PADANG, METRO–Aksi tawuran antar pelajar SMP di Kota Padang makin meresahkan. Baru-baru beredar video yang diduga siswa SMP 27 terlibat tawuran dengan SMP 29 Padang. Aksi tawuran tersebut terlihat makin brutal dengan adanya benda yang dipegang sekelompok siswa yang diduga sebagai senjata.
Masyarakat setempat yang menyaksikan kejadian tersebut histeris melihat salah seorang siswa di kejar oleh sekelompok siswa lainnya. Setelah itu, siswa yang dikejar tersebut dikeroyok hingga terjatuh.
Sementara itu, masyarakat di sana menyoraki gerombolan remaja tersebut, namun mereka tidak menggubris sorakan yang diberikan.
Menanggapi hal tersebut, Pj Wako Andree Algamar mengatakan bahwa aksi tawuran tersebut akan diselesaikan oleh Satpol-PP bersama kepolisian.
“(Tawuran) ekskalasinya ada tapi menurun, dibanding pada saat sebelum lebaran dimana hampir tiap hari ada aksi tawuran,” kata Andree, saat diwawancarai usai peringatan Hari Lanjut Usia Nasional, Kamis (30/5).
Selain itu, dia juga meminta kepada setiap kecamatan bersama forkopimca setempat untuk berkolaborasi untuk aksi nyata menanggulangi aksi tawuran.
Terkait siswa yang membawa senjata tajam saat melakukan aksi tawuran, Andree mengatakan akan menyerahkannya kepada pihak kepolisian, mengenai sanksi apa yang akan dikenakan.
“Rapat kemarin saya sudah menyampaikan kepada Camat untuk berkolaborasi dengan Polsek, serta Koramil untuk melakukan aksi nyata tidak hanya rencana-rencana, bagaimana memastikan tidak ada tawuran,” katanya.
Andree menyebut, jika terjadi eskalasi tawuran di Kota Padang menunjukkan adanya peningkatan, dia akan meminta bantuan kepada Kepolisian dan TNI untuk sama-sama menanganinya.
“Saya mengharapkan keterlibatan RT, RW orang tua murid, dan Komite sekolah. Jangan salahkan di ujungnya, kita terbiasa menyelesaikan masalah di ujungnya, sebenarnya pangkalnya ini yang harus kita selesaikan, apa masalahnya sampai mereka melakukan tawuran. Jadi penanganan yang preventif itu yang saya harapkan,” ungkapnya. (brm)






