SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Dukung Pemberdayaan Masyarakat, PT Semen Padang Serahkan Bantuan Alat Tenun ke Dolas Songket

0
×

Dukung Pemberdayaan Masyarakat, PT Semen Padang Serahkan Bantuan Alat Tenun ke Dolas Songket

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN BANTUAN— Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra 6 unit Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) kepada Pj Wako Sawahlunto Fauzan Hasan, dan selanjutnya diberikan kepada Dolas Songket di Dusun Guguak Palam, Desa Lunto Timur, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Rabu (3/7) pagi.

SAWAHLUNTO, METRO–Direktur Utama  PT Semen Padang Indrieffouny Indra, menyerahkan bantuan 6 unit Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) kepada Dolas Songket di Dusun Guguak Palam, Desa Lunto Timur, Kecamatan Lem­bah Segar, Kota Sa­wahlunto, Rabu (3/7) pagi. Diterima oleh Pejabat (Pj) Walikota Sawahlunto Fauzan Hasan, bantuan alat tenun itu selanjutnya diserahkan kepada pengelola Dolas Songket, Anita Dona Asri.

PT Semen Padang, ka­ta Indrieffouny, berharap bantuan ATBM dapat me­ningkatkan kuantitas dan kualitas songket yang di­produksi oleh Dolas Song­ket yang merupakan salah satu mitra PT Semen Pa­dang dalam pemberda­yaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Pemberdayaan terha­dap Dolas Songket ini pun dilakukan oleh PT Semen Padang, karena pembinaan yang dilakukan oleh Dolas Songket kepada para penenun di Desa Lunto Timur ini sejalan dengan program TJSL perusahaan yang berorientasi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang berpedoman kepada ISO 26000 SR, sebagai standar pelaksanaan program CSR.

Bahkan, kata dia, berbagai bantuan pun telah disalurkan oleh PT Semen Padang untuk mendukung Dolas Songket dalam me­lakukan pembinaan kepada masyarakat Sawahlunto, khususnya masyarakat di Lunto Timur. Bantuan tersebut selain ATBM, juga ada bantuan berupa pelatihan digital dan desain songket, serta pelatihan manajemen bisnis dan ma­najemen keuangan kepada pengelola Dolas Songket.

Tidak hanya itu, PT Semen Padang perusahaan juga membantu mempromosikan Dolas Songket melalui berbagai pameran. Bantuan promosi itu dilakukan, karena sebagus apapun produknya kalau tidak didukung oleh pemasaran yang baik, tentu tidak akan dikenal oleh masyarakat dan tidak akan ada transaksi jual beli. Apalagi, lokasi Dolas Songket sendiri yang berada di Desa Lunto Timur, juga jauh dari pasar.

“PT Semen Padang mendukung marketing Dolas Songket. Dukungan tersebut selain melalui event pameran, juga dukungan marketing di berbagai platform media sosial, sehingga bisa efektif untuk menjangkau konsumen nantinya. Nah, de­ngan begitu, maka peluang Dolas Songket untuk mendunia akan semakin terbuka lebar,” ujarnya.

Pj Walikota Sawahlunto Fauzan Hasan mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah berkolaborasi dengan Dolas Singket dalam pemberdayaan para penenun di Desa Lunto Timur ini. Dia berharap, bantuan ATBM yang diberikan oleh PT Semen Padang ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Dolas Songket dalam mening­katkan produksi songket yang berkualitas.

“Semoga Alat Tenun Bukan Mesin atau ATBM ini menjadi ATM bagi pe­nenun kita. ATM ini kan sumber uang, makanya jadikanlah ATBM ini sebagai ATM untuk masya­ra­kat Lunto Timur, khususnya bagi para penenun binaan Dolas Songket. Apa­lagi, di belakang Dolas Songket ini juga ada PT Semen Padang yang mendukung penuh pembinaan terhadap pe­nenun Dolas Songket. Tentunya, ini sebuah kebanggaan bagi Dolas Songket sendiri,” katanya.

Ia juga sepakat dengan PT Semen Padang untuk menjadikan Dolas Song­ket Mendunia. “Saya sangat sepakat sekali dengan PT Semen Padang. Songket yang diproduksi Dolas Songket ini harus kita dukung untuk mendunia. Tentunya, pengelola Dolas Songket harus mela­kukan inovasi terhadap songket yang diproduksinya,” ujar Fauzan.

Inovasi itu harus dilakukan, sebutnya, karena songket sendiri merupakan produk ekslusif dan belum menyasar masya­rakat golongan me­nengah ke bawah, mengingat harganya tidak ada yang di bawah Rp300 ribu per me­ter. Untuk itu, yang harus dipikirkan oleh Dolas Songket ke depannya adalah bagaimana mempromosikan songket sampai level bawah.

Dia pun menyarankan strategi yang bisa diimplementasikan oleh Dolas Songket, seperti mengkombinasikan songket dengan baju kaus dan baju kemeja, serta kombinasi songket dengan jacket, serta membuat logo dari songket untuk kebutuhan baju bagi karyawan atau pegawai instansi, termasuk bagi karyawan PT Semen Padang sendiri. “Nah, dengan begitu kita tidak harus beli songket 2-3 meter. Setengah meter pun bisa, sehingga dengan begitu masyarakat level bawah pun juga bisa menjangkaunya,” kata Fauzan.

Pengelola Dolas Songket Anita Dona Asri mengucapkan terima ka­sih kepada PT Semen Padang yang telah memberikan bantuan Alat Tenun Bukan Mesin kepada Dolas Songket. Kata dia, bantuan ini sangat bermanfaat sekali bagi Dolas Songket untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. “Selama ini untuk 1 bulan itu, kami bisa memproduksi 150 pcs. Nah, dengan adanya bantuan alat tenun ini, maka ke depan jumlah songket yang kami produksi bisa ditingkatkan,” katanya.

Dia pun mengaku bangga menjadi mitra PT Semen Padang dalam program pemberdayaan masyarakat. Karena, du­ku­ngan dari perusahaan semen kebanggaan ma­syarakat Sumbar ini sangat luar biasa manfaatnya. Karena, selain diberikan bantuan ATBM, sebelumnya Dolas Songket juga difasilitasi oleh PT Semen Padang untuk berbagai pelatihan, seperti  manajemen bisnis dan keuangan, serta pelatihan membuat motif.

“Selain itu, kami juga dibantu berbagai peralatan lainnya seperti laptop untuk membuat desain motif dan juga bantuan printer untuk mencetak motif songket yang kami desain. Intinya, kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari mitra PT Semen Padang dalam program pemberdayaan ma­s­yarakat. Kesempatan dan kepercayaan dari PT Semen Padang ini insya Allah tidak akan kami sia-siakan, dan akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Dona.

Terkait saran dari Pj Walikota Sawahlunto, Do­na pun mengaku sangat setuju dengan saran ter­sebut, mengingat songket sendiri merupakan produk ekslusif dengan harga bisa mencapai jutaan rupiah. “Ya, saya sangat setuju sekali. Karena, saran ter­se­but pada intinya, ba­gaimana semua orang bisa pakai songket. Saran ini akan jadi masukan buat Dolas Songket untuk ke depannya,” pungkas Do­na. (pin)