SOLOK, METRO – Pemerintah Kota Solok menargetkan produksi padi sebanyak 17.000 ton pada 2019 ini. Angka itu naik 478,5 ton dibanding produksi tahun lalu yang hanya 16.521,5 ton.
Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa mengatakan, untuk mewujudkan target tersebut, pemanfaatan lahan secara maksimal dan penerapan teknologi dalam peningkatan produksi akan terus dilakukan. Kemudian, pihaknya kembali memaksimalkan pola tanam jajar legowo atau Jarwo untuk mengoptimalkan produksi dari sawah yang sudah ada.
“Keterbatasan lahan harus disikapi dengan bijak. Kalau melihat kondisi Kota Solok saat ini, cukup sulit untuk melakukan upaya ekstensifikasi pertanian atau penambahan areal sawah baru,. Sehingga memaksimalkan lahan yang sudah ada, perlu dilakukan. Salah satunya memanfaatkan sistim tanam jajar legowo,” ujar Ikhvan.
Ia menambahkan, melihat hasilnya, banyak keuntungan yang diperoleh petani dengan sistim tanam jajar legowo. Terutama dari persentase produksi yang cukup tinggi dari pada sistem tradisional yang biasanya dilakukan masyarakat.
“Dengan teknologi jajar legowo, jumlah anakan atau populasi tanaman padi akan tinggi yang memungkinkan peningkatan produksi. Kemudian, banyak kemudahan lainnya dalam pemeliharaan yang bisa diperoleh oleh petani,” tukasnya.
Ia menjelaskan, teknik jajar legowo merupakan cara tanam, dimana dalam beberapa barisan diselingi dengan satu barisan kosong. Baris tanaman dan baris kosongnya disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam perunit legowo maka disebut legowo 2:1.
Selain itu sebutnya, penanaman dengan sistem jajar legowo mempermudah perawatan, menambah populasi padi sekitar 20 hingga 30 persen. Kemudian, mengurangi kemungkinan terserang hama dan penyakit juga menghemat pupuk dan lainnya.
Namun menurutnya, memang ada beberapa kendala dalam menerapkan sistem tanam jajar legowo. Masyarakat masih terbiasa dengan sistem dan pola tanam tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Kendati demikian, pihaknya terus melakukan penyuluhan terhadap petani sebagai upaya memberikan upaya pemahaman akan manfaat sistim jajar legowo. Dan hasilnya pun jelas meningkat drastis dibanding sistem tradisional.
Dari data yang ada sebelumnya, produksi padi Kota Solok pada 2017 mencapai 17.382, 6 ton dengan luas tanam 2.615 hektare dan luas panen 2.606 hektare. Akan tetapi terjadi penurunan cukup signifikan di 2018 akibat banjir sehingga luas panen hanya mencapai 2.477 hektar.
“Untuk mendorong petani dalam mempertahankan sawahnya dari alih fungsi lahan, kita juga mengembangkan penanaman padi dengan diintegrasikan dengan kolam ikan pada sawah atau sistem mina padi. sehingga ada hasil sampingan yang bisa dinikmati oleh petani,” bebernya. (vko)





