AGAM/BUKITTINGGI

Gabungan Kelompok Tani se-Kecamatan Baso Bantu Korban Banjir Bandang

0
×

Gabungan Kelompok Tani se-Kecamatan Baso Bantu Korban Banjir Bandang

Sebarkan artikel ini
Gabungan Kelompok Tani se Kecamatan Baso Bantu Korban Banjir Bandang

AGAM, METRO–Gabungan kelompok tani se-Kecamatan Baso menyalurkan bantuan be­rupa sembako kepada korban bencana galodo di Jorong Kapalo Koto, Nagari Sungai Pua.

Bantuan yang disalurkan terdiri dari 100 kg beras dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan diserahkan kepada 17 Kepala Keluarga (KK) yang terdam­pak bencana.

Koordinator Balai Pe­nyuluhan Pertanian (BPP) Baso, Sunaryo SST menyebut bantuan yang diserahkan pada Selasa (28/5) kemarin melibatkan sembilan kelompok tani.

Kesembilan kelompok tani itu yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) Sabai Nan Aluih dari Nagari Pa­dang Tarok, Kelompok Tani (Keltan) Landia Saiyo Sahati dari Nagari Koto Gadang, Keltan Sarumpun dari Nagari Koto Tinggi, Keltan Ujuang Tanjung Raya dari Nagari Simarasok.

Baca Juga  Peringati Hari Kartini 2024 dan Tahun Baru Islam 1446 H, GOW Agam Gelar Seminar

Lalu, Keltan Pincuran Tigo dari Nagari Simarasok, Keltan Sawah Ladang Tapi dari Nagari Tabek Panjang, Keltan Sarang­kuah Da­yuang dari Nagari Tabek Panjang, Keltan Saraso dari Nagari Padang Tarok, serta KWT Panen Raya dari Nagari Padang Tarok.

“Bantuan yang disalurkan kali ini baru tahap awal, kami berencana untuk me­lanjutkan penyaluran bantuan berikutnya,” ujar Sunaryo.

Menurutnya, bantuan ini merupakan bagian dari upaya gotong-royong lintas kelompok tani dalam membantu sesama yang terkena dampak bencana alam.

Baca Juga  Baru Terkumpul Rp50 Juta, Pembangunan Asrama dan Rumah Tahfidz MAN 1 Agam Habiskan Anggaran Rp4 Miliar

Sehingga pihaknya berharap, bantuan itu dapat meringankan beban para korban dan membantu me­reka untuk bangkit kembali.

Penyaluran bantuan ini lanjutnya, merupakan bukti nyata solidaritas ma­syara­kat tani di Kecamatan Ba­so, yang tidak hanya fokus pada produksi pertanian, tetapi juga peduli terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan di sekitarnya.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk turut serta dalam membantu korban bencana,” tambah Sunaryo. (pry)