METRO SUMBAR

Satu-satunya dari Provinsi Sumbar, Menteri PAN RB Resmikan MPP Tanah Datar

0
×

Satu-satunya dari Provinsi Sumbar, Menteri PAN RB Resmikan MPP Tanah Datar

Sebarkan artikel ini
TANDA TANGAN—Bupati Eka Putra tandatangani surat peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Tanah Datar oleh Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas di Sheraton Hotel Jakarta Selatan, Senin (24/6).

TANAHDATAR, METRO–Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Tanah Datar menjadi satu-satu­nya Kabupaten/kota di Su­matera Barat dari 15 Kabupaten/kota se Indonesia yang diresmikan MPP-nya oleh Menteri Pendayagu­naan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN RB) pada Senin (24/6). Bupati Tanah Datar Eka Putra langsung hadir dan menandatangani prasasti digital peresmian disaksikan Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas di She­raton Hotel Jakarta Selatan pada acara Peresmian Bersama MPP.

Bupati Eka Putra di­dampingi Asisten Administrasi Umum Jasrinaldi, Kadis PMTSP Syofa Nova Budianto dan Kabag Prokopim Dedi Tri Widono selepas peresmian menyampaikan, pembangunan MPP sebagai komitmen untuk peningkatan pela­yanan publik kepada ma­syarakat Tanah Datar.  “Sebelumnya pelayan kita melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu, alhamdulillah, setelah diresmikan fisik bangunan pada 24 Januari 2024 lalu dan diresmikan sekarang oleh Menpan RB, maka status pelayanan kita meningkat menjadi MPP,” katanya.

Dikatakan Eka Putra, gedung MPP yang ber­tingkat 2 tersebut memiliki 15 gerai dengan 104 jenis layanan untuk masyarakat  dari 7 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 4 Instansi Vertikal, 1 Lembaga Ke­uangan, 1 Perumda dan 1 lembaga Pemprov Sumbar. “Sebanyak 15 gerai itu ada mulai dari Dinas PMP­TSP, Dinas Nakerin, Dukcapil, Dinas Perkim LH, Dinas PU PR dan Pertanahan, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan serta Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah. Kemudian Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, DJP atau pajak, Polres Tanah Datar, Samsat, Bank Nagari dan PDAM Tirta Alami Batusangkar,” terangnya.

Baca Juga  Cipatakan Suasana Bersih, Kapolsek dan Personel Bersihkan Masjid

Bupati mengatakan, dengan adanya MPP diharapkan semakin mampu memberikan berbagai pe­layanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan. “Di dalam MPP berbagai gerai pelayanan siap melayani berbagai kebutuhan masyarakat da­lam satu lokasi, sehingga tentu hal ini sangat memudahkan masyarakat. Insya Allah, ke depan akan terus ditambah dan ditingkatkan lagi gerai-gerai lainnya, dengan memanfaatkan perkembangan tek­nologi digital atau online,” tukasnya.

Sebelumnya Menpan RB Abdullah Azwar Anas menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Walikota yang telah hadir untuk melakukan penandatanganan peresmian Mal Pela­yanan Publik dan Mal Pe­layanan Publik Digital. “U­jung dari birokrasi adalah pelayanan. Oleh karena itu, kunci penyelenggaraan MPP adalah komitmen, kerja sama, integrasi, serta kinerja dan kualitas pe­layanan.,” ujar Menpan RB.

Menpan Abdullah juga berpesan kepada seluruh Bupati dan Walikota untuk dapat melakukan survei kepada publik melalui lembaga survei terhadap ke­puasan terhadap MPP. “Mu­dah-mudahan kedepannya status ke-15 Mal Pelayanan Publik yang kita resmikan ini tidak turun menjadi pelayanan terpadu satu pintu . Karena harapan kami ke depan Mal Pelayanan Publik da­pat berfungsi dengan baik, karena itu Saya minta kepada Bupati dan Wali Kota untuk melakukan survei kepuasan publik setiap e­nam bulan sekali,” ujar­nya

Baca Juga  Menteri PU Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Sabo Dam

Sementara itu Plt. De­puti Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Akik Dwi Suharto Rudolfus mengatakan saat ini di Indonesia sudah ada 191 MPP Kabupaten/Kota yang di­res­mikan. “Dengan peres­mian 15 MPP hari ini, maka sudah ada 206 MPP yang ada di Indonesia menjadi 206 MPP,” sampainya.

Ditambahkan Akik Dwi Suharto Rudolfus, MPP lahir sebagai salah satu mo­del intervensi dan terobosan pemerintah dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat atas pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan profesional. “Penyelenggaraan Mal pelayanan publik dilakukan dengan menyatukan seluruh jenis pelayanan yang ada di sebuah pemerintah daerah ke dalam satu tempat dan terintegrasi dalam sebuah lokasi dan sistem,” pungkasnya.

Adapun 15 MPP yang diresmikan bersama a­dalah Kabupaten Labuhan Batu Utara, Kabupaten Ta­nah Datar, Kabupaten Kampar, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Jombang, Ka­bupaten Mojokerto, Kabupaten Bima, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Ka­bupaten Gunung Mas, Ka­bupaten Buton, Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Luwu. (ant)