METRO SUMBAR

Pipa Darurat Dipasang, 1000 Sambungan Rumah Terganggu Banjir Bandang

0
×

Pipa Darurat Dipasang, 1000 Sambungan Rumah Terganggu Banjir Bandang

Sebarkan artikel ini
RUSAK—Terlihat longsor akibat banjir badang mengakibatkan jaringan pipa air bersih rusak.

PDG. PANJANG, METRO–Diperkirakan sekitar 1.000 sambungan rumah yang terdampak paling parah akibat banjir bandang lahar dingin, saat ini masih tersisa sekitar 80 sambungan rumah yang belum pulih 100 persen.  Sebagai upaya untuk me­mulihkan sambungan air ini, Perusahaan Umum Da­erah Air Minum (Perumdam) Tirta Serambi Kota Padang Panjang lakukan pemasangan pipa darurat untuk memulihkan wilayah pelayanan di Kelurahan Silaing Atas dan Silaing Ba­wah yang terdampak gangguan pelayanan akibat banjir lahar dingin pada 11 Mei lalu.

”Pemasangan pipa ini belum bisa permanen di­sebabkan jalur pipa yang sebelumnya tidak bisa lagi digunakan karena tersapu banjir dan tanah long­sor. Pemasangan su­dah dimulai sejak 16 Mei dan hari ini sudah selesai terpasang,” ungkap Di­rektur Perumdam Tirta Serambi, Adrial A. Bakar, ST, Minggu (2/6).

Ia menyebutkan ada dua unit jaringan pipa yang akan dipulihkan yaitu jari­ngan pipa ZAMP-2 yang melewati saluran irigasi di dalam lubang kalam (terowongan-red) di Lubuk Mata Kucing). Lalu, ZAMP-1 yang dipasang di luar terowongan. Namun satu unit jaringan pipa lainnya belum bisa dikerjakan karena pipanya hanyut hampir 1 km.  “Pemasangan pipa HDPE diameter 100 mm sepanjang 402 meter ini terlaksana atas bantuan pipa dari BPPW Provinsi Sumatera Barat yang dikerjakan Perumdam Tirta Serambi,” sebutnya.

Ditambahkannya, akibat banjir dan longsor terjadi kerusakan sebanyak tiga unit jaringan pipa air minum dengan panjang masing-masing hampir 1 km cukup parah. Salah satu unit jaringan pipa yang berukuran 200 mm dan 150 mm bahkan hampir semuanya hanyut terbawa banjir.  “Sementara dua unit lainnya yang berukuran masing-masing 100 mm putus tertimbun longsor dan juga hanyut terbawa banjir. Jaringan pipa ini melayani distribusi air lang­sung dari Lubuk Mata Kucing ke Silaing Atas dan Silaing Bawah secara gra­vitasi,” tambahnya.

Adrial mengungkapkan, praktis seluruh pe­langgan di Silaing Atas dan Silaing Bawah yang berjumlah hampir 1.000 sambungan rumah yang pela­yanannya berasal dari ketiga jaringan pipa tersebut terganggu dan tidak men­da­pat pelayanan air minum.

Berbagai upaya telah dilakukan Perumdam untuk memulihkan pelayanan sejak hari pertama bencana sehingga pelanggan kembali mendapatkan pasokan air setiap hari.  “Mulai dari bantuan darurat air minum melalui mobil tangki yang berlangsung setiap hari. Pemindahan layanan dari sumber air Sungai Andok, dan wilayah pelayanan Pasar Usang. Penggiliran distribusi dari jaringan pipa terdekat dan pema­sangan darurat pipa melalui wilayah bencana ini,” ungkapnya.

Diharapkannya dengan pemasangan pipa darurat ini semua pelanggan akan dapat kembali dilayani melalui perpipaan. Bantuan mobil tangki hanya akan menjadi pendukung pengisian hidran umum saja.  “Pelanggan yang 80 sambungan menjadi target utama akan dipulihkan melalui pemasangan pipa darurat ini. Semoga semua berjalan lancar dan pelayanan dapat dipulihkan kem­bali semuanya,” harap Ad­rial. (rmd)