SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Mak Silo, Maskot Pilkada Kota Sawahlunto

0
×

Mak Silo, Maskot Pilkada Kota Sawahlunto

Sebarkan artikel ini
MASKOT PILKADA— KPU Sawahlunto mengenalkan Mak Silo, yang merupakan maskot untuk Pilkada 2024 Kota Sawahlunto.

SAWAHLUNTO, METRO–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sawahlunto luncurkan maskot dan tahapan dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) bulan November mendatang. Acara diadakan di Lapangan Segitiga, Sabtu malam (22/6).

Maskot tersebut diberinama Mak Silo. Mak Silo terinspirasi dari salah satu ikon pariwisata kota yaitu Taman Silo dengan memiliki makna masyarakat de­mo­krasi Sawahlunto.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Sawahlunto Hamdani mengatakan peluncuran tahapan dan mas­kot dibuka secara umum kepada masyarakat agar masyarakat kota turut mengetahui pesta de­mokrasi untuk memilih Wa­li­kota dan Wakil Walikota untuk Kota Sawahlunto.

Dengan telah memasuki pemutakhiran data pemilih, diharapkan kepada pemerintah, stakeholder dan masyarakat untuk berpar­ti­sipasi seperti halnya pa­da Pemilu Februari lalu.

“Dengan partisipasi pe­milu Februari mencapai 83,01 persen, kami mengajak kolaborasi dan kerjasama untuk sama-sama men­­sukseskan Pilkada kali ini,” tutur Ketua Hamdani.

Komisioner KPU Pro­vinsi Sumatera Barat Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masya­rakat dan SDM Jons Manedi mengatakan untuk mas­kot Pemilihan Umum Gu­ber­­nur (Pilgub) bernama SiCaro yang telah diperkenalkan Mei lalu.

Ia menambahkan pada Pemilu lalu, Kota Sawahlunto menempati urutan ketiga dalam persentase partisipasi masyarakat di­ba­wah Dharmasraya dan Pa­dang Panjang.

“Ada tiga wilayah yang telah melakukan peluncuran maskot Pilkada yakni, Sa­wah­lunto, Bukittinggi dan Pasaman Barat. Melihat banyaknya masya­ra­kat yang hadir pada hari ini, semoga dapat meningkatkan lagi partisipasi ma­sya­rakat pada Pilkada mendatang,” ucap Komisioner Jons Manedi.

Penjabat (Pj) Wali Kota Sawahlunto Fauzan Hasan dalam arahannya meng­imbau kepada masyarakat untuk senantiasa berpartisipasi aktif dalam pemilihan Walikota kali ini. Dengan peluncuran ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk membangun koordinasi yang harmonis dengan luber-jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil).

“Suhu politik sangat tinggi saat pilkada, namun jangan perbedaan tersebut menjadi konflik, tetapi jadikan sebagai pendewasaan kita dalam berdemokrasi. Dengan koordinasi dan komitmen yang kuat akan mendapatkan pemimpin yg sesuai dengan kebutuhan dengan po­litik adu ide dan gagasan,” tutur Pj Wako Fauzan. (pin)