PURUS, METRO–Selama satu pekan terakhir, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pariwisata (Dispar) sudah mengumpulkan 50 ton lebih sampah yang berserakan di Pantai Padang.
Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Dispar Kota Padang, Syafridayanti mengatakan, sampah yang dikumpulkan oleh petugas gabungan berasal dari hulu sungai.
“Sampah yang muncul karena pasca hujan yang terjadi di hulu, sampah ini dibawa dari muara, karena hempasan air itu sudah terjadi ke bibir pantai, jadi hari ini kami sudah mengumpulkan sampah itu sudah hampir 50 ton,” katanya, Rabu (5/6) pagi.
Petugas kebersihan terlihat membersihkan sampah di bibir sungai. Sejumlah benda ditemukan, seperti gabus, kasur, plastik, kain hingga ban berukuran besar.
“Kami selalu bekerjasama dengan pihak DLH yang mengerahkan semua pasukan jingganya dan sesuai instruksi langsung dari Pj Wali Kota Padang, agar kami selalu siap siaga di destinasi wisata Pantai Padang,” katanya.
Pembersihan itu, kata Yanti, sudah dilakukan oleh puluhan petugas kebersihan gabungan dari DLH dan Dispar Kota Padang yang berjumlah lebih dari 60 orang.
“Kendala kami adalah cuaca, hari ini sampah sudah kami kumpulkan, ternyata setelah dikumpulkan datang lagi, karena gelombang besar, cuaca sangat berpengaruh,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Kebersihan (PSK) DLH Kota Padang, Syafrizal Syair mengatakan, dalam rangka menjaga kebersihan Pantai Padang, pihaknya menurunkan tim pembersihan.
“Karena kami lihat memang dalam beberapa hari terakhir sampah mulai menumpuk akibat cuaca hujan, kita langsung menurunkan petugas kebersihan untuk melakukan gotong royong (goro),” katanya.
Pihak DLH, katanya, selalu melakukan pembersihan terhadap titik-titik rawan tumpukan sampah, salah satunya di Pantai Padang.
“Kami memang tidak memiliki jadwal goro pasti untuk Pantai Padang, tapi apabila sudah cukup banyak sampah yang menumpuk kita langsung turun, seperti yang kita lakukan pagi ini,” katanya.
Muaro Pantai Padang memang salah satu tujuan utama wisatawan ketika berkunjung ke Kota Padang. Bersihnya salah satu objek wisata unggulan Kota Bengkoang itu tentunya akan memberikan kesan positif untuk wisatawan agar kembali berkunjung.
Menumpuknya sampah di Pantai Padang, katanya, disebabkan beberapa hal, seperti kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai atau selokan.
“Nah, sampah yang dibuang langsung ke sungai dan selokan itu yang kemudian terbawa ke laut apalagi dalam beberapa hari terakhir sempat terjadi hujan deras. Sampah yang dibawa ke laut itu kemudian didorong ombak ke pinggir pantai,” katanya.
Karena itu, dalam upaya menjaga kebersihan pantai, tertib membuang sampah tidak hanya perlu dilakukan oleh warga yang tinggal di pinggir pantai, tetapi juga oleh masyarakat yang tinggal di pinggir Banjir Kanal.
Kebiasaan untuk membuang sampah di tempatnya harus dibudayakan untuk memastikan pantai di Kota Padang dapat senantiasa bersih, sehingga dapat memberikan kenyamanan untuk wisatawan yang datang berkunjung. (brm)






