POLITIKA

PSU Calon Anggota DPD RI, Antusias Pemilih Diprediksi Menurun

0
×

PSU Calon Anggota DPD RI, Antusias Pemilih Diprediksi Menurun

Sebarkan artikel ini
KANTOR KPU— Kantor KPU Provinsi Sumbar yang berada di Jl. Pramuka Raya No.9, Lolong Belanti, Kec. Padang Utara, Kota Padang.

PADANG, METRO–Pemungutan Suara Ulang (PSU) calon anggota DPD RI tinggal menunggu waktu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Su­ma­tera Barat (Sumbar) te­ngah melakukan persiapan Pemungutan Suara Ulang.

Seperti diungkapkan Pengamat Politik Unand, Aidinil Zetra, bahwa banyak faktor yang menentukan antusias pemilih akan berikan hak suaranya di TPS pada PSU nanti, pre­diksi partisipasi mas­ya­rakat yang memilih pada PSU sendiri diperkirakan akan tidak sama jumlah persentasenya dengan Pemilih Pemilu yang dilaksanakan bersamaan pada Pilpres dan Pileg.

“Faktor pertama, yakni menyangkut persepsi ma­sya­rakat Sumbar terhadap kasus yang berujung pada PSU ini, Faktor kedua, apakah masyarakat Sumbar cukup terbuka terhadap pelanggaran-pelanggaran etik yang terjadi selama ini. Faktor berikutnya, yakni penyelenggara sendiri sebagai faktor yang menentukan apakah penyelenggara mam­pu memenejemen wak­tu yang sesingkat itu, 45 hari pasca dibacakan putusan untuk bisa meningkatkan partisipasi ma­sya­ra­kat,” kata Aidinil Zetra, Pengamat Politik dan juga merupakan Sekretaris Universitas Unand, Rabu (13/6).

Sebab dalam menyampaikan informasi secara luas bahwa ini perlu dilakukan PSU, penyelenggara memang dituntut untuk bekerja secara maksimal, karena menurut saya ini pekerjaan yang berat bagi penyelenggaraan itu sen­diri.

PSU itu dilaksanakan ketika pemilu sudah selesai atau bisa dikatakan orang sudah menutup buku terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pemilu 2024, tambah Aidinil Zetra.

“Lalu kemudian masih ada pemilu lagi, tentu hal ini menjadikan orang akan bertanya-tanya. Kenya­taan ini sangat tidak tergantung kepada efektivitas kinerja penyelenggaraan pemilu,” tukas Aidinil.

Aidinil juga menyebutkan, Apa lagi PSU ini dilakukan untuk DPD RI, yang notabenenya tidak menggerakkan massa partai politik, biasanya orang yang datang ke TPS untuk me­milih itu digerakkan oleh mesin politik partai, di sini bisa dilihat besarnya peran partai saat pemilihan itu, beda dengan DPD RI, sebab tidak ada peran partai yang berkepentingan di momen itu, jelas Aidinil.

Faktor lainnya yang akan mempengaruhi partisipasi pemilih di TPS nantinya yakni orang sudah punya pilihan masing-masing.

“Pilihan mereka itu su­dah menang pada pemilu kemarin, lalu kemudian ada PSU. Jelas hal ini akan memberi pengaruh pada pemilih. Ini lah beberapa gambaran tantangan yang mungkin muncul di saat PSU nanti,” pungkas Aidinil.

Sementara itu, Yonder WF Alvatent, salah seorang calon anggota DPD RI dari Sumbar, juga mengaku pesimistis akan tingginya partisipasi pemilih pada PSU nanti.

“Meski putusan MK agar KPU laksanakan PSU untuk DPD RI di Sumbar, memberi angin segar kepada para calon yang sebelumnya kalah pada pemilu kemarin, namun ada hal yang cukup mencemaskan, apakah pada PSU nanti akan banyak warga yang memilih atau tidak, tentu Ini perlu dicermati pada calon,” kata Yonder.

Yonder menambahkan, semua itu berbalik pada masing-masing calon, seberapa serius diri mereka mencari dukungan suara pada PSU nanti.

Karena walau bagaimanapun untuk bisa mendapatkan dukungan suara yang banyak di PSU nanti tidak mungkin bisa lepas dari dukungan finansial para calonnya sendiri. (fer)