PDGPARIAMAN, METRO – Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan dinamika perkembangan globalisasi selalu memabawa implikasi positif maupun negatif, baik langsung maupun tidak lansung mempengaruhi perkembangan situasi dalam negara, implikasi positif membawa manfaat dalam mendukung cita –cita dan tujuan nasional serta kepentingan nasional.
Sedangkan katanya, implikasi negatif menyebabkan meningkatnya potensi ancaman bagi kelangsungan hidup negara, interpendensi antar negara semangkin kuat, tetapi pada saat yang bersamaaan kesenjangan ekonomi dan meliter semangkin melebar, karena agenda dan isu internasional masih dominan dipengaruhi oleh agenda dan kebijakan negara-negara maju.
”TNI sebagai salah satu komponen bangsa berdasarkan undang-undang nomor 34 tahun 2004 melaksanakan operasi meliter perang (OMP) dan operasi meliter selain perang (OMSP), tugas-tugas dalam OMSP diantaranya adalah memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistim pertahanan semesta dan membantu tugas pemerintah di daerah, untuk dapat melaksanakan tugas-tugas tersebut, maka tni menggunakan pola operasi bakti TNI yang salah satunya diimpelemtasikan dalam bentuk TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD),” ujar Ali Mukhni saat pembukaan TMMD, kemarin.
Katanya, TNI Manunggal Membangun Desa merupakan salah satu program operasi TNI yang dilaksanakan secara terpadu oleh TNII bekerjasama dengan Polri, kementrian, lembaga pemerintah non kementrian, pemerintah daerah dan kemponen masyarakat lainnya yang disinergikan dan diintegrasikan dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang lebih baik dan mandiri, kriteria sasaran TMMD yang diharapkan adalah daerah –daerah yang tergolong daerah terisolir/terpencil, daerah perbatasan, pulau–pulau kecil serta daerah-daerah lain yang terkena dampak bencana alam.
Dikatakan, program TNI Manunggal membangun desa yang dilaksanakan oleh TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat adalah merupakan wujud dari salah satu nawa cita Prisiden RI Joko Widodo, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesetuan Republik Indonesia.
Kegiatan TNI manunggal membangun desa pada tahun 2019 dilaksanakan selama 3 kali dalam satu tahun , yaitu TMMD ke 104, 105 dan 106 dan Kabupaten Padangpariaman sebagai salah satu kabupaten terpilih untuk TMMD ke 104 ini, dilaksanakan secara nasional serentak yaitu dibuka tanggal 26 Februari 2019 dan ditutup pada tanggal 27 Maret 2019.
Kegiatan TNI manunggal membangun desa yang dilaksanakan dari waktu kewaktu, telah secara nyata memberikan bukti membantu pemerintah daerah dalam memberikan meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Namun semua capaian tersebut tentu tidak menghentikan jajaran TNI untuk berkiprah dan terus menerus melakukan evaluasi dan penyempurnaan, agar program tni manunggal membangun desa selalu tetap relevan dan membawa manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Tahapan perencanaan TMMD merupakan tahapan yang sangat penting, karena pada tahap ini dilakukan koordinasi secara terpadu dengan berbagai dinas/instansi/lembaga stakeholder terkait serta masyarakat sebagai pelaku dan pengguna serta pemanfaat hasil TMMD. semua program TMMD harus berasal dari aspirasi dan kepengtingan masyarakat didaerah perdesaan, serta yang terkait dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat yang harus segera dicarikan solusi atau pemecahannya.
TNI manunggal katanya, membangun desa adalah sebagai bentuk pengabdian demi terwujudnya pertahanan negara yang tangguh di daerah, sekaligus merupakan upaya TNI untuk berkontribusi melestarikan kemanunggalan tni-rakyat dan penerapan budaya gotong royong.
“Dengan adanya tmmd ini dapat mempercepat proses pembangunan dan peningakatan kesejahteraan masyarakat di desa/ nagari, karena sasaran tmmd meliputi kegiatan fisik yang terdiri dari pembangunan insfratstruktur, sarana dan prasarana fasilitas umum yang menjadi kebutuhan masyarakat, pembangunan rumah tidak layak huni dan terutama sasaran fisik pembukaan jalan diharapkan dapat membuka akses desa/nagari terisolir suatu daerah dengan daerah lainnya menuju pusat pusat pertumbuhan yang pada akhirnya dapat meningkatnya perekonomian masyarakat di lokasi tersebut,” ujarnya.
Melalui berbagai kegiatan yang telah direncanakan tersebut katanya, semua berharap TMMD kali ini akan lebih mencapai hasil yang maksimal, serta sejalan dengan semangat yang terkandung dalam tema TMMD ke 104 tahun 2019, yaitu melalui TMMD tingkatkan kebersamaan ummat serta semangat gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara guna mewujudkan ketahanan Nasional.
“Semoga tema ini benar-benar dapat menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi seluruh komponen masyarakat dan stakeholder terkait yang mendukung pelaksanaan kegiatan tni manunggal membangun desa dalam rangka membantu pemerintah dalam melakukan percepatan pembangunan di segala bidang, sehingga indonesia semangkin maju, makmur dan sejahtera,” ungkapnya.
Jadi katanya, dengan dilaksanakannya kegiatan TMMD ke 104 tahun 2019 ini diharapkan akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di nagari guguak kuranji hilir, umumnya Kabupaten Padangpariaman. (efa)





