AGAM/BUKITTINGGI

Peringatan Awal Potensi Bencana, PT. Tatonas Pasang 11 Titik EWS di Agam

0
×

Peringatan Awal Potensi Bencana, PT. Tatonas Pasang 11 Titik EWS di Agam

Sebarkan artikel ini
RAPAT KOORDINASI— Pemerintah Kabupaten Agam mengadakan Rapat Koordinasi dengan PT Tatonas terkait pemasangan Early Warning System (EWS) di wilayah Agam. Rapat ini berlangsung di Mess Belakang Balok, Bukittinggi, pada Senin (8/7).

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam mengadakan Rapat Koordinasi dengan PT Tatonas terkait pemasangan Early Warning System (EWS) di wilayah Agam. Rapat ini berlangsung di Mess Belakang Balok, Bukittinggi, pada Senin (8/7).

Okta, perwakilan dari PT Tatonas, mengungkapkan bahwa akan dipasang 2 titik EWS di Air Terjun Badorai dan Air Terjun Sarasah, dengan total 11 titik EWS yang direncanakan di Kabupaten Agam.

EWS atau sistem peringatan dini adalah alat yang dirancang untuk memberikan peringatan awal kepada masyarakat mengenai potensi bahaya atau bencana, seperti erupsi Gunung Marapi.

Sistem ini bertujuan untuk meminimalisir risiko dengan memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada warga sekitar.

Selain pemasangan EWS di dua air terjun tersebut, juga akan dipasang 6 sirine di berbagai lokasi strategis, yaitu di SMA 1 Sungai Pua, Mushola Al Mujahiddin Bukik Bata­buah, SDN 08 Kubang Duo, Musholla Ath Thayyibah Cangkiang, Gudang Gabah, dan Mushola Al Ihsan.

Pada rapat tersebut, Okta menekankan pentingnya sosialisasi kepada ma­ syarakat dan tokoh ma­syarakat setempat mengenai penggunaan lahan, tempat, dan bangunan yang dimaksud.

Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat lebih siap dan responsif terhadap peringatan dini bencana.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Agam, Budi Perwi­ranegara menyampaikan pemasangan EWS direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Juli dan pro­sesnya tidak akan mengganggu aktivitas ma­syarakat.

Ia juga mengimbau pihak kecamatan, walinagari, tokoh masyarakat, serta Kelompok Siaga Bencana (KSB) untuk menjaga dan merawat alat EWS tersebut jika sudah terpasang.

“Dengan menjaga alat EWS ini, kita dapat meminimalisir risiko bencana di sekitar Gunung Marapi,” ujar Budi.

Rapat koordinasi ini diharapkan dapat mening­katkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. (pry)