PADANG, METRO–Menyongsong Indonesia Emas 2045, kita dihadapkan pada tantangan besar untuk mempersiapkan Sumberdaya Manusia yang unggul, kompeten dan berdaya saing global. Hal ini disampaikan Letjen TNI Eko Margiyono Gubernur Lemhannas RI dalam Pidatonya yang disampaikan Sekretaris Utama Lemhannas RI, Komjen Pol Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si, saat membuka Dialog Kebangsaan Nasional yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Padang. Rabu (3/7).
Dialog Kebangsaan Nasional ini dilaksanakan Lemhannas RI dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan tema “Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045”, diikuti 100 peserta terdiri dari organisasi kemahasiswaan, pemuda, Birokrat, TNI, Polri.
Panca Putra yang juga mantan Kapolda Sumatera Utara ini menyampaikan, dalam era globalisasi dan revolusi Industri 4.0, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama untuk mencapai kemajuan dan k sejahterakan bangsa.
Untuk Mewujudkan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional bangsa Indonesia tersebut, Lemhannas RI bersama dengan Provinsi Sumatera Barat mengadakan kegiatan Dialog Kebangsaan Nasional.
Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan salah satu program prioritas nasional yang diamanahkan kepada Lemhannas RI dalam menghadapi Indonesia Emas 2045.
Untuk itu, dia berharap kepada seluruh elemen anak bangsa membangun dan persiapkan diri dengan karakter kebangsaan yang dimiliki untuk bisa mewujudkan Indonesia emas 2045.
“Kegiatan ini kita lakukan dalam bentuk dialog kebangsaan dalam tujuannya adalah membangun dan merefleksikan kembali semangat mengenali kebangsaan dengan didasarkan pada 4 konsensus dasar bangsa Indonesia yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Itu harus kita jaga bersama di Sumatera Barat yang menjadi salah satu Provinsi yang ditetapkan dalam melaksanakan kegiatan ini,” ucapnya.
Menurutnya, Sumatera Barat tidak bisa terlepas dari perkembangan sejarah Indonesia. Wakil Presiden Republik Indonesia pertama adalah Bunga hatta. Pemuda asli Sumatra Barat ini telah menjadi contoh dalam membangun demokrasi di Indonesia. Bahkan, dia juga yang mendorong pertama kali Pemilu tahun 1955 dengan dibentuknya partai-partai politik. “Kita berharap melalui dialog kebangsaan ini, para peserta bisa terus menularkannya kepada anak-anak muda,” harapnya.
Tema yang diangkat kali ini sangat relevan dan penting dalam konteks membangun Bangsa. Penguatan kapasitas sumberdaya manusia tidak hanya mencakup aspek pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga mencakup pengetahuan karakter, wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme. “ Kita perlu membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tapi juga memiliki integritas, moralitas dan kepedulian sosial yang tinggi,” tegasnya.
“Dialog ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk bertukar pikiran, berbagai pengalaman dan merumuskan strategi -strategi konkrit dalam upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia,” tambahnya. Terakhir dia menyampaikan dengan hadirnya para ahli yang berkompeten di bidangnya, Saya yakin kita dapat menghasilkan rekomendasi – rekomendasi yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa. (hsb)






