama bagi Inggris untuk menghen­tikan kutukan adu penalti. Dimulai sejak kekalahan 1996 atas Jerman, kutukan itu baru terpecahkan 2018 saat Inggris mengalahkan Kolombia di Piala Dunia. Lalu tahun ini, kutukan di Piala Eropa terpecahkan oleh Inggris ketika me­nyingkirkan Swiss.

Di sisi lain, Be­landa datang de­ngan trek positif. De Oranje meru­pakan satu-sa­tu­nya semifinalis yang lolos tanpa harus dipaksa me­mainkan extra time 2×15 menit. Lain hal­­nya dengan Ing­gris, ketika me­reka 2 kali lolos dari lubang jarum lewat cara dramatis.

Catatan pen­ting, Inggris dan Belanda sebenar­nya belum berjum­pa tim unggulan di fase gugur EURO 2024. Inggris me­lewati Slovakia lewat kea­ jaiban di injury time. Me­reka lantas melalui hada­ngan Swiss dengan adu penalti.

Sebaliknya, Belanda se­cara meyakinkan menying­kirkan Rumania lewat skor 3-0 di 16 besar. Di fase berikutnya, De Oranje juga tak terlalu telat panas saat menciptakan comeback di 20 menit akhir ketika me­numbangkan Turki 2-1.

Belanda sudah kalah 1 kali (3 menang dan 1 im­bang). Namun, pasukan Ronald Koeman perlahan pu­nya solusi dalam men­cetak gol. Total 9 gol telah disarangkan Belanda. Pa­dahal, di EURO 2024 ini, Oranje disebut-sebut krisis penyerang tajam.

Kontras dengan Be­landa, krisis gol agaknya masih dihadapi Inggris. Menciptakan rekor 2 kali menang dan 3 kali imbang selama EURO 2024, Tiga Singa baru mencetak 5 gol dari 5 partai. Fakta lain, dalam 2 laga di fase gugur, Inggris selalu telat panas lantaran mencetak 3 gol di atas menit 80.

Masalah tersebut ten­tunya menjadi PR bagi Ga­reth Southgate. Belanda yang kian meyakinkan bisa saja menghukum Inggris lebih cepat, serta meng­ga­gal­kan ambisi sang juru tak­tik untuk mengulang keme­nangan 4-1 pada 1996 silam.

Inggris mendapatkan amunisi tambahan di lini pertahanan. Marc Guehi kembali usai akumulasi kartu. The Three Lions kini juga bisa memainkan Luke Shaw di barisan belakang. Bek kiri Manchester United itu sempat absen sejak fase grup.

Di kubu lawan, Belanda tak memiliki banyak ma­salah untuk tetap me­main­kan skema seperti di laga-laga sebelumnya. Stefan de Vrij dan Virgil van Dijk masih akan mengawal ba­risan belakang. Sedangkan Cody Gakpo masih akan memperkuat lini serang dengan menopang Memphis Depay. (*/rom)

PRAKIRAAN PEMAIN
Inggris (3-4-2-1):
Jordan Pickford; Marc Guehi, John Stones, Kyle Walker; Luke Shaw, Declan Rice, Kobbie Mainoo, Bukayo Saka; Jude Bellingham, Phil Foden;
Harry Kane.
Pelatih: Gareth Southgate.

Belanda (4-3-3):
Bart Verbruggen; Denzel Dumfries, Stefan de Vrij, Virgil van Dijk, Nathan Ake; Jerdy Schouten, Xavi Simons, Tijjani Reijnders; Donyell Malen, Memphis Depay, Cody Gakpo.
Pelatih: Ronald Koeman.