METRO SUMBAR

Kekerasan Terhadap Anak di Sumbar Meningkat, Januari hingga April 2024 Kasus Seksual Merajelala   

7
×

Kekerasan Terhadap Anak di Sumbar Meningkat, Januari hingga April 2024 Kasus Seksual Merajelala   

Sebarkan artikel ini
EDUKASI KASUS KEKERASAN ANAK— Ketua P2TP2A Provinsi Sumbar Harneli Mahyeldi, menghadiri osialisasi dan edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

PASBAR, METRO–Pemerintah Provinsi Su­matera Barat (Sumbar) melalui Dinas Pemberda­yaan Perempuan, Perlin­dungan Anak, Pengenda­lian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumbar bersama DPPKB­P3A Pasaman Barat meng­gelar sosialisasi dan edukasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ny. Harneli Mahyeldi, Ketua P2TP2A Provinsi Sumbar sekaligus pemateri dalam sosialisasi tersebut.

Kegiatan yang turut dihadiri Ketua P2TP2A Pasbar, Ny. Titi Hamsuardi, Kepala DPPKBP3A, Anna Rahmadia, perwakilan nagari, serta stakeholder terkait tersebut dibuka oleh Kepala Bidang PHPA DP3AP2KB Provinsi Sumatera Barat, Rosmadeli, yang hadir mewakili Kepala DP3AP2KB.

Rosmadeli, menjelaskan bahwa kegiatan ini di­selenggarakan sebagai ba­gian dari komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Ia juga menyampaikan data meningkatnya kasus kekerasan di Suma­tera Barat, dengan 272 kasus kekerasan terhadap anak dan 871 kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2023. Hingga April 2024, tercatat 146 kasus kekerasan, ma­yoritas di antaranya adalah kasus kekerasan seksual.

Baca Juga  Bantuan untuk Nelayan dan Penjual Ikan, Genius: Berimbas pada Peningkatan Kesejahteraan

Rosmadeli menyoroti bahwa di Pasaman Barat sendiri terdapat 45 kasus kekerasan, menunjukkan pentingnya upaya bersama dalam menangani ma­salah ini.

“Menangani masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga memerlukan kerjasama lintas sektor. Penting untuk menuntaskan ma­salah ini secara bersama-sama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Pasbar, Ny. Titi Hamsuardi, menjelaskan bahwa P2TP2A merupakan pusat pelayanan terpadu untuk perempuan dan anak, memberikan ber­bagai layanan seperti pe­ngaduan korban keke­ra­san, layanan kesehatan, pemeriksaan psikologi, pen­dampingan hukum, hingga rehabilitasi sosial.

Baca Juga  Marlena Ikuti Ajang Pemilihan PAI Award Tingkat Nasional

“Visi P2TP2A Pasbar adalah mewujudkan perempuan dan anak yang mandiri dan bermartabat sesuai dengan hak asasi manusia, dengan misi utama memberikan layanan informasi, pendampingan psikologi, dan advokasi hukum untuk mencegah ke­kerasan terhadap perempuan dan anak,” paparnya.

Ny. Titi juga menyebutkan bahwa P2TP2A Pasbar berkolaborasi dengan sektor-sektor terkait dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus ke­ke­rasan.

“Terima kasih atas ter­selenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Semoga dapat membantu menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pasbar, dengan mening­katkan koordinasi lintas sektor dan partisipasi ma­syarakat serta keluarga,” ucapnya. (end)